MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Februari 2019 11:41
ST Divonis Penjara 7 Tahun
REKONSTRUKSI: Adegan yang diperagakan pelaku dan sejumlah saksi serta anggota kepolisian saat melakukan rekonstruksi. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Usai melakukan aksi pembunuhan, anak di bawah umur berinisial ST (16), divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Nunukan dengan hukuman kurungan penjara selama 7 tahun.

ST pun menerima putusan majelis hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Nunukan kemarin. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan masih pikir-pikir tindakan selanjutnya yang harus diambil.

Dalam sidang, hakim memutuskan ST terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Mengakibatkan kematian sebagaimana ang diatur pasal Pasal 365 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan pidana penjara selama 7 tahun. “Ya, divonis 7 tahun dengan pasal yang sama dengan tuntutan kami (JPU) sebelumnya. Hanya saja kami tuntut yang bersangkutan dengan pidana hukuman penjara selama 10 tahun,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Nunukan, Andi Saenal kepada media ini.

Sementara penasihat hukum (PH) ST, tidak hadir dalam sidang terakhir klientnya. ST pun pasrah dan menerima putusan hakim. Sementara JPU pun pihaknya masih pikir-pikir dahulu untuk ambil tindakan selanjutnya. “Lebih baik menerimanya, karena hukumannya bisa saja jadi di atas putusan hakim yang sekarang. Tapi nantilah kami pikir-pikir dulu. Lagipula diberikan waktu sepekan untuk mengambil tindakan lagi,” beber Andi.

Pemicu ST divonis 7 tahun lantaran kasus pembunuhan yang dilakukannya di di Desa Liang Butan, Kecamatan Krayan. Sebelum ST tertangkap polisi, korbannya memang ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan. Korban mengalami puluhan luka di sekujur tubuhnya. Juga luka bacok di kepala. Bahkan jari korbannya juga ada yang putus. Belum lagi sejumlah luka lebam di bagian tubuh lainnya seperti di bagian dada.

Korban bernama Sumisih asal Jawa, yang merupakan pemilik warung “Bu Sum”. Ia sudah berada belasan tahun di Krayan. Ia diketahui tinggal sendirian tanpa keluarganya dan sosoknya dikenal ramah di mata masyarakat sekitarnya. Bahkan, diketahui tidak ada warga Kranyan yang tidak mengenal Sumisih. Namun tak disangka ajalnya datang pada insiden nahas yang terjadi tahun lalu ini. (raw/ash)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…

Senin, 18 Maret 2019 10:40

ADUHHH..!! Kualitas Gizi Anak 6-14 Tahun Rendah

NUNUKAN – Tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kembali…

Senin, 18 Maret 2019 10:34

Pengetahuan Warna Surat Suara Minim

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak sisa 30 hari lagi,…

Senin, 18 Maret 2019 10:33

Lahan Seluas 10 Hektare Terbakar Lagi

NUNUKAN – Kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Sei Jepun,…

Senin, 18 Maret 2019 10:28

Polis Marine Malaysia Tangkap Speedboat Reguler

NUNUKAN – Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0911 Nunukan…

Senin, 18 Maret 2019 09:36

Peluang Terangkat ASN Hilang

NUNUKAN – Selain dihapus, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018…

Senin, 18 Maret 2019 09:35

SDM Menipis, Usulan Tambahan Nihil

NUNUKAN – Jumlah SDM  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*