MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Februari 2019 09:30
Petrus Dipastikan Dapat Hak Pensiun

Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Tasbara

MANGKRAK: Speedboat Tasbara hingga kini masih berlabuh di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi Tasbara, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Petrus Kanisius dipastikan akan tetap mendapatkan hak pensiunnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Itu diungkapkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan, Serfianus kepada media ini ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut. Serfianus beranggapan, di masa pensiun Petrus yang hanya tinggal tiga bulan saja tersebut, dipastikan dahulu akan dilewati dibandingkan proses hukum yang juga akan dijalaninya mendatang.

“Ya, kan proses hukumnya yang bersangkutan pasti akan memakan waktu yang sangat panjang, sementara masa pensiunnya tinggal beberapa bulan saja lagi. Kemungkinan yang bersangkutan terlebih dahulu akan mendapatkan hak pensiunnya,” ujar Serfianus.

Selain itu, jika seorang ASN sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum dilakukan penahanan. ASN tersebut tetap akan bekerja sebagaimana mestinya. Nanti setelah ASN yang bersangkutan ditahan, barulah status ASN-nya akan dinonaktifkan.

Sementara pengajuan pemberkasan pensiun milik Petrus, diakui Serfianus telah diterima pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan. Hanya saja masih akan diperiksa lagi guna kelengkapan berkas.

Hal itu juga diakui Kepala BKPSDM Nunukan, Sabri kepada pewarta harian ini. Sabri mengaku berkas pensiun Petrus masih diperiksa untuk kelengkapan. Ditanya terkait status Petrus, pihaknya hanya menunggu petunjuk Badan Kepegawaian Negara (BKN) saja. “Ya, tentunya menunggu petunjuk BKN karena semua rekomendasi nantinya akan dikeluarkan oleh BKN,” singkat Sabri.

Untuk diketahui, Petrus sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tasbara sejak awal Januari lalu. Penyidikan yang berlangsung hampir 2 tahun dan ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nunukan itu, memang sudah di disoroti sejak 2016 lalu.

Pengadaan tasbara menghabiskan anggaran Rp. 3,98 miliar dan berasal dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tahun 2015 lalu. Kapal ternyata tidak bisa dipergunakan untuk kebutuhan seharusnya. Padahal Speedboat memiliki lebar 3,5 meter dan panjang 14 meter dan dilengkapi tiga unit mesin berkekuatan 250 PK ini berkapisatas 40 penumpang  dan terbuat dari fiber.

Tak hanya itu, penumpang dimanjakan dengan dua televisi, ruangan yang memiliki AC dan life jacket. Sedangkan untuk nakhoda dilengkapi dengan alat navigasi dan kompas. Perkembangan terakhir yang dihimpun media ini, Otoritas Pelabuhan Tawau Malaysia mengklaim Tasbara tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran internasional lantaran berbahan fiberglass dan bermesin gantung. (raw/zia)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 13:08

55 Deportan Dipulangkan ke Daerah Asal

NUNUKAN - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia…

Senin, 18 Februari 2019 13:06

Kapal Pelni Tidak Masuk Lagi

KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang, untuk sementara tidak berlayar…

Senin, 18 Februari 2019 09:10

Dililit Utang, Janjikan Tak PHK Karyawan

NUNUKAN – PT Sempurna yang kini berhenti melakukan pengelolaan crude…

Senin, 18 Februari 2019 09:10

Pelabuhan Minim Pengangkut Komoditas

NUNUKAN – Pelabuhan Tunon Taka Nunukan sedang kekurangan kapal pengangkut…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:09

Anggota PPK Terancam Disanksi

NUNUKAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas di Kecamatan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*