MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Februari 2019 14:03
Waspada Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

BMKG Tarakan Sebut Terjadi Hingga 14 Februari

PERINGATAN DINI: BMKG pusat mencantumkan peringatan dini dari 11 Februari hingga 14 Februari, khusus perairan Kaltara masuk ke dalam tinggi gelombang sedang yang berada di atas 1,5 hingga 2,5 meter. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Jika Anda ingin bepergian melalui jalur laut selama 3 hari ke depan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal tersebut. Sebab saat ini tinggi gelombang di Kalimantan Utara sudah mencapai 1,5 hingga 2 meter.

Kepada Radar Tarakan, Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Raa’ina Farah Nur Annisa, S.Tr mengatakan bahwa pada dasarnya proses terjadinya gelombang dipengaruhi oleh angin. Sebab semakin kencangnya angin, maka tinggi gelombang akan semakin tinggi. “Jadi kalau misalkan ada awan cibi (cumulonimbus) yang konvektif biasa ada petir dan kilat, itu juga kadang mempengaruhi ketinggian gelombang meskipun dalam waktu singkat,” bebernya.

Awan cibi juga mengakibatkan angin yang berada tepat di bawah awan cibi menjadi kencang, sehingga jika terjadi di perairan, maka akan terjadi perubahan kenaikan gelombang secara tiba-tiba dalam waktu tersebut. “Kalau gelombang tinggi yang diakibatkan awan cibi itu biasanya terjadi lokal, tapi kalau ini dari kondisi atmosfer, karena anginnya dari timur laut,” jelasnya.

Pada kawasan tengah Kalimantan sedang memiliki sirkulasi eddy atau vortex yang biasanya bertekanan rendah. Secara spesifik, angin merupakan udara yang gerak dari tekanan tinggi ke rendah. Untuk itu, di tengah Kalimantan terjadi perputaran rendah, sehingga hal tersebut memicu terjadinya gangguan atmosfer di daerah Kalimantan sehingga menyebabkan angin di Kaltara menjadi kencang. “Karena angin kencang itulah, maka ketinggian gelombang pun bertambah. Jadi faktor ketinggian gelombang saat ini disebabkan angin,” ucapnya.

Untuk diketahui, menurut informasi dari BMKG pusat tercantum peringatan dini dari 11 Februari hingga 14 Februari 2019. Untuk itu, khusus perairan Kaltara masuk ke dalam tinggi gelombang sedang yang berada di atas 1,5 hingga 2,5 meter.

Melalui hal tersebut, Raa’ina mengimbau agar setiap nelayan dapat bersikap waspada dan menggunakan perahu nelayan yang berada di atas 1,5 meter, sedang kapal tongkang harus berada di atas 1,5 meter. “Untuk saat ini diimbau buat nelayan dan kapal-kapal tongkang, berhati-hati saja. Ini bukan hanya disebabkan kondisi lokal saja, tapi juga secara umum. Sampai 3 hari kedepan, angin masih kencang yang menyebabkan tinggi gelombang, utamakan keselamatan,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang ingin melakukan pemberangkatan jalur laut, Widi mengatakan bahwa dirinya sedang mengantar sang suami untuk berangkat ke luar kota melalui jalur laut. Namun seperti biasa, para penumpang tidak diberi instruksi apapun dari pihak pelabuhan. “Tapi di pertengahan jalan, suami saya cerita katanya gelombang air laut masuk lewat jendela yang nggak ditutup,” katanya.

Suami Widi dan penumpang lain yang tidak mengetahui kondisi tingginya gelombang di permukaan laut tetap bersikap biasa, dikarenakan tidak mengetahui keadaan tinggi gelombang saat ini. Namun, ketika suami Widi berangkat pada pukul 15.20 Wita, keadaan speedboat menjadi miring dan tidak stabil, sehingga setiap penumpang menjadi panik, ac menjadi mati karena terkena percikan air laut. “Jadi pintu dibuka, dan penumpang sudah pada siap-siap mau keluar di pintu karena panik,” ujarnya.

Meski begitu, ketika hendak sampai tujuan, keadaan air sungai telah stabil tidak seperti ketika berada di laut. Suami Widi juga sempat melihat adanya beberapa speedboat yang berhenti di tengah sungai, dikarenakan takut menyebrang melalui air laut. “Jadi speedboat banyak yang berjejer karena takut lewat air laut, apalagi gelombangnya tinggi gitu,” pungkasnya. (*/shy/fly)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 14:53

Pikirkan Tujuan Hidup Lebih Dulu

Setiap anak muda dipastikan memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil.…

Senin, 18 Februari 2019 13:25

UMKM Jualan ‘Dalam Kandang’

Kenaikan harga kargo yang mencapai 50-70 persen, berimbas pada masyarakat…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Kapolres: Pengetap Nekat Akan Ditindak Tegas

TARAKAN- Belakangan ini antrean cukup panjang di pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Februari 2019 13:21

Kumpul Terus Voucer, Rebut Hadiahnya!

MINGGU ini, surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan kembali membagikan…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

Habis Terbakar, Meniti Usaha dari Nol Lagi

Bertahun-tahun membangun usaha, warung makan milik Rahima habis dalam hitungan…

Senin, 18 Februari 2019 13:02

Satgas Bansos Target Penyaluran Beras Bulog

USAI dibentuk di tingkat Polres, Satuan Petugas (Satgas) Bantuan Sosial…

Senin, 18 Februari 2019 12:59

Retribusi Baliho Berharap dari Pihak Ketiga

TARAKAN– Di musim kampanye Pemilu 2019 ini, ternyata tak memberi…

Senin, 18 Februari 2019 12:57

Ajukan Anggaran Rp 10 M ke Provinsi

TARAKAN - Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang…

Senin, 18 Februari 2019 12:56

Hanya Dimanfaatkan Politikus

TARAKAN - Buruknya kondisi jalan sudah dirasakan warga RT 15…

Senin, 18 Februari 2019 09:19

Pungli PTSL, DPR RI Sebut Ketua RT

TARAKAN – Pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*