MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Februari 2019 11:52
Terpilih karena Juara Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional

Pelatihan 1.000 Tenaga Pendidik ke Luar Negeri (Bagian 2- habis)

SIAP BERANGKAT: FX Hasto Budi Santoso yang akan mengikuti diklat di Australia. IST

PROKAL.CO, Kesempatan tak datang dua kali. Fx Hasto Budi Santoso tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia masuk dalam 1.000 guru yang akan diklat ke luar negeri, yang diselenggarakan oleh  Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan dilaksanakan di beberapa Negara seperti Jepang, Australia, China, Jerman, Malaysia, Filiphina, New zealand dan lainnya.

YUSTINA LUMBAA

Fx Hasto Budi Santoso, merupakan seorang guru bahasa Inggris di SMPN 2 Tarakan, yang telah mengabdikan dirinya sebagai seorang tenaga pendidik selama 22 tahun sejak tahun 1997. Memiliki berbagai pengalaman dalam mengajar, Hasto sering mengikuti pelatihan dan juga berbagai lomba. Sebagai juara 2 olimpiade bahasa Inggris, tingkat nasional yang berlangsung di Lombok, Hasto berpeluang peluang mengikuti pelatihan di Australia bersama guru lainnya.

Olimpiade Bahasa Inggris yang diikutinya, di awali dengan seleksi tingkat kota, kemudian tingkat provinsi dan nasional. Mewakili Kalimantan Utara (Kaltara), Hasto dapat meraih juara dua dan dijanjikan akan mengikuti pelatihan di luar negeri yakni Australia. Berbagai persiapan telah dilakukannya, termasuk berkaitan dengan keimigrasian.

Diceritakannya, sesampai di Australia nanti, yang akan dipelajari dalam pelatihan yakni stem dan hots, yang merupakan konsep pembelajaran berbasiskan engineering, matematika, dan teknologi sains. Di dalamnya ada proses berpikir tingkat tinggi. Sebelumnya, setiap guru akan dibekali dengan tata karma, cara berbahasa di negara tujuan dan pengetahuan dasar yang akan dipelajari di sana.

“Karena banyak negara yang dituju, dan pastinya setiap tata karma dan bahasanya berbeda. Jadi harus mendapat pembekalan dulu agar tidak mempermalukan nama Indonesia di mata Negara lainnya,” jelasnya.

Usai pelatihan dan pulang kembali ke tempat asal, setiap guru yang telah mengikuti pelatihan, akan dilibatkan dalam pelatihan-pelatihan sebagai instruktur dengan sistem kontrak. Kemudian untuk di Tarakan, tentunya akan melakukan desiminasi kepada rekan-rekan yang ada di sekolah tempatnya mengajar.

Dan jika musyawarah kepala sekolah ingin memfasilitasi, maka Hasto bisa mempresentasikan di level kota. Menjadi instruktur sendiri yakni melibatkan diri dalam pelatihan di tingkat nasional, untuk melatih rekan-rekan guru lainnya.  “Jadi ada tanggung jawab, sepulang dari sana harus mau menjadi instruktur,” ungkapnya.

Diakuinya, Hasto juga pernah mengikuti pelatihan serupa di Amerika tetapi dalam program yang berbeda di tahun 2001. Karena di tahun itu, Indonesia mencoba untuk belajar tentang contekstual teaching and learning (CTL). CTL ini merupakan dasar untuk menyusun kurikulum yang berbasis kontekstual. Sehingga Hasto sebagai salah satu guru juga ikut pergi ke Amerika, kemudian belajar di sana.

Setelah pulang, menjadi instruktur dalam pelatihan-pelatihan di Medan, Surabaya, dan Denpasar. Hingga tahun 2005 kurikulum masih kurikulum berbasis kompetensi (KBK), yang didasari dari hasil pelatihan di Amerika. Setelah itu berubah kenjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dan saat ini sudah menjadi kurikulum 2013 (K13).

“Kami di Amerika kemarin lebih lama lagi, 1 bulan persiapan, 1 bulan di Amerika dan 1 bulan lagi pertemuan kembali di Malang,” bebernya.

Terpilihnya Hasto ke Amerika, juga melalui serangkaian tes. Diawali dengan tes kompetensi guru dan mendapatkan nilai yang bagus. Setelah itu melakukan berbagai tes lainnya dan memiliki nilai tertinggi dari setiap peserta tes sehingga terpilih ke Amerika.

“Setiap ada peluang, saja coba untuk mengambilnya. Dan dengan begitu saya bisa mengikuti berbagai pelatihan dan bisa untuk menerapkannya kepada setiap rekan guru dan juga murid-murid saya,” pungkasnya. (*/naa/nri)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…

Kamis, 18 April 2019 09:46

Idolakan Joko Widodo, Ada yang Prediksi Prabowo Menang

Antusias embah-embah di panti jompo, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*