MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 21 Februari 2019 13:55
Digagas Wanita Misterius, Penyumbang Kian Ramai

Kedai Sedekah Gratis Ramaikan Aktivitas Ibadah

SEDEKAH: Nur Khalifa (48) Salah satu warga penyumbang rutin ke Kedai Sedekah Gratis. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Bersedekah memang dapat dilakukan dengan berbagai cara, memberi sumbangan ke anak yatim piatu, kaum jompo, kaum duafa, atau bahkan jamaah rumah ibadah. Seperti yang dilakukan Nur Khalifah atau yang akrab disapa Ibu Khalifah yang merupakan seorang pedagang kue sekaligus penyumbang kue rutin di Kedai Sedekah Gratis.

AGUS DIAN ZAKARIA

TIDAK perlu menjadi kaya dulu baru mau bersedekah. Selagi bisa kenapa tidak sekarang,”. Itulah kalimat yang diungkapkan Nur Khalifah seorang warga yang menjadi menjadi penyumbang kue gratis.

Bangun pukul 03.00 WITA dini hari untuk membuat kue merupakan kegiatan rutin Nur Khalifah setiap hari. Sebagai pedagang kue, tentunya rutinitas seperti itu sudah dijalankannya bertahun-tahun. Namun Nur Khalifah bukanlah pedagang kue biasa, ia bersama kakaknya Siti Wahyuni (51) merupakan penyumbang kue rutin di Kedai Sedekah Gratis yang bertempat di musala Nurul Islam, RT 43 kelurahan Karang Anyar.

Meski bukan penyumbang kue satu-satunya, namun Nur Khalifah bersama kakaknya merupakan pedang kue satu-satunya yang menjadi donatur rutin setiap harinya. Nur Khalifah menerangkan, awalnya etalase tersebut didatangkan oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Kemudian beberapa warga meyakini wanita penyumbang etalase tersebut merupakan perwakilan salah satu pesantren di Jawa.

Dikatakannya, wanita tersebut juga merupakan penyumbang pertama kali kue yang dibeli darinya untuk ditaruh di etalase tersebut. Meski begitu, sejak penyumbang kue sudah banyak, wanita penyumbang etalase tersebut tidak pernah datang lagi.

Sejak saat itu akhirnya Khalifah bersama kakaknya menggantikan peran wanita tersebut sebagai penyumbang kue rutin. “Awalnya itu ada ibu-ibu saya lupa namanya dia perwakilan pesantren Darul Ulum, itu pesantren dari jombang,” bebernya.

Ia mengaku tidak mengerti kenapa sampai hingga ke Tarakan. Dia minta izin sama pengurus musala menaruh rak kue. Setelah itu pengurus musala mempersilakan. Nah setelah itu, wanita yang tidak diketahui namanya itumembeli kue darinya dan menaruh di etalase yang disumbangkannya. Setelah itu satu persatu orang ikut menyumbang kue dan akhirnya dirinya pun juga ikut menyumbang karena kebetulan ia berjualan kue di depan musala saat pagi. Melihat beberapa orang yang menyumbang membuatnya sebagai pedagang kue merasa perlu berkontribusi untuk menghidupkan sedekah itu. “Jadi saya memutuskan setiap pagi menyumbangkan kue dagangan untuk jamaah musala sarapan,” ujarnya kemarin (20/2).

Meski paling sering berinteraksi dengan seorang wanita penyumbang etalase, namun ia tidak mengetahui identitas wanita tersebut. Ia menerangkan sejak masih rutin menaruh kue di etalase tersebut, wanita itu hanya datang untuk mengisi etalase dan kembali menghilang.

“Tidak ada yang tahu identitas orang yang menaruh rak ini, yang kami taunya dia salah satu orang dari pesantren. Perwakilan pesantren Darul Ulum yang katanya pesantren di Jombang,” jelasnya.

Walau demikian, sejak adanya etalase tersebut sekitar 3 bulan lalu, Kedai Sedekah Gratis yang dulunya hanya berjalan seminggu sekali. Namun, kini banyaknya penyumbang kue dan akhirnya Kedai Sedekah Gratis berjalan setiap hari.

“Sudah jalan 3 bulan. Awalnya kuenya diisi seminggu sekali saja itu setiap hari Jumat yang awalnya diisi yang yang naruh lemari ini. Tapi setelah banyak orang yg menyumbang akhirnya dia tidak datang lagi. Akhirnya sebulan terakhir ini lemari kuenya terus diisi setiap hari,” tuturnya.

Ia menerangkan, setiap harinya selalu ada saja orang baik yang sengaja membeli kue dagangannya untuk ditaruh di etalase Kedai Sedekah Gratis. Kedai tersebut tidak hanya berbagi kepada jamaah musala. Namun, hadirnya kedai tersebut mempengaruhi penjualan kuenya.

“Kadang orang lewat beli kue saya, terus masukan ke situ. Tapi saya juga tiap hari sumbang kue ke situ. Jadi walaupun sudah ada yang masukan saya tetap masukan juga. Alhamdulillah setelah menyumbang kue ke musala setiap hari dagangan kue kami tambah laris,” tuturnya.

Tidak hanya kue yang disediakan setiap hari. Namun, setiap Jumat ia dan kakaknya sengaja membuat nasi kuning untuk ditaruh pada etalase kedai tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk musafir yang singgah dan dapat menikmati makanan tersebut sebelum menjalankan salat Jumat.

“Biasanya tiap Jumat naruh (nasi kuning, Red) 20 sampai 30 bungkus. Alhamdulillah selalu habis karena setiap Jumat banyak musafir singgah mau salat Jumat. Sebelum salat mereka kadang makan,” terangnya.

Sementara itu, Takmir Mushola Nurul Islam H. Budiono menerangkan dengan adanya Kedai Sedekah Gratis ini musala Nurul Islam menjadi semakin ramai. Dengan adanya Kedai Sedekah Gratis tentunya para musafir yang singgah menunaikan salat dapat mencicipi kue yang tersedia.

“Syukurlah karena kedai gratis ini tidak hanya membuka jalan untuk warga yang ingin sedekah. Tapi memberi dampak positif bagi aktivitas ibadah di musala ini,” jelasnya.

Ia berharap tidak hanya ada di musala Nurul Islam saja. Melainkan di semua masjid di Tarakan. Karena dengan adanya Kedai Sedekah pada semua rumah ibadah. Tentu dapat merangsang umat agar lebih meningkatkan amalan sedekah. “Agar masyarakat dapat meningkatkan sedekahnya,” tutupnya. (***/eza)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*