MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 04 Februari 2019 14:55
Perayaan Imlek Penuh Makna
NUANSA IMLEK: Kelenteng Kong Hu Cu Toa Pek Kong siap menyambut Imlek besok. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TAK terasa Tahun Baru Imlek sudah menghampiri umat yang merayakan, tepatnya pada Selasa (5/2) besok. Lilin raksasa setinggi dua meter dengan berat masing-masing 30 kilogram (kg) pun sudah siap. Lilin ini akan dinyalakan umat saat datang sembahyang di Kelenteng Kong Hu Cu Toa Pek Kong.

Penjaga Kelenteng Kong Hu Cu Toa Pek Kong, Suwarno (74) mengatakan menjelang Tahun Baru Imlek 2570, tepatnya pada Selasa (5/2) besok, persiapan-persiapan di kelenteng atau tempat ibadah masyarakat Tionghoa ini sudah selesai.

Lilin raksasa setinggi dua meter, yang sepasangnya memiliki berat 60 kilogram (kg) dalam artian satu batang memiliki berat 30 kilogram, sudah disiapkan sebanyak 50 pasang. Tak hanya lilin raksasa, lilin kecil pun disiapkan sebanyak 30 pasang.

Konon, lilin-lilin ini digunakan berpasangan, seperti manusia yang hidup selalu berdampingan. Selain lilin, dupa yang disiapkan sebanyak 60 kilogram (kg). “Satu orang sepasang lilin. Jadi nanti datang sembahyang, kasih nyala lilinnya dulu baru dupa. Lilin, dupa dan kertas minyak sudah kami persiapkan,” terangnya.

Suwarno menjelaskan, Senin (4/2) malam, merupakan malam penyambutan Tahun Baru Imlek. Sekira pukul 20.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA, sebagian umat datang sembahyang dan menyalakan lilin. Lilin dibiarkan menyala hingga puncak Perayaan Tahun Baru Imlek, Selasa (5/2).

Pada puncak perayaan Imlek, biasanya umat mulai sembahyang di kelenteng sekitar pukul 06.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA. Pada Rabu (6/2), barulah lilin dipadamkan. Kemudian kembali dinyalakan setiap pagi, hingga hari ke-15 perayaan Imlek atau cap go meh.

“Biasanya kalau malam penyambutan, sedikit saja yang datang sembahyang. Besok paginya baru banyak yang datang. Sembahyang masing-masing, karena kalau bersamaan tidak muat ruangannya,” jelasnya.

Berkaca dari perayaan-perayaan sebelumnya, setahunya sebanyak 200 umat lokal yang datang sembahyang. Sementara ada juga umat yang berasal dari luar daerah, kebetulan berada di Tarakan.

“Bertambah dari luar daerah yang kebetulan tidak sempat pulang ke asalnya. Kalau pendatang sekitar 30-an umat,” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mulai malam penyambutan Imlek, kelenteng dijaga ketat oleh petugas keamanan. “Kalau keamanan, kami dibantu sama yang berwajib, jadi aman,” katanya.

Sedikit diulasnya, nantinya masing-masing umat yang datang sembahyang membawa persembahan seperti buah jeruk mandarin. Konon jeruk mandarin ini memiliki makna diberikan keselamatan dan kelancaran. Kemudian buah apel, melambangkan rezeki yang berlimpah.

“Ada buah pir juga, itu supaya lancar. Ada kue, yang maknanya rezekinya bertahap meningkat, sampai ke atas atau mekar. Ada sayuran juga. Jadi membawa syukuran, pada penutupan tahun, berhasil tidaknya umat tetap bersyukur,” bebernya.

Ia mengatakan, makna secara umum perayaan Imlek ini adalah umat tetap bersyukur. Apa pun yang terjadi sepanjang tahun, umat tetap bersyukur dan berharap di tahun mendatang kehidupan yang lebih baik.

MANFAATKAN GADGET BERSILATURAHMI

Tahun baru Imlek memang merupakan sebuah perayaan yang paling dinanti-nantikan oleh warga Tionghoa. Di era saat ini, apa saja yang dilakukan para generasi muda Tionghoa dalam Hari Raya Imlek nanti?

Salah satu pemuda Tionghoa Kota Tarakan, Kelvin Stefanus mengatakan bahwa hal yang biasanya dilakukan generasi milenial untuk melestarikan dan merayakan hari Tahun Baru Imlek ialah dengan membagikan perayaan lewat media sosial serta mengadakan perkumpulan perayaan agar tetap menjaga keharmonisan antarkeluarga.

“Komunikasi itu penting, karena bisa bertukar informasi juga sehingga budaya Imlek tidak punah seiring perkembangan zaman,” katanya.

Fanny, warga Tionghoa lainnya mengatakan bahwa Tahun Baru Imlek merupakan kesempatan bagi masyarakat Tionghoa untuk berkumpul guna melestarikan tradisi dan kebudayaan leluhur. Nah, saat menyambut perayaan Imlek banyak hal yang dilakukan seperti membersihkan seluruh rumah serta membuang semua peralatan yang sudah dianggap tidak terpakai, menyiapkan semua kebutuhan untuk hari Tahun Baru serta menghiasi rumah dengan lampion.

“Pada saat malam Tahun Baru Imlek adalah waktu untuk berkumpul dan makan bersama keluarga. Serta, menghormati leluhur dan mengucap syukur dengan mengadakan sembayang,” ucapnya.

Dharma Satriawan T, mengatakan bahwa pada dasarnya Imlek merupakan sebuah tradisi dari Tiongkok yang dirayakan oleh setiap keturunan Tiongkok. Nah, dalam tradisi Imlek ini biasanya  sanak keluarga yang jauh untuk merantau akan pulang ke daerahnya masing masing. Sementara itu, pada malam sebelum Imlek, setiap kepala keluarga melakukan acara reuni keluarga dengan makan bersama untuk mengikat tali persaudaraan agar makin erat.

“Biasanya sehari sebelum Imlek para keluarga sembahyang untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan bahwa setahun sudah terlewati dengan baik. Kami juga membuat pengharapan tahun yang akan datang lebih baik lagi daripada tahun sebelumnya,” tuturnya.

Menurut Dharma, penggunaan gadget dalam Tahun Baru Imlek memang penting dilakukan, mengingat adanya keluarga Tionghoa yang jauh sehingga sulit untuk mengucapkan perayaan Imlek secara langsung.

“Biasanya di jaman milenial ini kalau memang ada keluarga yang jauh maka kami memakai gadget, tetapi kalau masih dekat maka kami bertemu langsung untuk mengucapkan selamat,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Ikatan Pemuda Tionghoa Kalimantan Utara Fendi Gunardi mengatakan bahwa dalam melakukan penyambutan Hari Raya Imlek, biasanya generasi muda bersih-bersih rumah sebagai tanda persiapan untuk menerima dan bersilaturahmi dengan tamu yang akan berkunjung.

Tak hanya itu, dalam pelaksanaan ritual Tahun Baru Imlek juga biasanya membuat banyak anak muda untuk memilih berangkat guna mengunjungi orang tua maupun kakek atau nenek yang berada di luar kota. Memasuki tahun babi tanah ini, Fendi menyatakan adanya kegiatan makan malam bersama keluarga sebelum menyambut Imlek.

“Keluarga yang jauh biasanya berangkat, yang orang tuanya dekat, ya rumah orang tuanya di-samperin berkumpul sama-sama,” bebernya.

Di malam Tahun Baru, biasanya masyarakat Tionghoa melakukan ibadah penyambutan. Setelah masyarakat Tionghoa melakukan ibadah, barulah dapat melakukan sungkeman bersama orang tua, kakek nenek dan kepada yang lebih tua.

Sayangnya, di Tahun Baru Imlek belakangan, menurut Fendi semakin berkurang kemeriahannya. Hal tersebut dikarenakan adanya perkembangan teknologi gadget saat ini yang telah melebur di masyarakat. “Kalau dulu kan belum ada gadget, jadi biasa meriah. Tapi sekarang ada gadget, jadi silaturahmi sudah jarang dilakukan,” ujarnya.

Menurut Fendi, dengan kehadiran gadget pada dasarnya harus membuat masyarakat lebih menjalin silaturahmi dengan semakin baik dan tetap mempertahankan tradisi. Menurut Fendi, jika hanya disampaikan lewat aplikasi media sosial, tidak cukup menyemarakkan pelaksanaan Imlek.

“Akan lebih baik jika bertemu sapa dan bersalaman untuk merayakan imlek. Buat anak muda, sama-sama introspeksi diri, semoga Tahun Baru membawa kebahagiaan dan berkat melimpah,” pintanya. (*/one/*/shy/lim)

 

 


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 14:53

Pikirkan Tujuan Hidup Lebih Dulu

Setiap anak muda dipastikan memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil.…

Senin, 18 Februari 2019 13:25

UMKM Jualan ‘Dalam Kandang’

Kenaikan harga kargo yang mencapai 50-70 persen, berimbas pada masyarakat…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Kapolres: Pengetap Nekat Akan Ditindak Tegas

TARAKAN- Belakangan ini antrean cukup panjang di pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Februari 2019 13:21

Kumpul Terus Voucer, Rebut Hadiahnya!

MINGGU ini, surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan kembali membagikan…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

Habis Terbakar, Meniti Usaha dari Nol Lagi

Bertahun-tahun membangun usaha, warung makan milik Rahima habis dalam hitungan…

Senin, 18 Februari 2019 13:02

Satgas Bansos Target Penyaluran Beras Bulog

USAI dibentuk di tingkat Polres, Satuan Petugas (Satgas) Bantuan Sosial…

Senin, 18 Februari 2019 12:59

Retribusi Baliho Berharap dari Pihak Ketiga

TARAKAN– Di musim kampanye Pemilu 2019 ini, ternyata tak memberi…

Senin, 18 Februari 2019 12:57

Ajukan Anggaran Rp 10 M ke Provinsi

TARAKAN - Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang…

Senin, 18 Februari 2019 12:56

Hanya Dimanfaatkan Politikus

TARAKAN - Buruknya kondisi jalan sudah dirasakan warga RT 15…

Senin, 18 Februari 2019 09:19

Pungli PTSL, DPR RI Sebut Ketua RT

TARAKAN – Pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*