MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Februari 2019 11:27
‘Bertemu’ Ayah Setelah 12 Tahun Hilang Kontak

Kisah Anton, Wakil Kalimantan Utara di Liga Dangdut

BERBAKAT: Anton, salah satu kontestasn Liga Dangdut yang mewakili Kaltara. DOKUMENTASI PRIBADI

PROKAL.CO, Ajang pencarian bakat ramai mengisi acara televisi. Hingga melakukan rekrutmen ke setiap provinsi. Di Liga Dangdut (Lida)  Indosiar, ternyata tidak hanya ada nama Adrian Adi Saputra alias yang mewakili Kalimantan Utara (Kaltara), tetapi juga ada AntoniusGabriel Haryanto (20) alias Anton. Anton mendapat hikmah di balik keikutsertaannya di Lida Indosiar tahun ini.

YUSTINA LUMBAA

ANTON, anak dari Karti dan Amran Harianto, merupakan warga Tarakan yang kini masih terus berjuang untuk dapat memenangkan kompetisi itu. Motivasinya membawa nama Kaltara di ajang nasional, juga dengan niat untuk dapat mencari sang ayah yang telah hilang kontak selama 12 tahun.

Sejak berusia 4 bulan, Anton telah ditinggalkan oleh sang ayah yang merantau ke Afrika untuk bekerja. Sejak saat itu, Dia tidak lagi pernah lagi berhubungan maupun bertemu dengan sang ayah. Kerinduan akan kasih sayang ayah yang tidak pernah dirasakannya, menjadi salah satu semangat untuk dapat menemukan kembali sang ayah dengan mengikuti ajang bergengsi ini.

Dengan bakat menyanyi yang dimilikinya, Anton mencoba untuk mengikuti ajang dangdut itu. Selama ini diakuinya senang dan suka sekali menyanyi lagu pop, hanya setahun belakangan menyukai dan mencoba bernyanyi dangdut. Anton juga pernah mengikuti ajang ini tahun lalu, itu juga dikarenakan dipaksa oleh temannya yang mengakui bakat terpendam yang dimilikinya. Meski saat itu tidak lolos, Dia kembali mencoba di tahun ini dan akhirnya lolos.

Mengikuti audisi juga tidak dengan paksaan siapa pun, tetapi memang dengan niat dari hatinya. Saat lolos audisi, diakuinya tidak ada satu pun yang percaya karena belum pernah melihat dirinya menyanyi lagu dangdut. Tetapi setelah panitia mengiriminya tiket untuk ke Jakarta mengikuti kompetisi, orang terkejut.

“Waktu lolos audisi awalnya ditelepon dari panitia, tetapi tidak ada yang percaya dan mengatakan kalau itu hanya penipuan. Tetapi pas dapat tiket, semuanya langsung percaya dan dukung penuh,” katanya.

Saat ke Jakarta, sampai saat ini berada di asrama sebagai finalis 48 besar, diakuinya harus meninggalkan sang ibu di Tarakan sendirian karena sedang sakit. Tetapi doa restu sang ibu membawanya berjuang sendiri di Jakarta.

Dari ajang ini diyakininya dapat berkomunikasi kembali dengan sang ayah. Anton benar-benar bisa melihat wajah sang ayah dengan melakukan video call. Ayahnya akhirnya tahu anaknya setelah menonton Youtube dari rekannya.

Anton menjadi bahagia dan bersyukur, dengan usaha dan kesabarannya menanti akhirnya bisa dipertemukan dan melihat kembali Ayah yang sangat dirindukan selama ini.

Meski karena mengikuti kompetisi ini, dirinya harus mendapatkan kabar buruk juga karena harus dipecat dari tempatnya bekerja, dia tetap bersyukur. Jika dirinya tidak mengambil kesempatan ini, tentunya tidak akan bisa melihat dan mengetahui kabar sang ayah. Kerinduan yang selama ini akhirnya terobati.

“Itulah perjuangan yang harus saya tempuh, meski mendapatkan kabar bahwa dipecat dari pekerjaan, saya tetap bersyukur kepada Allah untuk hikmat yang telah diberikan,” tuturnya.

Anton kini sudah berada di top 48 dan kembali akan berkompetisi pada 28 Februari mendatang untuk meperebutkan top 36. Sehingga saat ini hanya mengharapkan dukungan dari masyarakat Tarakan dan yang terpenting dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Karena membawa nama Kaltara, dirinya berharap ada dukungan agar menjadi lebih bersemangat dalam berkompetisi. Selama ini tidak pernah mendapatkan dukungan sama sekali.

Dirinya tidak sampai mengharapkan pemerintah datang ke Jakarta untuk mendukung, tetapi hanya dengan video dukungan semangat saja. Maka sudah sangat senang dan bangga. Selama ini hanya beberapa saja yang menyampaikan dukungan, dan tidak mendapatkan dukungan langsung dari pemerintah. “Kami ini membawa nama Kalimantan Utara, antusias masyarakat sudah sangat besar, tinggal menunggu dukungan dari pemerintah lagi,” ujarnya. (*/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…

Selasa, 21 Mei 2019 12:33

Masjid Al-Amin Simbol Organisasi Muhammadiyah

Masjid Al-Amin merupakan salah satu masjid terbesar di Jalan Yos…

Selasa, 21 Mei 2019 11:44

Pertamina Isyaratkan Harus Ditertibkan

TARAKAN– Pertamina EP (PEP) harus menghentikan produksi salah satu sumurnya…

Selasa, 21 Mei 2019 11:39

Buka Bersama Nenek Ngatiah di Samping Pemakaman

Jika sebelumnya kegiatan Sahur dan Buka Bareng Yuk (SBY) Radar…

Selasa, 21 Mei 2019 11:38

JANGAN MOLOR LAGI..!! Waktu Pelunasan Jemaah Haji Ditambah Seminggu

TARAKAN – Dua tahap pelunasan biaya penyelenggara ibadah haji (BPIH)…

Selasa, 21 Mei 2019 11:31

Makin Dekat Lebaran, Calo Tiket Mulai Beraksi

TARAKAN – Memasuki H-15 Idulfitri, sebagian besar warga bersiap-siap melakukan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:30

Kemenkes Instruksikan Tingkatkan Kewaspadaan Monkeypox

TARAKAN – Meski di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tarakan belum…

Selasa, 21 Mei 2019 11:06

Mencoba Kabur, Kaki Pelaku Ditembak

NEKAT ingin melarikan diri saat diminta untuk menunjukkan barang bukti,…

Selasa, 21 Mei 2019 11:05

Tersangka Ajukan Praperadilan

TERSANGKA perkara sabu berinisial MR yang diamankan oleh Badan Narkotika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*