MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Februari 2019 14:21
Antrean Panjang, SPBU Baru Menyusul
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, PERMASALAHAN antrean panjang pengguna bahan bakar minyak (BBM) yang ada di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terus berlanjut. Sehingga Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) bersepakat dengan Pemkot Tarakan untuk melakukan pembatasan pembelian.

Wakil Ketua DPRD Tarakan Muddain mengatakan pihaknya sudah bersepakat untuk memberikan pembatasan pembelian, karena saat ini pembatasan pembelian dilakukan untuk mengantisipasi pengetap. Pihaknya juga meminta kepada Pertamina agar melakukan kajian penelitian terhadap rekaman CCTV untuk dikaji siapa saja orang-orang yang sering melakukan pembelian secara berulang-ulang dalam satu hari.

“Sehingga menjadi dasar kami untuk dapat mengambil keputusan terhadap hasil penelitian dari CCTV,” katanya.

Untuk mengurai kemacetan agar pelayanan lebih maksimal pihaknya juga meminta agar ada kajian penambahan SPBU. Ternyata SPBU baru yang baru dibangun sudah 60 persen hampir rampung dan berada di Simpang Ladang. Selain itu, pihaknya juga meminta penindakan secara tegas kepada para pengetap, agar tidak rapat berulang-ulang dan permasalahan bisa cepat untuk selesai.

“Kalau tidak tegas, hal ini akan terjadi terus berulang-ulang dan tidak akan selesai,” tuturnya.

Sementara itu, Sales Eksekutif Retail III Pertamina Tarakan Andi Reza Ramadhan menuturkan terkait permasalahan antrean panjang di SPBU, dari Pertamina sudah berinisiatif terlebih dahulu untuk melakukan penyesuaian penyaluran sesuai dengan kebutuhannya. Kemudian dari itu, maka pihaknya menunggu peraturan daerah (perda) terkait penyesuaian penyaluran nanti, untuk angka pasti penyesuaian penyalurannya kepada masyarakat.

“Ini murni untuk masyarakat, kami bertugas untuk ketertiban pengisian di masyarakat, dan pengisian sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Karena permasalahan ini terjadi karena adanya pengetap yang membuat masyarakat harus mengantre berjam-jam. Dari pihaknya juga sudah melakukan berbagai tindakan seperti pembinaan maupun teguran dan otomatis berharap untuk Maret mendatang sudah bisa dilihat hasilnya dari hasil kebijakan yang diputuskan saat ini maupun yang telah dilakukan.

“Jadi untuk saat ini masih belum bisa dievaluasi, karena kami juga baru memulai ini. Evaluasi nantinya, bisa satu sampai dua minggu, nanti dari itulah bisa dilihat efektif kebijakannya,” jelasnya.

Jika sudah efektif, maka kebijakan ini akan diteruskan. Tetapi apabila dari Pemkot atau DPRD memutuskan pada kebijakan baru, maka pihaknya tetap akan mengikuti selama utnuk pelayanan kepada masyarakat.

Sementara untuk pembinaan, jika tidak diindahkan maka akan diberikan sanksi yang bermacam-macam. Mulai dari 1 minggu, tiga minggu, maupun empat minggu, dan bisa mencapai tiga bulan. Dan terparah yakni akan memberhentikan izinnya sesuai dari rekomendasi Pemkot.

Sementara untuk pembangunan SPBU baru, saat ini sudah dalam proses persyaratan di Kelurahan Pamusian. Karena pihaknya merasa di Tarakan untuk dua SPBU itu sudah tidak mencukupi lagi atau memang sudah seharusnya ditambah. Jadi target pihaknya di akhir tahun atau awal tahun depan SPBU itu sudah beroperasi sehingga masyarakat tidak perlu fokus ke dua SPBU yang ada di Jalan Mulawarman dan Gunung Lingkas saja, karena saat ini sudah ada tiga buah. Untuk produk BBM yang masuk ada premium, pertalite, pertamax, dan untuk solar kemungkinan disediakan non-subsidi.

“Kami targetkan di akhir 2019 sudah bisa beroperasi, itu harapan besar kami. Jikalau ada kendala cuaca atau barang-barang yang tidak bisa sampai di Tarakan, jadi paling lambat awal tahun depan sudah bisa beroperasi,” jelasnya. (*/naa/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 14:53

Pikirkan Tujuan Hidup Lebih Dulu

Setiap anak muda dipastikan memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil.…

Senin, 18 Februari 2019 13:25

UMKM Jualan ‘Dalam Kandang’

Kenaikan harga kargo yang mencapai 50-70 persen, berimbas pada masyarakat…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Kapolres: Pengetap Nekat Akan Ditindak Tegas

TARAKAN- Belakangan ini antrean cukup panjang di pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Februari 2019 13:21

Kumpul Terus Voucer, Rebut Hadiahnya!

MINGGU ini, surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan kembali membagikan…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

Habis Terbakar, Meniti Usaha dari Nol Lagi

Bertahun-tahun membangun usaha, warung makan milik Rahima habis dalam hitungan…

Senin, 18 Februari 2019 13:02

Satgas Bansos Target Penyaluran Beras Bulog

USAI dibentuk di tingkat Polres, Satuan Petugas (Satgas) Bantuan Sosial…

Senin, 18 Februari 2019 12:59

Retribusi Baliho Berharap dari Pihak Ketiga

TARAKAN– Di musim kampanye Pemilu 2019 ini, ternyata tak memberi…

Senin, 18 Februari 2019 12:57

Ajukan Anggaran Rp 10 M ke Provinsi

TARAKAN - Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang…

Senin, 18 Februari 2019 12:56

Hanya Dimanfaatkan Politikus

TARAKAN - Buruknya kondisi jalan sudah dirasakan warga RT 15…

Senin, 18 Februari 2019 09:19

Pungli PTSL, DPR RI Sebut Ketua RT

TARAKAN – Pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*