MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 29 Januari 2019 14:33
Arisan Online Memakan Korban
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Kasus penipuan berkedok arisan online kembali memakan korban, kali ini puluhan peserta arisan dengan seorang perempuan berinisial TM harus gigit jari. Uang yang disetorkan kepada TM hingga kini tidak kunjung dikembalikan.

Tidak adanya iktikad baik dari owner arisan online TM mengembalikan uang peserta, berbuntut pada pelaporan ke Polres Tarakan. Diduga arisan tersebut merupakan modus penipuan.

Salah satu keluarga korban penipuan yakni Iqbal mengatakan, laporan sudah disampaikan ke Polres Tarakan pada November lalu. Rencananya usai pulang dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dirinya akan mengecek kembali sejauh mana perkembangan kasusnya. “Kemarin saya bantu keluarga saya laporan ke Polres Tarakan yang menjadi korban dari arisan online ini, karena macet dari bulan lima lalu,” tuturnya, Minggu (27/1).

TM tak juga memberi kepastian, kapan uang mereka akan dikembalikan. “Kemarin sempat buat perjanjian, namun hingga waktu yang ditentukan, dia (TM) tidak ada iktikad baik untuk melakukan pembayaran, sehingga kami laporkan,” ujarnya.

Menurutnya ada puluhan warga lain yang menjadi korban serupa. “Saat saya posting soal ini di Facebook, banyak orang-orang yang menjadi korban dari dia (TM) memberitahukan kepada saya belum dikembalikan uangnya dari sang owner, bahkan orang-orang yang menjadi korban ini meminta bantuan kepada saya untuk melaporkan saja dia (TM),” tuturnya.

Iqbal saat dikonfirmasi mengungkapkan, meski pihak kepolisian masih menunggu satu laporan lagi, namun dirinya memastikan korban yang akan membuat laporan juga masih banyak. “Di sini masih ada 40 korban dan kalau mau nanti dilaporkan semuanya,” katanya.

Kemudian terhadap iktikad baik dari pelaku yang ingin mengembalikan uang, menurutnya cara tersebut sudah pernah dibicarakan dan pelaku belum ada iktikad baik untuk menggembalikan uang milik korban. Apalagi, tambah Iqbal, komunikasi antara pelaku dan korban sudah dilakukan lebih dari sekali dan lagi-lagi pelaku belum pernah mengembalikan uang korban. Untuk itu, para korban hanya menginginkan permasalah tersebut diselesaikan diranah hukum.

“Kami sudah berikan kebijaksanaan yang seluas-luasnya namun tidak ada perhatian untuk itu. Makanya harus melalui proses hukum yang berjalan sesuai dengan prosedurnya,” ungkapnya.

Dari informasi yang diterima Iqbal, uang hasil arisan yang digelapkan oleh pelaku digunakan untuk umrah dan merenovasi rumah. Dari situ para korban menilai pelaku tidak mampu mengembalikan uang yang digelapkan. “Korban juga sudah jenuh menuggu iktikad pelaku. Makanya diselesaikan secara hukum saja,” tegasnya.

Terpisah, dari salah satu korban yakni Khusnul mengatakan, banyak teman-teman lainnya yang menjadi korban, bila ditotal ada puluhan juta uang dari peserta yang mengikuti arisan online TM yang belum ada kepastian kapan dikembalikan. “Arisannya macam-macam, ada emas, ada uang tunai, ada barang-barang kebutuhan rumah tangga dan lain-lain, saya ikut yang emas dan  uang tunai,” bebernya.

Dirinya mengaku hingga saat ini owner arisan online TM belum mengembalikan total uang sebesar Rp 10 juta yang disetorkan sebelumnya. “Saya seharusnya sudah mendapatkan pada bulan delapan dan bulan sembilan, namun macet sehingga saat ini dia (TM) belum bisa mengembalikan uang yang sudah saya setor sebelumnya,” ujarnya.

Terkait alasan TM tidak bisa mengembalikan uang tersebut, dirinya menilai hal itu hanyalah karangan dari TM. Setahu dirinya uang tersebut digunakan oleh TM untuk berfoya-foya. “Alasannya kemarin dia ditipu juga, katanya banyak peserta arisan yang tidak bayar, padahal uang itu dia (TM) yang pakai untuk foya-foya, jalan dan umrah,” tuturnya.

Memang sebelumnya ada perjanjian dengan TM pada November tahun lalu, di mana kesepakatannya TM akan menyicil uang yang belum dikembalikan kepada peserta arisan. “Dia mau nyicil-nyicil Rp 500 ribu sebulan, namun hal tersebut hingga kini tidak terealisasi, makanya kemarin sempat dilaporkan,” imbuhnya.

 

PENYIDIK BUTUH SATU LAPORAN LAGI

Penyidik Satreskrim Polres Tarakan sudah menerima laporan adanya penggelapan uang melalui arisan online. Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Choirul Jusuf melalui Kanit Resum Ipda Dien F Romadhoni mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa laporan tersebut sudah diterima pada pekan lalu. Untuk kasus tersebut, pihaknya membutuhkan minimal 3 laporan dari korban, agar bisa ditindaklanjuti ke ranah pidana.

“Minggu lalu laporannya baru dua dan tinggal satu lagi baru kami bisa pidanakan,” ungkapnya.

Diakui Dien, dari dua laporan yang sudah diterima oleh pihaknya ditaksir kerugian korban bervariasi, mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 40 juta. Namun untuk kerugian korban yang berada di Tarakan, keseluruhannya ditaksir lebih dari Rp 100 juta. “Untuk korban ini lebih dari 10 orang. Jadi untuk penipuannya adalah berkedok arisan dan ketika korban mendapatkan arisan itu tidak dibayarkan,” jelasnya.

Terhadap kedua pelapor yang sudah membuat korban, penyidik sudah dimintai keterangan mengenai kronologis terjadinya penipuan berkedok arisan online itu. Untuk pelaku yang diketahui berinisial TM juga sudah pernah dipanggil. Namun dalam pemanggilan terhadap pelaku, polisi sempat memberikan saran agar perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Artinya, pelaku harus memiliki iktikad baik dan mengembalikan uang milik korban. “Dia ada inisiatif mau mengembalikan juga,” singkatnya. (jnr/zar/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:34

WOW..!! Rumah DP Nol Rupiah Ditargetkan Minimal 2.000 Unit Tahun Ini

TARAKAN - Perumahan tanpa uang muka atau DP 0 yang…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:29

Jargas dan BBM Satu Harga, Jika Kurang, Ini Kata Menteri Jonan

TARAKAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:26

Lima Sampel Diamankan dari Lokasi Kejadian

TARAKAN - Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan lansung melakukan olah…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:25

Polres Kembalikan Rp 1,1 Miliar Anggaran Pengamanan

TARAKAN – Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Tarakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:58

Dituntut Penjara Seumur Hidup

TARAKAN – Setelah beberapa kali tidak mengikuti persidangan, akhirnya Lukman…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:56

Impikan Jalan Mulus

TARAKAN – Minimnya drainase atau tidak memadai debit air, luapan…

Sabtu, 16 Februari 2019 00:14

Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara

TARAKAN – Progres yang menggembirakan bagi warga Desa Long Ampung…

Jumat, 15 Februari 2019 15:32

Rumah DP Nol Sudah Oke

TARAKAN – Wali Kota Tarakan terpilih dr. Khairul tampaknya tak…

Jumat, 15 Februari 2019 15:29

Penyebab Kebakaran Diduga dari Dapur

TARAKAN - Sebanyak 7 rumah yang diketahui terdiri dari indekos,…

Jumat, 15 Februari 2019 15:25

Gubernur Minta Komisi II Kawal Kebutuhan PNS

TARAKAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*