MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 21 Februari 2019 13:50
DBD Meningkat, Fogging Dilakukan Terfokus
BERANTAS NYAMUK DEWASA: Petugas kesehatan saat melakukan pengasapan di wilayah yang ditemui kasus DBD. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kasus demam berdarah kembali merebak, terbukti dalam dua bulan terakhir di awal 2019 ini sudah ditemukan 94 kasus dan satu orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Subono mengatakan saat ini ada peningkatan dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2018 lalu. Dilihat secara nasional, banyak daerah di Indonesia yang mengalami kejadian luar biasa (KLB).

“Artinya, fenomena peningkatan KLB ini tidak hanya terjadi di Tarakan saja, tetapi sifatnya sudah nasional,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah memiliki SOP untuk pencegahan maupun penanggulangan DBD. Untuk pencegahannya dilakukan sosialisasi 3M plus, kemudian juga melakukan sosialisasi kepada tokoh-tokoh masyarakat, Ketua RT dan kepala-kepala sekolah terkait.

Berbagai sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat terus bergerak untuk peduli terhadap lingkungan. Supaya tidak ada ruang atau media yang menjadi perkembangbiakan sumber penyakit seperti nyamuk demam berdarah dan tikus penyebar Leptospirosis. Pihaknya mengharapkan adanya kepedulian, karena penyakit ini banyak terjadi disebabkan oleh lingkungan dan perilaku masyarakat yang hampir mencapai 70 persen.

“Sedangkan untuk 30 persennya kemungkinan akibat turunan atau lainnya. Tetapi sebagian besar penyakit disebabkan oleh lingkungan dan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, semua kelurahan sampai saat ini sudah ada kasus DBD dan yang terbanyak terjadi di Karang Anyar. Karena wilayah Karang Anyar yang lebih luas dibandingkan wilayah lainnya. Meski di dua bulan pertama tahun 2019 ini sudah mencapai 94 kasus, di Tarakan sampai saat ini belum masuk KLB. Karena di Tarakan termasuk endemik, seluruh kelurahan di Tarakan tidak ada yang terbebas dari DBD dan itu sudah menjadi sejarah sejak dahulu.

Pihaknya juga saat ini melakukan fogging tetapi secara terfokus, dan ini sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP). Ada laporan dari RT yang warganya terkena DBD, nantinya akan ditunggu laporan apakah positif atau tidak dari rumah sakit karena lewat laboratorium. Jika hanya gejala saja, tentunya belum positif, sehingga menunggu laporan dari rumah sakit dari hasil tes. Setelah positif, maka akan dilakukan penyelidikan epidemologi, dari petugas puskesmas melakukan survei di daerah sekitar kasus terjadi.

“Kalau memang terjadi penularan secara positif di daerah itu, maka akan dilakukan fogging terfokus di sekitar daerah itu. Radius sekitar 200 meter, sebanyak 2 kali. Di awal dan di akhir,” jelasnya. (*/naa/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*