MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Februari 2019 00:53
Kepedulian terhadap Pesisir Masih Rendah
PEDULI LINGKUNGAN: Sejumlah personel gabungan TNI-Polri membersihkan pesisir Pantai Amal, Kamis (21/2).

PROKAL.CO, TARAKAN – Ada yang berbeda di Pantai Amal, Kamis (21/2). Meski belum weekend, sekitar 200 orang berbondong-bondong mendatangi Pantai amal, sehingga suasana pagi pukul 08.00 WITA yang semula sepi berubah menjadi ramai. Ternyata, rombongan tersebut merupakan gabungan unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri dan eleman masyarakat yang sedang mengumpulkan sampah  di pinggir pantai.

Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Chandra mengungkapkan, keberadaan sampah merupakan suatu permasalahan yang sebenarnya sangat mengganggu. Baik dipandang dari sisi kesehatan maupun dari sisi lingkungan. Banyak sekali dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari banyaknya sampah di lingkungan, di mana salah satunya terjadinya bencana banjir.

“Juga dampaknya dari sisi kesehatan yaitu timbulnya berbagai macam penyakit, misalnya demam berdarah atau kolera,” tuturnya.

Pantai Amal diketahui merupakan salah satu objek wisata favorit masyarakat Kota Tarakan, yang ramai dikunjungi kala weekend atau hari libur. Sehingga munculah keprihatinan para prajurit, manakala melihat banyaknya sampah yang berada di area pantai tersebut. “Sampah plastik sangat susah terurai,” ucapnya.

Apabila sampah terus dibiarkan berserakan, maka tentu akan mengganggu kondisi tanah atau lingkungan. Untuk itu ia mengharapkan agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya, dan selalu bijak dan mengurangi menggunakan produk berbahan plastik. Selain itu warga juga mau mendaur ulang sampah menjadi barang atau sesuatu yang bermanfaat.

“Saya mengimbau agar segenap komponen masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, termasuk di objek wisata pantai amal. Supaya masyarakat terus tertarik berkunjung kesini, maka tentunya objek wisata pantai amal harus terus dirawat kebersihannya,” ujar pria yang baru dilantik Senin (18/2) lalu menjadi Dandim 0907/Tarakan ini.

Kapolsek Tarakan Timur Iptu Barokah mengungkapkan, aksi bersih Pantai Amal yang diprakarsai Kodim 0907/Tarakan merupakan hal yang menjadi tanggung jawab pihaknya yang bertugas di wilayah timur Kota Tarakan. Kegiatan ini juga berlangsung serentak di tempat lainnya, yaitu di sekitar Kelurahan Selumit Pantai.

“Selain unsur TNI-Polri dan masyarakat, ada juga beberapa siswa pramuka yang ikut dalam aksi bersih kali ini,” tuturnya.

Ia menambahkan beberapa tahun silam, kondisi Pantai amal sangat bersih sehingga selalu menjadi tujuan utama objek wisata warga. Namun dengan banyaknya sampah mengurangi keindahan Pantai Amal. Untuk itu ia menilai kegiatan ini sangat positif dan berharap dapat secara rutin dan berkala dapat terus dilakukan.

“Juga perlu dipikirkan kembali, bagaimana solusi terbaik melihat pasir yang semakin meninggi mendekati tingginya dinding reklamasi pantai dan telah menutupi batu pemecah ombak,” ujarnya. 

Sementara itu Plt Lurah Pantai Amal Marthen Rombe menuturkan, Kodim 0907/Tarakan sejak 3 hari yang lalu telah berkoordinasi dengan pihaknya untuk melakukan suatu upaya kepedulian terhadap lingkungan, yaitu membersihkan sampah-sampah.  “Meski jujur saja, hanya sebagian saja yang ikut hadir (warga),” tuturnya.

Pantai amal secara kenyataan di lapangan telah penuh dengan sampah, yang didominasi sampah jenis plastik. Memang pada saat aksi bersih pantai ini dilakukan sampahnya tidak terlihat banyak. Hal tersebut  dikarenakan kondisi air pasang. Namun apabila nantinya surut maka sampah-sampah akan semakin jelas terlihat. “Pantai amal sebenarnya objek wisata yang sangat menjanjikan, namun menjadi keprihatinan karena penuh dengan sampah. Salah satunya banyaknya samnpah juga karena petugas kebersihan telah diputuskan hubungan kerjanya mulai Januari lalu,” ujarnya.

Ketua RT 3 Munir menjelaskan, sebelum Januari 2019, setidaknya ada 3 orang petugas sampah yang mengumpulkan sampah di wilayah pesisir Pantai Amal. Namun sejak Januari  2019 lalu tidak lagi bekerja karena tidak tersedianya anggaran. Sehingga ke depannya sampah akan semakin menumpuk dan mengotori keindahan Pantai amal yang telah menjadi salah satu ikon Kota Tarakan.

“Saya berharap dipekerjakan kembali petugas kebersihan. Per bulannya Rp 1.260.000 untuk anggaran petugas kebersihannya,” ungkapnya. 

Dengan kegiatan yang digagas Kodim 0907/Tarakan ia menilai hal ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Ia juga sangat mengharapkan agar disediakannya beberapa tempat sampah di sepanjang pinggir pantai, agar memudahkan para pengunjung langsung membuang sampah pada tempatnya.

“Pengunjung yang datang dari pusat kota tentunya membawa makanan dan minuman. Sehingga, setelah berkunjung, para pengunjung berpikir bagaimana membuang sampah yang cepat dan mudah. Dengan adanya tong sampah, maka diharapkan pengunjung tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tutupnya.

Bagi anggota Yonmarhanlan Xlll, aksi sosial tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan. Beberapa waktu lalu, hal yang sama juga diprakarsai Jalasenastri Yonmarhanlan XIII. Itu setelah menyaksikan pantai yang sangat kotor.

Wadan Yonmarhanlan Xlll Mayor Marinir Kardono Syamsu mengatakan, jika kegiatan ini merupakan kegiatan bersama TNI-Polri dan masyarakat untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati pada 21 Februari 2019.

"Masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini juga keinginan kami agar lingkungan di wilayah pantai bersih," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, ini juga merupakan kegiatan agar bisa dekat dengan masyarakat dan menjadikan TNI-Polri yang humanis dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Sehingga tidak ada jarak antara TNI-Polri dan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tarakan Supriono mengatakan, masalah Pantai Amal senantiasa dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Tarakan. Petugas kebersihan tidak setiap hari, bertahap pada waktu tertentu.

Supriono berharap dari masyarakat atau pengunjung yang berada di Pantai Amal untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai untuk tidak sembarangan membuang sampah terutama di laut. "Dikumpulkan saja di satu tempat, dikumpulkan kalau memang merasa berat buang di transfer depo yang ada," katanya.

Lagipula seharusnya pengunjung membawa kembali sampah masing-masing, dan langsung membuangnya di tempat sampah yang sudah disediakan. Kerja sama dari masyarakat dan pengunjung sangat diharapkan mengingat Pantai Amal merupakan tempat wisata yang harus bersih.

Pihaknya juga sudah menurunkan armada untuk membantu membersihkan Pantai Amal. Hanya kesadaran masyarakat yang rendah membuang sampah pada tempatnya juga perlu dipertanyakan. Jika sampah sudah dibersihkan berkali-kali oleh petugas, jika kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih kurang, maka percuma saja dibersihkan terus.

"Tidak perlu lah diajarkan lagi bagaimana cara membuang sampah lagi, semuanya pasti sudah tahu. Masyarakat kan sudah cerdas semuanya," tuturnya.

Bahkan papan larangan membuang sampah di pantai juga sudah dipasang. Sudah seharusnya masyarakat atau pengunjung melihat  bahkan jika tidak dipasang larangan, jika kesadaran akan peduli lingkungan tinggi tidak akan ada yang berani membuang sampah di pantai.

"Budaya membuang sampah sembarangan ini yang harus diubah. Jika bukan dari kita siapa lagi," pintanya.

 

KAPOLDA KE LAUT

Polda Kaltara juga mengerahkan personelnya. Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit bersama Ketua Bhayangkari Kaltara Indra Jati Indrajit ikut turun membersihkan wilayah pesisir laut. Diakui Indrajit, pihaknya selaku aparat hukum di Kaltara juga turut mendukung program membersihkan sampah, khususnya sampah yang banyak ditemui di sejumlah pesisir laut.

“Kami melakukan ini agar laut kita bersih. Apalagi kita melihat sudah ada beberapa korban dan kejadian akibat mesin speedboat yang rusak akibat kena kayu,” katanya.

Bahkan dalam kegiatan tersebut, pihaknya berhasil mengumpulkan berton-ton sampah yang ada di pesisir laut Tarakan. Melihat kondisi itu ia pun merasa prihatin dan meminta masyarakat untuk selalu menjaga dan sangat memperhatikan lingkungan pesisir.

“Semua ini dari kebiasaaan kita. Jadi harus diawali dari diri kita sendiri yaitu bertekad tidak membuang sampah ke laut dan harus punya tekad menjaga kebersihan laut,” tegasnya.

Ditambahkan Indrajit, kegiatan peduli lingkungan seperti itu diharapkan bisa terus berjalan dan pihaknya akan bekerja sama dengan nelayan yang ada Tarakan, melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). “Terutama bagi yang suka membuang sampah di laut harus dikenakan denda. Kemudian kita berharap Kota Tarakan ini bisa jadi contoh wilayah pesisir yang bersih dan kita harapkan itu bisa terwujud,” bebernya.

Selama ini ia menilai kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Untuk itu, ia berharap peran dari masyarakat untuk menjaga lingkungan sangat dibutuhkan. “Jadi siapa saja yang sengaja membuang sampah di laut pasti akan merasa bersalah. Secara psikologis yaitu rasa bersalah membuang sampah sembarangan karena sudah merasa bersih,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua HNSI Kaltara Nur Hasan menambahkan selama ini pihaknya melalui para nelayan pancing, pukat dan petambak selalu siap ikut membantu kegiatan bersih sampah di wilayah pesisir. “Kami turunkan 300 orang dan jumlah itu bisa bertambah tapi memang masih air besar dan panen makanya jumlah yang bisa turun hanya segitu, sebenarnya masih bisa lebih lagi. Hari ini ada 100 kapal yang ikut serta,” imbuhnya.

“Sampah ini pesisir ini cukup banyak dan menjadi masalah bagi nelayan. Kadang nelayan yang pergi melaut, ada sampah yang sangkut di mesin dan itu bisa jadi masalah. Kemudian dari hasil tangkapan juga sangat berpengaruh, karena akibat sampah membuat kesulitan bagi nelayan untuk bisa mendapatkan ikan,” imbuh. (*/jhn/*/naa/zar/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…

Kamis, 18 April 2019 09:46

Idolakan Joko Widodo, Ada yang Prediksi Prabowo Menang

Antusias embah-embah di panti jompo, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*