MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Minggu, 27 Januari 2019 20:25
Mengenal M Isra Ramli, Calon Senator Kaltara

Sosok Profesional Muda dan Berpengalaman yang Peduli Tehadap Pembangunan Perbatasan

KUNJUNGI SEBATIK: M Isra Ramli saat mengunjungi Pulau Sebatik dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Nunukan untuk mengetahui langsung kondisi daerah perbatasan.

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 menyisahkan waktu sekitar dua bulan lagi. Tepatnya Rabu, 17 April 2019. Pesta demokrasi lima tahunan ini rakyat akan memilih wakil mereka di parlemen. Pertanyaannya apakah Anda sudah memiliki pilihan untuk memilih wakil Anda? Jika belum, kali ini kami akan memperkenalkan salah seorang sosok calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara). Yakni, Muhammad Isra Ramli.

M Isra Ramli merupakan calon anggota DPD Perwakilan Provinsi Kaltara dengan nomor 34. Keberaniannya mencalonkan diri didorong oleh latar belakangnya sebagai pemuda asli Kalimantan, lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Disamping itu, dia memiliki aktivitas, pengalaman dan jaringan kerja di tingkat nasional. M Isra Ramli ini adalah seorang profesional muda dan juga pengusaha yang sukses di bidangnya. Beliau memiliki memiliki kantor konsultan komunikasi dan production house (PH) di Jakarta. Adapun sebagai profesional, mantan Aktivis 98 ini juga  berlatar belakang pernah jadi wartawan, peneliti sosial politik dan juga pernah jadi konsultan politik dan pembangunan selama 20 tahun.

“Untuk itu setelah mengevaluasi diri selama 20 tahun, mengevaluasi perjalan karir dan manfaat saya bagi masyarakat, kemudian saya memutuskan untuk masuk ke ranah politik elektoral dengan menjadi calon anggota DPD perwakilan Kaltara,” ungkap M Isra Ramli. Apa yang menjadi alasan Bapak untuk menjadi Senator dan mewakili Kaltara? “Menjadi senator adalah gerak hati memenuhi panggilan hidup, panggilan tanggung jawab untuk Indonesia yang lebih adil makmur, terutama bagi masyarakat daerah, khususnya Kalimantan, Tanah Air di mana saya dilahirkan,” jawab dia.

Menurutnya, DPD merupakah satu-satunya lembaga perwakilan baru yang dibentuk sebagai hasil dari proses reformasi demokratik yang terjadi sejak 1998. Meski belum memiliki cukup kewenangan, eksistensi DPD ke depan akan makin penting, makin strategis dalam mempertahankan dan memperkuat NKRI.  Dalam konteks pembangunan nasional, kesenjangan menjadi problem akut Indonesia. DPD mestinya bisa berperan untuk memperkecil, meminimalkan terjadinya kesenjangan tersebut. Ke depan, eksistensi DPD harus makin diperkuat, anggota DPD harus terdiri perwakilan daerah mau bekerja keras, memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan berintegritas. DPD harus menjadi bagian penting dari upaya membangun kepercayaan rakyat terhadap sistem politik yang demokratis dan efektif, kepercayaan terhadap pemerintahan yang melayani dan mensejahteran dan memajukan pembangunan di daerah.  Lantas mengapa Kaltara? Diterangkan M Isra Ramli, Provinsi Kaltara merupakan provinsi termuda di Indonesia. Tepatnya provinsi yang terbentuk pada 2012 lalu. Wilayah Kaltara sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Timur.

Kaltara memiliki semua potensi untuk menjadi daerah yang maju dengan masyarakat yang sejahtera. Selain memiliki wilayah yang luas, kaya sumberdaya alam dan posisi geo-strategis, masyarakat Kaltara juga kaya budaya, tradisi dan kesenian. Masyarakat Kaltara adalah masyarakat yang multi-etnis, plural secara keagamaan dan memiliki banyak kearifan lokal yang membuat mereka bisa dengan damai dalam perbedaan, sejahtera dalam keadilan dan mampu menjaga kelestarian lingkungan hidupnya.

Mengapa menjadi Senator Kaltara? “Karena saya mencintai masyarakat Kaltara. Saya sudah melihat kehidupan masyarakatnya, sudah mendengar aspirasi mereka dan saya akan terus belajar bersama mereka,” terang M Isra Ramli. Lanjutnya, karena masyarakat ingin lebih sejahtera, hendak merubah hidupnya menjadi lebih baik, bertekad mewujudkan harapan anak-anak mereka menjadi cerdas dan berguna. “Karena itu saya hendak bersuara buat mereka, berjuang bersama mereka menuju ‘Kaltara Setara’,” tegasnya.

Sejauh mana M Isra Ramli mengenal Kaltara? Kaltara menurut kacamatanya, bukanlah suatu daerah yang asing baginya. Karena sejatinya beliau adalah putra asli Kalimantan (etnis Banjar) yang memiliki banyak kerabat di Kaltara. “Di samping itu, saya juga sudah bertemu dengan berbagai kalangan dalam perjalanan saya selama ini berkeliling Kaltara dalam menjalankan tiga Aksi. Yakni,  1) mendengar aspirasi rakyat, 2) bersuara untuk kepentingan Kaltara, dan 3) berjuang bersama masyarakat Kaltara,” sebut M Isra Ramli.

Disampaikannya, belum lama ini dirinya baru saja berkunjung ke Pulau Sebatik dan daerah lainnya di Kabupaten Nunukan untuk melihat aktivitas pasar, pelabuhan, patok perbatasan dan bahkan perkebunan masyarakat. “Menurut saya penting untuk megetahui dan melihat secara langsung wilayah perbatasan, seperti di Sebatik dan Nunukan. Karena sejatinya wilayah perbatasan ini adalah teras terdepan negeri yang harus kita jaga dan kita bangun agar bisa setara dengan negara tetangga” ujar M Isra Ramli.

Karena baik tidaknya wilayah perbatasan itu kata M Isra, akan mencermikan wajah Indonesia di kancah internasional. “Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda pembangunan diwilayah perbatasan agar masyarakat disana sejahtera,” harapnya.  M Isra Ramli pun mengaku sangat setuju untuk mempercepat progres wacana pembentukan otonomi khusus Sebatik ke depan dan menjadikan wilayah Sebatik sebagai salah satu kota madya. (adv)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*