MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Februari 2019 14:03
Waspada Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

BMKG Tarakan Sebut Terjadi Hingga 14 Februari

PERINGATAN DINI: BMKG pusat mencantumkan peringatan dini dari 11 Februari hingga 14 Februari, khusus perairan Kaltara masuk ke dalam tinggi gelombang sedang yang berada di atas 1,5 hingga 2,5 meter. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Jika Anda ingin bepergian melalui jalur laut selama 3 hari ke depan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal tersebut. Sebab saat ini tinggi gelombang di Kalimantan Utara sudah mencapai 1,5 hingga 2 meter.

Kepada Radar Tarakan, Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Raa’ina Farah Nur Annisa, S.Tr mengatakan bahwa pada dasarnya proses terjadinya gelombang dipengaruhi oleh angin. Sebab semakin kencangnya angin, maka tinggi gelombang akan semakin tinggi. “Jadi kalau misalkan ada awan cibi (cumulonimbus) yang konvektif biasa ada petir dan kilat, itu juga kadang mempengaruhi ketinggian gelombang meskipun dalam waktu singkat,” bebernya.

Awan cibi juga mengakibatkan angin yang berada tepat di bawah awan cibi menjadi kencang, sehingga jika terjadi di perairan, maka akan terjadi perubahan kenaikan gelombang secara tiba-tiba dalam waktu tersebut. “Kalau gelombang tinggi yang diakibatkan awan cibi itu biasanya terjadi lokal, tapi kalau ini dari kondisi atmosfer, karena anginnya dari timur laut,” jelasnya.

Pada kawasan tengah Kalimantan sedang memiliki sirkulasi eddy atau vortex yang biasanya bertekanan rendah. Secara spesifik, angin merupakan udara yang gerak dari tekanan tinggi ke rendah. Untuk itu, di tengah Kalimantan terjadi perputaran rendah, sehingga hal tersebut memicu terjadinya gangguan atmosfer di daerah Kalimantan sehingga menyebabkan angin di Kaltara menjadi kencang. “Karena angin kencang itulah, maka ketinggian gelombang pun bertambah. Jadi faktor ketinggian gelombang saat ini disebabkan angin,” ucapnya.

Untuk diketahui, menurut informasi dari BMKG pusat tercantum peringatan dini dari 11 Februari hingga 14 Februari 2019. Untuk itu, khusus perairan Kaltara masuk ke dalam tinggi gelombang sedang yang berada di atas 1,5 hingga 2,5 meter.

Melalui hal tersebut, Raa’ina mengimbau agar setiap nelayan dapat bersikap waspada dan menggunakan perahu nelayan yang berada di atas 1,5 meter, sedang kapal tongkang harus berada di atas 1,5 meter. “Untuk saat ini diimbau buat nelayan dan kapal-kapal tongkang, berhati-hati saja. Ini bukan hanya disebabkan kondisi lokal saja, tapi juga secara umum. Sampai 3 hari kedepan, angin masih kencang yang menyebabkan tinggi gelombang, utamakan keselamatan,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang ingin melakukan pemberangkatan jalur laut, Widi mengatakan bahwa dirinya sedang mengantar sang suami untuk berangkat ke luar kota melalui jalur laut. Namun seperti biasa, para penumpang tidak diberi instruksi apapun dari pihak pelabuhan. “Tapi di pertengahan jalan, suami saya cerita katanya gelombang air laut masuk lewat jendela yang nggak ditutup,” katanya.

Suami Widi dan penumpang lain yang tidak mengetahui kondisi tingginya gelombang di permukaan laut tetap bersikap biasa, dikarenakan tidak mengetahui keadaan tinggi gelombang saat ini. Namun, ketika suami Widi berangkat pada pukul 15.20 Wita, keadaan speedboat menjadi miring dan tidak stabil, sehingga setiap penumpang menjadi panik, ac menjadi mati karena terkena percikan air laut. “Jadi pintu dibuka, dan penumpang sudah pada siap-siap mau keluar di pintu karena panik,” ujarnya.

Meski begitu, ketika hendak sampai tujuan, keadaan air sungai telah stabil tidak seperti ketika berada di laut. Suami Widi juga sempat melihat adanya beberapa speedboat yang berhenti di tengah sungai, dikarenakan takut menyebrang melalui air laut. “Jadi speedboat banyak yang berjejer karena takut lewat air laut, apalagi gelombangnya tinggi gitu,” pungkasnya. (*/shy/fly)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:02

Empat Partai Kejar-kejaran

TARAKAN – Data Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Sistem Informasi…

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*