MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Februari 2019 13:45
Kelola Padi, Petani Masih Senang Cara Lama
ENGGAN BERALIH: Petani masih suka gunakan cara lama dalam menugal padi. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Kebiasaan para petani menggarap lahannya dengan cara menugal atau padi gunung sudah sejak lama dilakukan bahkan puluhan tahun sehingga sangat sulit bagi para petani beralih mengelola pertanian dengan cara modern yang ditawarkan oleh pemerintah.

Petani menganggap bahwa hasil tugal jauh lebih banyak apalagi padi jenis ini minim pengairan. Seperti yang diungkapkan salah satu petani di Kecamatan Sesayap, Agus belum lama ini bahwa padi tugal juga tidak membutuhkan banyak bibit.

“Sudah menjadi kebiasaan nenek moyang kami kalau mengelola pertanian terutama menanam padi pakai cara tugal, karena letaknya di pegunungan makanya kami tidak membutuhkan air yang banyak seperti menggarap sawah kebanyakan orang sekarang ini, masih tetap bertahan dengan kebiasaan lama,” katanya.

Ia mengaku kebiasaannya menanam padi hanya untuk makan keluarga dan jika ada kelebihan saat panen akan dibagikan ke tetangga, kerabat saja tanpa mau menjualnya. Sebab ia sendiri selain menggarap padi tugal juga terbiasa bekerja di salah satu perusahaan swasta, makanya garapan padi tugal ini tidak ditanganinya setiap hari dan masih tetap menghasilkan padi sesuai keinginannya.

“Malahan kami petani sekitar diajarkan menanam padi cara modern agak bingung, sebab banyak betul yang harus dikerjakan, bibit yang kami tebar tidak banyak tapi hasil lumayan dan setelah panen kami akan langsung berpindah ke lahan yang jauh lebih subur dan ini sudah kami lakukan sejak lama,” ujarnya.

Kebiasaan petani lokal inilah yang menjadi pekerjaana rumah (PR) bagi pemerintah melalui instansi terkait sebab pemerintah sedang giat-giatnya meningkatkan pertanian baik dari petani lokal dan petani non lokal yang sedang menggarap pertanian di Kabupaten Tana Tidung (KTT). (*/rko/udn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 10:23

Medsos Dibatasi, Pedagang Daring di KTT Merugi

TANA TIDUNG – Para pedagang yang kerap berbisnis secara daring…

Jumat, 24 Mei 2019 10:22

Penumpang Speedboat Baru Ramai Mulai H-7 Idulfitri

TANA TIDUNG – Selama bulan Ramadan ini, pengusaha speedboat di Tana…

Jumat, 17 Mei 2019 09:51

Harga Telur Merangkak Naik

TANA TIDUNG – Sejak memasuki bulan Ramadan, harga beberapa bahan…

Kamis, 16 Mei 2019 11:07

Setiap Hujan, Jalan Berubah Jadi ‘Sungai’

TANA TIDUNG – Tak terhitung berapa lama warga menderita karena…

Senin, 13 Mei 2019 11:19

Caleg Terpilih Terancam Tak Dilantik

TANA TIDUNG -  Total 10 partai politik peserta Pemilu 2019 telah…

Kamis, 09 Mei 2019 11:09

Sebut Ibrahim Ali Layak Jadi Ketua DPRD

TANA TIDUNG - Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tana Tidung…

Selasa, 07 Mei 2019 12:09

Puasa Pertama Banjir Pesanan

TANA TIDUNG– Hari pertama puasa Ramadan,  permintaan akan kelapa parut…

Senin, 29 April 2019 12:37

Dinkes Kembali Lakukan Fogging

TANA TIDUNG – Mengantisipasi terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas…

Jumat, 26 April 2019 09:45

Laksanakan PSU di Tiga TPS

TANA TIDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Tidung menggelar…

Jumat, 26 April 2019 09:43

Pastikan Ketersediaan BBM Aman Saat Ramadan

TANA TIDUNG – Menjelang bulan suci Ramadan, pasokan dan stok…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*