MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Februari 2019 11:02
BPN Bagikan 150 Sertifikat PTSL, Ada Biaya Tambahan

Tambahan Biaya Diketahui Kelurahan

LEGA: Sejumlah warga menerima sertifikat program PTSL 2018 dari petugas Badan Pertanahan Nasional Tarakan di halaman Kantor Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat, Kamis (21/2). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Wajah H. Hania (60) semringah. Warga RT 14 Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat sudah bertahun-tahun menunggu, lahan yang didiaminya akhirnya mengantongi sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kemarin (21/2), ia menerima sertifikat itu di Kantor Kelurahan Karang Rejo. Hania lega, sejak lama mengajukan sertifikat. Bahkan sempat khawatir jika meninggal dunia, lahannya belum bersertifikat. Menurutnya jika belum ada sertifikat membuka peluang bagi orang lain mengklaim tanah yang dikuasainya.

“Sangat senang, karena memang dari dulu mau buat peta bidang cuma belum tahu mau urus ke mana. Alhamdulillah sekarang sudah ada. Jadi saya sudah tenang,” ungkapnya kepada Radar Tarakan.

Beberapa tahun lalu, perasaannya campur aduk. Merasa tidak aman. Beberapa orang mendatanginya, mengklaim sebagian lahannya. Berkali-kali Hania berusaha tenang, meminta orang-orang tersebut menyelesaikannya secara hukum. Tapi, tak kunjung juga digugat secara hukum.

Sertifikat yang sudah di tangannya, tidak hanya sekadar legalitas. Tetapi menguatkannya ketika kembali harus berhadap dengan orang-orang yang mengklaim lahannya.

Eko Didi Purwanto (52) pun merasakan demikian. Dengan sertifikat ia merasa jauh lebih tenang. Eko merasa, banyak urusan kini akan lebih mudah. Dari perizinan bangunan dan jika lahan dikehendaki dijual akan lebih mudah.

“Ini kan ada kekuatan hukumnya sudah, diterbitkan pemerintah,” tuturnya.

Ia berterima kasih kepada pemerintah yang  telah menjalankan program ini. Selain itu ia cukup mengapresiasi pelayanan pengukuran yang menurutnya memiliki proses yang tidak terlalu lama. “Sekitar Agustus diukur. Alhamdulillah sudah bisa prosesnya hanya 6 bulan. Saya kira itu sudah wajar,” terangnya.

Eko mengaku ada biaya di luar tarif maksimal Rp 250 ribu. Namun tak masalah baginya. Sejauh dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan bukti kelegalan lahan masyarakat. “Iya memang ada uang tambahan. Malahan kami yang berterima kasih kepada petugas sudah membantu karena sertifikat ini sangat penting,” tuturnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut, menyeluruh. Pun bagi warga lainnya.

Sementara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tarakan Timbul Tunggul Hamonangan Simanjuntak mengatakan, dengan pembagian sertifikat di wilayah Kelurahan Karang Rejo dilakukan secara menyeluruh. Pada 2019 ini, BPN menargetkan 2.800 peta bidang di sejumlah kelurahan yang belum mendapat pengukuran.

“Dengan ini seluruh sertifikat dari hasil pengukuran kami tahun lalu  di sini sudah terbagikan. Tahun 2019 ini dapat jatah 2.800 bidang se-Kota Tarakan. Kami menyelesaikan secara bertahap, tidak bisa diselesaikan secara bersamaan semua. Jadi kami selesaikan beberapa kelurahan ini, habis itu ke kelurahan selanjutnya,” terangnya.

Meski demikian, ia tidak mengingat secara detail kelurahan yang belum tersentuh program nasional tersebut. Oleh karena itu, ia menerangkan jika program tersebut memang dilakukan secara bertahap dikarenakan terbatasnya jumlah personil BPN.

“Nanti kami lihat lagi kelurahan mana saja yang belum. Saya juga tidak mengingat secara pasti. Yang jelas di tahun 2018 kami telah menyelesaikan pengukuran 6 ribu peta bidang dan tahun ini menargetkan melakukan pengukuran 2.800 bidang tanah lagi,” tuturnya.

Mengenai adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum kelurahan terkait program tersebut, karena adanya sikap kelurahan yang memberlakukan sistem konsumsi pada petugas lapangan. Itu juga didasari tidak adanya jaminan operasional konsumsi. Sehingga tidak adanya keterangan konsumsi yang tercantum membuat kelurahan mengambil inisiatif guna pengukuran dapat berjalan lancar.

Untuk tarifnya memang sudah sesuai Perwali 30/2017 dan peraturan 3 menteri itu Rp 250 ribu. Dan di situ tidak menyebutkan konsumsi, jadi atas dasar itulah di setiap kelurahan memberlakukan adanya operasional konsumsi. Kalau sosialisasi sendiri dilakukan pihak kelurahan masing-masing,” jelasnya.

Mengenai masih adanya lahan yang belum diukur pada beberapa wilayah tertentu, karena masih dalam proses penyelesaian hukum. Sehingga belum dapat dilakukan pengukuran.
“Kami hanya bisa melakukan pengukuran pada tanah yang tidak bermasalah dalam artian tidak dalam perkara. Kalau mau dilakukan pengukuran itu harus diselesaikan dulu masalahnya secara hukum. Kalau sudah aman baru bisa diukur,” pungkasnya.

 

WALI KOTA SEKALIGUS MINTA MAAF

150 lembar sertifikat dibagikan Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga, kemarin sejak pukul 08.00 WITA.

Sofian merasa sangat bersyukur, terhitung 6 ribu sertifikat di 18 kelurahan telah diterbitkan. “Alhamdulillah hari ini kami telah melaksanakan tugas PTSL di Kota Tarakan ini dengan total 6 ribu peta bidang untuk 18 kelurahan. Alhamdulillah 6 ribu warga sudah memegang sertifikat tanah mereka,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan, dengan adanya sertifikat warga tidak perlu merasa waswas lagi terhadap gangguan atas pengklaiman. Oleh karena itu masyarakat wajib memegang sertifikat tersebut sebaik mungkin.

“Sekali lagi atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih dengan terbitnya sertifikat ini, tentu sudah memberi kepastian kepemilikan hak tanah bagi kita semuanya, begitu juga manfaat-manfaat lainnya. Mudah-mudahan dengan terbitnya sertifikat ini, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” tuturnya.
Meski demikian, masih ada ratusan yang masih dalam proses penyelesaian. Penyelesaiannya ditargetkan selesai pada awal tahun ini. “Yang masih belum ini masih berproses dan tinggal tunggu giliran, mudah-mudahan secepatnya selesai. Hanya tinggal penyelesaiannya,” terangnya.

Sebelum beranjak meninggalkan kantor kelurahan, ia berpamitan kepada masyarakat Karang Rejo. Mengingat masa jabatannya sebagai Wali Kota sudah berakhir pada tanggal 1 Maret mendatang. Ia pun meminta maaf jika dalam kepemimpinnya pernah mengecewakan masyarakat.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini tidak lupa saya juga sekaligus ingin menyampaikan terima kasih saya kepada masyarakat Tarakan karena saya hampir 5 tahun mengabdi dan kurang 10 hari lagi saya akan purna tugas. Tidak lagi melaksanakan tugas sebagai Wali Kota. Nanti akan digantikan dengan bapak wali kota yang baru dan saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat jika selama ini ada kekhilafan dan hal-hal yang kurang di hati bapak dan ibu selama saya menjabat,” tukasnya. (*/zac/lim)

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*