MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 21 Februari 2019 13:48
Angkutan Konvensional Tak Menolak Teknologi
KONVENSIONAL: Sejumlah angkutan kota yang melintas di Simpang THM menuju arah Jalan Yos Sudarso Kota Tarakan, Rabu (20/2). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Tidak menolak kemajuan teknologi, angkutan konvensional juga sebenarnya bersedia menggunakan teknologi dalam pengoperasian angkutan umum.

Itu disampaikan langsung Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Tarakan, Hamka Arfah saat dikonfirmasi. Adanya protes yang terjadi antara sopir SPTI dan transportasi online sebenarnya merupakan bentuk adanya ketidakadilan terhadap perlakuan hukum adanya angkutan konvensional dan angkutan online. Sehingga kondisi tersebut menimbulkan peaku angkutan konvensional merasa perlunya kepastian hukum.

“Kami sebelumnya meminta maaf kepada masyarakat Kota Tarakan. Sebenarnya tidak bermaksud melarang angkutan online di sini (Tarakan, Red) beroperasi. Tapi maunya kita ini selesaikanlah izinmu dulu baru mengangkut penumpang. Kami saja yang sudah lama mengikuti aturan, masa mereka yang baru ini tidak mau diatur,” tuturnya kemarin (20/2).

Dikatakannya, seharusnya angkutan online tidak serta merta dan seenaknya memasuki wilayah tanpa adanya perizinan dari pemerintah setempat. Selain itu ia menerangkan, sebagai badan yang telah lebih dulu berkecimpung di dunia transportasi di Kota Tarakan, seharusnya angkutan online memberikan iktikad baik dalam meminta izin kepada badan yang lebih dulu berada di kawasan tersebut. Sehingga keberadaannya tidak menimbulkan pertentangan di mana pun ia hadir.

“Begini, misalnya kita ingin masuk di sebuah rumah, tidak mungkin kita masuk tanpa permisi sama orang yang di dalamnya lebih dulu. Nah seperti itulah kami. Ibaratnya kami ini penghuni dari dulu, paling tidak mereka datang kah memperkenalkan diri atau minimal mereka juga mengurus izin seperti yang kita lakukan. Kalau yang lebih dulu saja mengikuti aturan kenapa mereka yang baru ini malah melawan hukum,” ujarnya.

Ia menerangkan, pihaknya bersedia jika pemerintah mau membuat sistem dalam jaringan (daring) yang melibatkan sopir angkutan konvensional. Karena menurutnya, kemajuan zaman memang tidak bisa terbantahkan dan mau tidak mau angkutan konvensional harus berjalan mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut dimaksudkan agar seluruh pekerja transportasi darat bisa dapat eksis di era yang semakin maju.

“Kemarin baru kita diskusikan dengan teman-teman kami sangat berharap pemerintah provinsi bisa membuatkan pelat kuning ini sistem online, kita pikir dengan begitu, kami jamin tidak ada gesekan lagi. Karena selama ini teman-teman berpikir kami yang ada selama ini kok tidak dirangkul. Jadi timbul kecemburuan sosial. Kami memang selama ini kelihatan menolak, tapi sekarang kami sadar kemajuan teknologi tidak bisa dicegah,” ungkapnya.

Ia menerangkan, ke depannya pihaknya berencana menemui Wali Kota terpilih untuk menyampaikan aspirasi seluruh pekerja angkutan konvesional. Menurutnya dengan begitu, maka perseturuan antara angkutan online dan konvensional dapat diminimalisir

“Kami berencana akan menyampaikan aspirasi kami kepada Wali Kota terpilih nanti. Kami sudah belajar untuk terbuka terhadap teknologi karena mau tidak kita pasti menuju ke situ. Tinggal bagaimana pemerintah lagi maukah mereka membuat sistem untuk kami gunakan beroperasi,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kordinator salah satu transportasi online di Kota Tarakan Indra Wahyudi menerangkan, pihaknya mendukung jika angkutan konvensional memiliki kemauan menggunakan sistem online. Karena menurutnya, hal tersebut dapat memberikan masyarakat pilihan sesuai keinginan. Selain itu, perseteruan antara angkutan daring dan konvensional di jalan dapat diminimalisir.

“Bagus dong kalau teman-teman konvensional sudah sadar hal ini. Karena ini era milenial, era kemudahan. Segala pelayanan tersedia dalam genggaman tangan. Kalau mau buat sistem berbasis online sendiri, tidak masalah. Malah lebih baik lagi karena masyarakat punya banyak pilihan,” singkatnya. (*/zac/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*