MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Februari 2019 09:40
Orang Tua Mengutang demi ke Jakarta

Di Balik Perjuangan Rian, Wakil Kaltara di Liga Dangdut

MENJEMPUT MIMPI: Aksi panggung Rian memikat tiga juri Liga Dangdut yang ditayangkan salah satu televisi swasta, Sabtu 2 Februari lalu. YOUTUBE INDOSIAR

PROKAL.CO, Gul-gulali dunia, manisnya merasuk ke dalam jiwa

Meronai rasa berselera sukma bergairah

Gembira, bahagia

Semua nampak indah, aduhai manisnya

Semua nampak indah, aduhai manisnya

Duh manis gula gulali dunia

Manis tiada tara

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

ITULAH beberapa penggalan akhir laguberjudul Gulali yang dinyanyikan Rian, wakil Kalimantan Utara (Kaltara) yang terus melaju di ajang Liga Dangdut, Indosiar, Sabtu (2/2) malam.

Sepanjang lagu, Erie Susan dan Melly Goeslaw tersenyum, sementara Soimah mengangguk-anggukkan kepala sesekali memejamkan mata, menikmati lagu yang dilantunkan Rian. Rian sukses memikat tiga juri dengan lagu yang dirilis Rhoma Irama bersama Soneta Band pada 1995.

Di balik penampilan apiknya, tak banyak yang tahu bagaimana latar belakang pemilik nama lengkap Adrian Adi Saputra itu. Rian berasal dari keluarga sederhana. Kini telah berada di Jakarta, menjemput mimpinya, menjadi pedangdut profesional.

Rian, tumbuh dengan hobinya bernyanyi dengan susah payah. Suara merdunya tidak didapatkan dari pelatihan khusus atau pun les menyanyi. Namun bakat alam yang dimilikinya sejak lahir.
Sulfi (42) orang tua Rian menceritakan, sejak kecil anaknya pendiam itu jarang bergaul dengan lingkungan sekitar. Lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyanyi.

Hobi lain Rian, yakni seni bela diri. Puluhan medali dan sederet piala dikumpulkan dari berbagai kejuaraan kempo.

“Dia memang senang menyanyi. Dia ini senang di rumah tidak terlalu sering bermain. Pulang sekolah paling di rumah saja. Dia juga pernah mewakili provinsi di kejuaraan kempo pelajar,” ujar Sulfi, Senin (4/2).

Meski jarang bergaul di luar sepulang sekolah, Rian merupakan pribadi yang rendah hati dan senang berbagi kepada sesama. Sehingga, tidak heran jika Rian mendapat dukungan penuh dari teman-temannya.

“Rian ini memang disukai semua teman-temannya. Kalau dia sakit saja, banyak sekali teman-temannya datang menjengguk. Teman-temannya bilang si Rian ini orangnya senang membantu semua teman makanya kalau tidak turun sekolah sehari saja pasti ada temannya datang ke rumah,” ungkapnya.
Sebagai ayah, Sulfi merasakan kebahagiaan yang besar dengan lolosnya Rian ke babak 64 besar. 

“Kami sangat bangga memiliki anak yang bisa mengharumkan nama daerah. Meski kami dari keluarga pas-pasan tapi Rian mampu mengangkat derajat keluarga atas usahanya,” ungkapnya.

Meski respons masyarakat cukup besar, namun keluarga Rian bingung dengan biaya untuk melanjutkan kompetisi tersebut.

“Kami berterima kasih terhadap respons warga Kaltara yang sangat besar. Tapi belum ada perhatian khusus dari pemerintah kota dan provinsi. Padahal Rian ini membawa nama Kalimantan Utara,” ujarnya.

Pria kelahiran Sidrap 1976 itu menerangkan, bahkan untuk mendukung Rian langsung di Jakarta, ia rela meminjam uang kepada bos di tempatnya bekerja. Hal itu dilakukan atas harapan besar keluarga untuk melihat Rian memenangkan kontes dangdut tersebut.

“Terus terang, mau berangkat saja saya harus pinjam uang ke bos saya. Kami memang dapat bantuan tiket cuma 1 sedangkan orang tua ada dua. Karena harapan kami sangat besar melihat Rian langsung, mau tidak mau kami harus mencari uang tambahan biaya tiket satu lagi,” tuturnya.

Meski demikian, Sulfi bersyukur beberapa sanak saudara, keluarga dan tetangga juga turut membantu mengumpulkan uang untuk biaya tiket pesawat keluarga Rian. Sehingga saat ini tiket sudah dapat terbeli.

“Kami juga berterima kasih banyak orang yang peduli dengan perjuangan kami. Sehingga upaya kami untuk mendapatkan tiket tercapai,” ujarnya dengan air mata terus menetes.

Sulfi hanyalah seorang buruh pelabuhan berpenghasilan tak pasti. Tampilnya Rian di panggung Liga Dangdut membawa harapan bagi keluarga.

Suriani (38), sang ibu berharap semoga penampilan Rian di babak 64 besar ini mendapatkan dukungan besar dari warga Kaltara. Selain itu ia berharap jika Rian kembali lolos di babak 64, pemerintah dapat memberikan sedikit perhatian, agar seluruh  keluarga dapat memberikan dukungan kepada Rian secara langsung.

“Harapan kami Rian bisa lolos ke babak selanjutnya dan kami sangat berharap dukungan warga Kaltara. Selain itu kami  berharap sedikit adanya perhatian dalam upaya kami agar bisa mendukung langsung di sana. Karena upaya kami tidak semata-mata untuk mendukung anak, tetapi memberikan semangat pada perwakilan Kaltara juga,” ujarnya. (***/lim)

 

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 14:53

Pikirkan Tujuan Hidup Lebih Dulu

Setiap anak muda dipastikan memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil.…

Senin, 18 Februari 2019 13:25

UMKM Jualan ‘Dalam Kandang’

Kenaikan harga kargo yang mencapai 50-70 persen, berimbas pada masyarakat…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Kapolres: Pengetap Nekat Akan Ditindak Tegas

TARAKAN- Belakangan ini antrean cukup panjang di pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Februari 2019 13:21

Kumpul Terus Voucer, Rebut Hadiahnya!

MINGGU ini, surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan kembali membagikan…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

Habis Terbakar, Meniti Usaha dari Nol Lagi

Bertahun-tahun membangun usaha, warung makan milik Rahima habis dalam hitungan…

Senin, 18 Februari 2019 13:02

Satgas Bansos Target Penyaluran Beras Bulog

USAI dibentuk di tingkat Polres, Satuan Petugas (Satgas) Bantuan Sosial…

Senin, 18 Februari 2019 12:59

Retribusi Baliho Berharap dari Pihak Ketiga

TARAKAN– Di musim kampanye Pemilu 2019 ini, ternyata tak memberi…

Senin, 18 Februari 2019 12:57

Ajukan Anggaran Rp 10 M ke Provinsi

TARAKAN - Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang…

Senin, 18 Februari 2019 12:56

Hanya Dimanfaatkan Politikus

TARAKAN - Buruknya kondisi jalan sudah dirasakan warga RT 15…

Senin, 18 Februari 2019 09:19

Pungli PTSL, DPR RI Sebut Ketua RT

TARAKAN – Pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*