MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Februari 2019 11:27
‘Bertemu’ Ayah Setelah 12 Tahun Hilang Kontak

Kisah Anton, Wakil Kalimantan Utara di Liga Dangdut

BERBAKAT: Anton, salah satu kontestasn Liga Dangdut yang mewakili Kaltara. DOKUMENTASI PRIBADI

PROKAL.CO, Ajang pencarian bakat ramai mengisi acara televisi. Hingga melakukan rekrutmen ke setiap provinsi. Di Liga Dangdut (Lida)  Indosiar, ternyata tidak hanya ada nama Adrian Adi Saputra alias yang mewakili Kalimantan Utara (Kaltara), tetapi juga ada AntoniusGabriel Haryanto (20) alias Anton. Anton mendapat hikmah di balik keikutsertaannya di Lida Indosiar tahun ini.

YUSTINA LUMBAA

ANTON, anak dari Karti dan Amran Harianto, merupakan warga Tarakan yang kini masih terus berjuang untuk dapat memenangkan kompetisi itu. Motivasinya membawa nama Kaltara di ajang nasional, juga dengan niat untuk dapat mencari sang ayah yang telah hilang kontak selama 12 tahun.

Sejak berusia 4 bulan, Anton telah ditinggalkan oleh sang ayah yang merantau ke Afrika untuk bekerja. Sejak saat itu, Dia tidak lagi pernah lagi berhubungan maupun bertemu dengan sang ayah. Kerinduan akan kasih sayang ayah yang tidak pernah dirasakannya, menjadi salah satu semangat untuk dapat menemukan kembali sang ayah dengan mengikuti ajang bergengsi ini.

Dengan bakat menyanyi yang dimilikinya, Anton mencoba untuk mengikuti ajang dangdut itu. Selama ini diakuinya senang dan suka sekali menyanyi lagu pop, hanya setahun belakangan menyukai dan mencoba bernyanyi dangdut. Anton juga pernah mengikuti ajang ini tahun lalu, itu juga dikarenakan dipaksa oleh temannya yang mengakui bakat terpendam yang dimilikinya. Meski saat itu tidak lolos, Dia kembali mencoba di tahun ini dan akhirnya lolos.

Mengikuti audisi juga tidak dengan paksaan siapa pun, tetapi memang dengan niat dari hatinya. Saat lolos audisi, diakuinya tidak ada satu pun yang percaya karena belum pernah melihat dirinya menyanyi lagu dangdut. Tetapi setelah panitia mengiriminya tiket untuk ke Jakarta mengikuti kompetisi, orang terkejut.

“Waktu lolos audisi awalnya ditelepon dari panitia, tetapi tidak ada yang percaya dan mengatakan kalau itu hanya penipuan. Tetapi pas dapat tiket, semuanya langsung percaya dan dukung penuh,” katanya.

Saat ke Jakarta, sampai saat ini berada di asrama sebagai finalis 48 besar, diakuinya harus meninggalkan sang ibu di Tarakan sendirian karena sedang sakit. Tetapi doa restu sang ibu membawanya berjuang sendiri di Jakarta.

Dari ajang ini diyakininya dapat berkomunikasi kembali dengan sang ayah. Anton benar-benar bisa melihat wajah sang ayah dengan melakukan video call. Ayahnya akhirnya tahu anaknya setelah menonton Youtube dari rekannya.

Anton menjadi bahagia dan bersyukur, dengan usaha dan kesabarannya menanti akhirnya bisa dipertemukan dan melihat kembali Ayah yang sangat dirindukan selama ini.

Meski karena mengikuti kompetisi ini, dirinya harus mendapatkan kabar buruk juga karena harus dipecat dari tempatnya bekerja, dia tetap bersyukur. Jika dirinya tidak mengambil kesempatan ini, tentunya tidak akan bisa melihat dan mengetahui kabar sang ayah. Kerinduan yang selama ini akhirnya terobati.

“Itulah perjuangan yang harus saya tempuh, meski mendapatkan kabar bahwa dipecat dari pekerjaan, saya tetap bersyukur kepada Allah untuk hikmat yang telah diberikan,” tuturnya.

Anton kini sudah berada di top 48 dan kembali akan berkompetisi pada 28 Februari mendatang untuk meperebutkan top 36. Sehingga saat ini hanya mengharapkan dukungan dari masyarakat Tarakan dan yang terpenting dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Karena membawa nama Kaltara, dirinya berharap ada dukungan agar menjadi lebih bersemangat dalam berkompetisi. Selama ini tidak pernah mendapatkan dukungan sama sekali.

Dirinya tidak sampai mengharapkan pemerintah datang ke Jakarta untuk mendukung, tetapi hanya dengan video dukungan semangat saja. Maka sudah sangat senang dan bangga. Selama ini hanya beberapa saja yang menyampaikan dukungan, dan tidak mendapatkan dukungan langsung dari pemerintah. “Kami ini membawa nama Kalimantan Utara, antusias masyarakat sudah sangat besar, tinggal menunggu dukungan dari pemerintah lagi,” ujarnya. (*/lim)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*