MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Februari 2019 13:47
Modus Online Dikenakan UU ITE

Korban Arisan Mengadu ke Polisi

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, Meja penyidik di Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mulai akrab dengan kasus penipuan arisan online sejak tahun lalu. Awal tahun ini, Polres kembali menerima laporan penipuan arisan online. Korbannya banyak. Rerata menelan kerugian, karena sejumlah uang yang mereka setorkan tak kunjung dikembalikan.

SETIAP kali muncul kasus, polisi bolak-balik memediasi dua pihak, korban dan pengelola arisan. Agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Ujung penyelesaiaannya, meminta kepada pengelola menunaikan iktikad baiknya, mengembalikan seluruh uang korban, meski dicicil.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tarakan AKP Choirul Jusuf mengungkapkan, dalam penanganan kasus arisan pihaknya mengawali penyelidikan dengan mempelajari cara pelaku melakukan modusnya dalam beraksi. Misalnya, pelaku yang didapati beraksi melalui arisan online, maka akan dikenakan Undang-Undang (UU) Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Sementara untuk kasus arisan yang dilakukan secara langsung, pelaku bisa dikenakan pidana umum.

“Untuk pidana umum itu bisa kami kenakan pasal penipuan atau penggelapan. Jadi kami lihat dulu kasusnya,” tutur Choirul meneruskan arahan Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyahwan, pekan lalu.

Beberapa kasus, seperti yang diterima laporannya baru-baru ini kemudian dilimpahkan ke kepolisian sektor. Hal tersebut juga dilakukan lantaran penanganan perkara arisan cukup memakan waktu, yaitu pemeriksaan saksi-saksi yang cukup banyak.

Selain itu, lanjut lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) itu, dalam penanganan kasus  penipuan arisan biasanya pihak kepolisian sangat membutuhkan saksi dari korban yang mengalami perkara tersebut. Kemudian untuk bukti, kepolisian akan menilai cara pelaku beraksi, mulai dari cara mengajak korban untuk mengikuti arisan online.

“Kalau dia menggunakan Facebook, maka akan kami buka dan sita akunnya. Sama juga kalau menggunakan WhatsApp, maka kami akan menyita HP untuk mendalami bagaimana cara dia mengajak,” bebernya.

Untuk pelaku penipuan arisan online yang dikenakan pidana umum, pelaku bisa saja dilakukan penahanan apabila terbukti bersalah. Namun untuk UU ITE, pelaku tidak ditahan lantaran ancamannya hanya 4 tahun. Untuk pidana umum, pelaku penipuan online bisa dikenakan Pasal 372 dan 378 KHUP tentang penipuan.

Dalam Pasal 372 berbunyi, barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Sementara itu, untuk Pasal 378 berbunyi, barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat atau dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

“Sempat di masyarakat kalau mau uangnya kembali. Hal tersebut bisa saja namun harus ke ranah perdata,” tuturnya.

Jika penyelesaian secara perdata, biasanya  para pelaku keterlambatan melakukan pembayaran lantaran masih ada beberapa anggota yang belum menyetorkan uang arisan. Sehingga owner dari arisan tersebut harus menunggu waktu juga untuk membayarnya. “Biasanya untuk kasus arisan kita lakukan mediasi dulu, tapi biasanya masyarakat. Tapi masyarakat biasanya ke polisi minta ditahan, padahal penahanan bukan syarat mutlak untuk penanganan kasus,” ujarnya.

 

MELANGGAR SYARIAH

Maraknya penipuan berkedok arisan online semakin mengkhawatirkan masyarakat. Pasalnya dalam prosesnya masyarakat dapat dengan mudah terbuai oleh iming-iming yang ditawarkan si owner.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan Syamsi Sarman menerangkan, jika arisan bukanlah suatu kegiatan yang dilarang agama.

“Arisan itu pada prinsipnya boleh, artinya itu temasuk transaksi yang keuntungannya bergantian. Mungkin tepatnya sebuah sistem tabungan, di mana hasilnya diperoleh secara bergantian. Dari aspek-aspek syariahnya sebenarnya tidak ada yang dilanggar. Ketika dia jatuh pada arisan online, pelanggaran syariah antara anggota, admin kemudian penyelenggara itu bisa jadi tidak saling mengenal. Kita hanya mengenal lewat dunia maya. Kita tidak tahu siapa penyelenggaranya, bagaimana orangnya, apakah bisa dipercaya atau tidak,” terangnya, kemarin (10/2).

Namun jika arisan sudah masuk dalam ranah online maka risiko terhadap penipuan akan semakin besar. Sehingga menurutnya arisan online telah melanggar syariah.

“Sangat besar risiko penipuannya, ketika uangnya sudah terkumpul semua kemudian bandarnya lari bagaimana, peserta tidak bisa menuntut karena informasi tentang pelaku sangat terbatas. Pada aspeknya itulah yang kemudian arisan online itu tidak boleh. Meskipun dasar hukum arisan itu tidak dilarang,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini tidak sedikit arisan online yang menggunakan jurus embel-embel bonus untuk memperdaya korbannya. Meski pada kenyataannya arisan online tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Dalam proses menghadirkan bonus tersebut dikhawatirkan menggunakan cara riba.

“Saran kami arisan online dihindari. Karena lebih banyak mudaratnya lebih besar resikonya. Ada juga arisan online yang menjanjikan bonus atau hadiah. Jadi hati-hati dengan janji yang membuat peserta tergiur dengan bonus. Karena arisan sebenarnya tidak ada hadiahnya karena itu kan sistemnya hanya menabung. Kalau arisan online yang menjanjikan bonus sesuatu itu sudah ada unsur bunga uang. Riba. Mengambil keuntungan dari peserta kemudian mengumpulkan terus menjadikan uang itu bonus. Itu sudah melanggar syariah,” tuturnya.

Ia menerangkan, meski hukum halal-haram arisan online tidak tercantum secara langsung dalam sebuah hadis dan Alquran. Namun karena sistem arisan online yang memiliki unsur riba, maka larangan riba tersebut banyak ditemukan dalam Alquran maupun hadis. Ia menegaskan, selain arisan online, sistem keuangan apa pun yang mengandung unsur riba maka kegiatan tersebut dapat menjadi haram.

“Kalau langsung menyentuh ke arisan online-nya tidak ada, tapi dalam Alquran Allah itu menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Di mana unsur riba-nya, ketika arisan online sudah menjanjikan keuntungan-keuntungan, itu bisa dipastikan keuntungan itu berasal dari uang arisan yang dibungakan. Sistem keuangan apa pun, ketika di dalamnya ada riba, agama kita sudah mengharamkannya,” jelasnya. (zar/*/zac/lim)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 12:26

2,5 Jam, 42 Rumah Ludes

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap permukiman…

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop: Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…

Selasa, 18 Juni 2019 12:22

Karya Menembus Ajang Bergengsi Nasional

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan…

Selasa, 18 Juni 2019 11:51

Tarakan Dapat 55 Titik PJUTS

TARAKAN - Sebanyak 300 unit lampu penerangan jalan umum tenaga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:49

Gagal Memerkosa, Pelaku Curi HP

TARAKAN – Personel dari unit Jatanras, Satreskrim Polres Tarakan berhasil…

Selasa, 18 Juni 2019 11:47

Pejalan Kaki Keluhkan Tidak Adanya Trotoar

TARAKAN – Pejalan kaki yang melewati Jalan Dipenogoro mengeluhkan tidak…

Selasa, 18 Juni 2019 11:46

Transaksi Tunai Capai Rp 643,4 Miliar

TARAKAN – Selama Ramadan hingga Idulfitri 1440 H, jumlah transaksi…

Selasa, 18 Juni 2019 11:45

Samsat Keliling Mulai Beroperasi

TARAKAN – Samsat Keliling yang dimiliki Kantor Pelayanan Samsat Induk…

Selasa, 18 Juni 2019 11:44

Pasar Kampung Empat Terkendala Jalan

TARAKAN - Pasar yang berada di Kelurahan Kampung Empat hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*