MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 31 Januari 2019 13:30
Tarif Anak Tak Berlaku untuk Speedboat Nontrayek
NONTRAYEK: Di luar speedboat reguler atau yang tidak memiliki trayek tak diberlakukan tiket untuk anak. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 76 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Pergub Nomor 36 tahun 2014 tentang Penyesuaian Tarif Angkutan Speedboat Reguler Antar Kabupaten/Kota di Kaltara, yang salah satu poinnya adalah anak usia 24 bulan ke atas dikenakan tarif normal telah berjalan sejak awal Januari tahun ini.

Kepala Bidang Laut, dan Angkutan Sungai, Danau dan dan Pelabuhan Dinas Perhubungan Kalimantan Utara (Kaltara), Datu Imam Suramenggala mengatakan, Pergub ini diterbitkan khusus untuk speedboat reguler saja dan tidak untuk speedboat kecil. Speedboat reguler itu yakni speed yang memiliki izin trayek dan memiliki waktu berlayar yang pasti.

“Dalam pelayaran ada dua yakni izin berlayar terjadwal dan izin berlayar yang tidak terjadwal. Yang tidak terjadwal itu seperti kategori carteran,” katanya.

Karena untuk speedboat kecil diakuinya tidaklah memiliki izin berlayar dan juga izin trayek, sehingga untuk tidak diberlakukan Pergub ini. Berbeda dengan speedboat reguler yang memiliki keselamatan berlayar karena mempunyai izin trayek dan izin berlayar dan izin lainnya dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan juga dari Dishub Provinsi Kaltara.

“KSOP tidak pernah mengeluarkan izin berlayar untuk speed kecil, begitu juga kami. Dari sisi keselamatan berlayar memang tidak memenuhi standar keselamatan,” ungkapnya.

Sehingga pihaknya juga hanya melakukan pengawasan untuk speedboat reguler saja. Sementara untuk memberhentikan pengoperasian speed kecil, pihaknya masih perlu duduk bersama untuk melakukannya. Karena ini tentu menyangkut masalah sosial yang harus diambil keputusan yang sangat matang. “Makanya kami masih dilema juga, karena bagaimana juga ini menyangkut kebutuhan dan keselamatan masyarakat,” tuturnya.

Untuk itu ke depannya setelah pelabuhan Tengkayu I selesai diperbaharui, maka pihaknya akan menerapkan sistem tertutup seperti bandara. Karena selama ini diakuinya siapa saja dapat masuk dalam pelabuhan, seharusnya yang diizinkan hanya petugas dan penumpang yang memiliki tiket.

Nantinya juga antara pengantar atau penjemput juga tidak dapat masuk sampai ke dalam dan akan disediakan bis untuk penumpang agar dapat diantarkan ke tempat keberangkatan. Sehingga semuanya dapat teratur dan bisa baik, tidak seperti saat ini yang bercampur baur antara penumpang, pengantar dan juga petugas.

“Setelah selesai pembangunan, pelan-pelan akan diperbaiki sistemnya. Karena itu juga semua akan diatur, jadi kami masih menunggu selesai pembangunan terlebih dahulu,” bebernya.

Sebelumnya Datu mengatakan, Pergub ini diterbitkan September 2018 lalu dengan dasar hasil evaluasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dari kecelakaan 1 Januari 2018 lalu. Salah satu rekomendasinya kecelakaan disebabkan karena tempat duduk penumpang yang berhadap-hadapan. “Ketika ada terjadi oleng sedikit maka penumpang jatuh ke sebelahnya dan menyebabkan speedboat terbalik,” bebernya.

Sehingga dari dasar evaluasi itu diminta semua kursi penumpang menghadap ke depan dengan ada pintu darurat dan toilet. Dari pertimbangan inilah pihaknya mulai menerbitkan anak di atas dua tahun harus membeli tiket. Semua penumpang wajib masuk ke dalam manifes. Selama ini anak kecil yang tidak membeli tiket tidak masuk dalam manifes.

“Jadi ini sesuai pertimbangan keselamatan dan pertimbangan asuransi juga rekomendasi dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Apalagi diterapkan semua kursi penumpang menghadap ke depan,” tuturnya.

Sementara pelampung untuk anak juga tentunya harus disediakan pelampung dan saat ini juga sudah mulai dijalankan. Bahkan diakuinya, sudah ada beberapa speedboat reguler yang memberikan pelampung untuk anak-anak. Dan ke depannya juga akan terus diperbaiki dan dibenahi agar semua speed bisa memenuhinya. Apalagi jika ada pelampung yang tidak layak, maka akan langsung disita dan harus mengganti saat itu juga. Karena jika tidak maka tidak dapat berlayar.

“Anak-anak tentunya harus diberikan pelampung agar keselamatan mereka juga terjamin,” pungkasnya. (*/naa/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*