MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Februari 2019 13:25
Yansen TP: Pak Hendris Sudah Menyelesaikan Tugas dengan Baik

Cerita Purna Tugas Drs. Hendris Damus, M.Si (Bagian IV-habis)

PENUH KEBERSAMAAN: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si saat mengucapka terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Drs. Hendris Damus, M.Si yang telah mengabdikan diri selama 34 tahun sebagai ASN dan dengan jabatan terakhir sebagai Sekkab Malinau. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Seorang Bupati pasti punya ikatan emosional yang kuat dengan seorang Sekretaris Kabupaten (Sekkab). Hal itu tentu juga terjadi antara Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.S dengan Drs. Hendris Damus, M.Si yang pernah bertugas menjadi Sekkab Malinau selama kurang lebih dua tahun.

AGUSSALAM SANIP

Pada kesempatan pelepasan purna tugas Hendris Damus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Sekkab Malinau, Bupati Malinau Yansen TP bercerita sedikit hubungannya dengan mantan Sekkab Malinau tersebut. Secara pribadi, ia mengaku pernah merasakan susahnya hidup dengan tempakul, hidup dengan kepiting dan hidup dalam dinginnya cuaca bersama Hendris.

Untuk itu, ketika seorang Hendris Damus memujinya dalam acara purna tugas, ia pun juga bercerita tentang Hendris Damus. Namun, bukan berarti dirinya akan balik memuji. “Tadi beliau (Hendris Damus) menceritakan tentang saya, tapi marilah kita tidak bangga dan tidak sombong kalau dipuji orang. Biasanya orang dipuji itu hilang, tidak terasa terbang di langit, lalu lupa daratan. Salah-salah bisa jatuh, sakit,” ujar Yansen.

Kalau dipuji orang, kata Bupati, coba dicernai benar apa tidak pujian itu. Kalau benar, maka teruskan yang telah diperbuat dengan cara yang sama. Namun, kalau salah, maka harus diubah. Sebab, mungkin saja itu sebuah sindiran agar harus lebih baik seperti yang dimaksud.

Dikatakan Bupati, dirinya mengenal perjuangan seorang Hendris yag sangat luar biasa. Saat sekolah, walaupun orang tuanya bisa dikatakan orang tua yang punya tekad semangat dan diteladani perilakunya. Tapi, seorang Hendris tidak menyombongkan diri dan tetap membumi di sekolah.

“Kalau bapak ibu membayangkan cerita ini apa iya betul? Betul bapak ibu,” tegas pria yang hanya beda setahun lebih muda dari Hendris ini.

Diceritakan, dulu, suami Dorlence tersebut membuat pondok di belakang rumahnya. Jadi, waku itu setiap hari dirinya menyeberang dari rumah ke pondok Hendris hanya ingin menggoreng ikan selangat.

Karena, kalau air pasang, ia berdua memasang pukat (jaring) dan saat air surut banyak ikan yang masuk di dalam pukat. Setelah dapat, ikan digoreng untuk dimakan bersama. “Jadi kita goreng ikan. Jadi walaupun susah, tapi banyak ikan yang disediakan Tuhan,” kenangnya.

Bupati pun menyilakan membayangkan kehidupan mereka saat itu. Namun, dirinya pribadi tidak membayangkan itu susah, karena memang ia sudah susah waktu itu. Berjuang, susah hidup di kampung orang.

Ada satu hal yang berkesan dirasakan Yansen dengan Hendris. Kalau ke sekolah, Hendris selalu rapi dan orang tidak tahu tinggal di sebuah gubuk. Menurutnya, gubuk atau pondok yang ditempati Hendris itu aneh, tidak ada pintunya. Dan pondok tersebut tiangnya tepat di gundukan-gundukan yang merupakan sarang atau tempatnya tempakul.

“Jadi di sini tempat tidur, di sini tempat masak. Ini lubang. Jadi kalau pasang pukat itu langsung, sambil dilihatnya ikan-ikan itu berenang di situ,” kisahnya.

Dengan menceritakan hal tersebut, agar menjadi pelajaran yang positif bahwa jika melihat masa lalu Hendris dan kemudian melihat saat melepas purna tugas di usia 34 tahun dengan tugas yang bisa dikatakan puncak bagi seorang ASN, yaitu jabatn Sekkab, maka itu bukan suatu persoalan mudah.

Soal ada yang menilai kurang dan menilai lebih, semua orang punya kekurangan dan punya kelebihan. Tapi kekurangannya, belum tentu setara dengan kelebihan yang dimiliki Hendris Damus. Sebab, kadang-kadang kekurangan orang itu lebih baik dari kehidupan orang lain. Hal ini, kata Bupati, terjadi pada semua. Oleh sebab itulah, ia meminta tidak usah membangga-banggakan, apalagi ASN saat melaksanakan tugas bangga dan mau dipuji.

“Kita hidup memang harus berbuat. Kita bekerja, kita mengabdi. Kuncinya sekarang kalau kita merasakan sesuatu pengakuan, kita yakin, kita kerja dengan sungguh-sungguh seperti apa yang telah kita lakukan,” katanya.

Itulah yang dirinya rasakan dengan Hendris Damus. Walaupun masa lalu susah, tapi apa yang tergambar dalam Hendris, menurutnya sesuatu yang impresif dan mengesankan. Dan seorang Hendris bisa jadikan model untuk kehidupan ke depan. “Kalau mau tahu apa, silakan tanya ke beliau. Betul nggak cerita Pak Yansen itu. Betul nggak,” tuturnya.

"Di sini pasti tahu tuh Pak Hendris hidup dengan tempakul dan kepiting. Tetapi saya bukan merendah, tetapi bapak ibu harus sadar, bahwa konsep hidup kita ke depan maju itu adalah diri kita yang punya sikap terus dan terus positif. Ini yang saya rasakan dengan Pak Hendris Damus,” ungkapnya menimpali.

Kemudian kisah saat Hendris menjadi Sekkab. Saat masuk ke Malinau, Yansen sudah mengenali Hendris jauh sebelumnya, seperti yang dikatakan Hendris bahwa dekat dengan dirinya. Tapi, dengan tegas Bupati mengatakan bahwa bukan karena kedekatan itu pula Hendris diangkat menjadi Sekkab.

Tapi karena memang mempunyai kapasitas yang relatif tepat untuk mengemban tugas Sekkab dibandingkan dengan yang lain pada masa itu. Sehingga, apa yang diembankan hasilnya bisa disaksikan. Memang, keberhasilan bukan karena diri pribadi, tapi keberhasilan dari diri pribadilah bisa mengubah orang lain untuk berhasil membangun keberhasilan. Itulah yang menurutnya harus dibangun.

Sebab, kalau dicatat semenjak Hendris jadi Sekkab, dari sisi penyelenggaraan pemerintahan Malinau meraih opin Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Denga hal itu, berarti penyelenggaraan tugas Sekkab berjalan.

“Kalau disiplin, jalan. Ya seperti Irau kemarin jalan. Itu tidak mudah. Tetapi itu semua hasil daripada akumulasi dari kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh kita semua, tapi dipandu oleh gaya seorang pemimpin. Jadi untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya kira saudara Sekda atau pak Hendris sudah menyelesaikan tugas dengan baik,” tukasnya.

Oleh sebab itu, Bupati menganggap Hendris telah menjalankan tugas dengan baik. Sehingga terukirlah kalimat nama Malinau dengan prestasi yang ada selama ini, terlepas persoalan kerja sama semua pihak di lingkungan Pemkab Malinau, tapi peran seorang administrator dan seorang birokrat, pasti menjadi sesuatu yang pasti tercatat sebagai sebuah perjalanan sejarah dari Kabupaten Malinau.

“Saya atas nama pribadi, keluarga, pimpinan daerah dan seluruh ASN dan masyarakat Malinau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Drs. Hendris Damus, M.Si dan ibu serta keluarga yang telah memberikan sumbangan, tenaga, pikiran dan waktunya serta pengorbanan dalam banyak hal yang bapak ungkapkan maupun tidak diungkapkan yang kami ketahui. Pada kesempatan yang baik ini saya berterima kasih atas semuanya, semoga tugas pengabdian yang ada ini tidak berakhir begitu saja, tapi bapak laksanakan tugas baru dalam kapasitas baru, suasana baru, tetap untuk membangun Kabupaten Malinau,” pungkasnya. (***/fly)

loading...

BACA JUGA

Senin, 08 April 2019 10:58

Kesulitan Biaya Transportasi Pendistribusian

MALINAU – Dua hari jelang pendistribusian logistik 8-12 April untuk…

Senin, 08 April 2019 10:45

2019 BPN Akan Terbitkan 1.400 Sertifikat

MALINAU - Masyarakat Kabupaten Malinau yang mengikuti program Pengukuran Tanah…

Sabtu, 30 Maret 2019 10:02

RPH dan RPU Akan Difungsikan

MALINAU – Salah satu pengontrol dan sebagai sarana pengawasan ternak,…

Sabtu, 30 Maret 2019 10:01

Wacanakan Panen Pedet

MALINAU – Untuk membangkitkan semangat peternak sapi di Kabupaten Malinau,…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:04

Puluhan Massa Serang Kantor KPU

MALINAU – Disinyalir ada kesalahan perhitungan dan mengakibatkan salah satu…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:03

Mencari Cara Pendistribusian Logistik Pemilu

MALINAU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malinau masih berupaya untuk…

Senin, 18 Maret 2019 08:20

Pendistribusian Terkendala Biaya Transportasi

MALINAU – Gerak cepat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malinau,…

Senin, 18 Maret 2019 08:18

Blangko KIA Kurang 17 Ribu

MALINAU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Malinau…

Selasa, 12 Maret 2019 11:39

Pelaku Pembangunan Harus Kuasai Program Unggulan

MALINAU – Sebagai pelaku pembangunan Kabupaten Malinau, Satuan Tugas (Satgas)…

Selasa, 12 Maret 2019 11:36

Satgas Gerdema Harus Mengerti Visi Daerah

MALINAU – Kabupaten Malinau di era periode kedua kepemimpinan Dr.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*