MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Jumat, 25 Januari 2019 20:42
Komitmen Berantas Narkoba, UBT Gelar Kuliah Umum

BNN Akan Bangun Posko Jaga di Jalur Tikus Peredaran Narkoba

KOMITMEN PERANGI NARKOBA: Rektor UBT, Prof Dr Adri Patton M.Si terus berkomitmen membersihkan narkoba yang dimulai dari dunia kampus terutama kepada mahasiswa. FOTO: ANDI PAGELORI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,  

TARAKAN – Mengantisipasi peredaran narkoba tak hanya menjadi tugas aparat semata. Melainkan seluruh lapisan masyarakat. Termasuk dari kementerian dan lembaga negara. Nah, dengan terbitnya instruksi presiden (inpres) nomor 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN), menjadi payung hukum bagi semua kementerian.

Terutama bagi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) lewat perguruan tinggi untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan tersebut. Salah satunya dilakukan di Universitas Borneo Tarakan (UBT). Sebagai bentuk komitmen penuh terhadap pemberantasan  peredaran narkoba di Kalimantan Utara (Kaltara), UBT  menggelar kuliah umum dengan mendatangkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Drs Heru Winarko, selaku pemateri dengan tema "Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Berprestasi Tanpa Narkoba",.

Kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas, Jumat kemarin (25/1), di Lantai IV Gedung Rektorat UBT berjalan dengan lancar. Kepada Radar Tarakan, Rektor UBT, Professor Dr Adri Patton, M.Si, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen UBT selaku perguruan tinggi negeri di perbatasan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba khususnya di wilayah kampus.

“Dan kegiatan ini sebagai upaya pencegahan kepada generasi muda, khususnya kepada mahasiswa akan bahaya penyalahgunaan narkoba,” jelas Prof Adri Patton. Lanjut dikatakan, UBT bekerjasama dengan BNN, BNN Provinsi serta BNN Kota Tarakan untuk berkomitmen terhadap pemberantasan narkoba.

“Salah satunya upaya yang kita lakukan adalah pelaksanaan tes urin bagi semua civitas akademika, mulai dari rektor, dekan, dosen, staf dan mahasiswa. Khususnya pada saat penerimaan mahasiswa baru,” tegasnya.

“Sebagai rektor saya berusaha semaksimal mungkin untuk selalu melakukan koordinasi, dan komunikasi dengan BNN provinsi maupun BNN Tarakan,” tambah Prof Adri Patton.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Prof Adri Patton, memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada BNN. “Terima kasih kepada Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Drs Heru Winarko yang telah memberikan kuliah umum. Semoga dengan pencerahan yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat dan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi mahasiswa,” harapnya. Dalam sambutannya, Heru Winarko, mengatakan, sepanjang tahun 2018 pengguna narkoba terbanyak berasal dari kalangan anak muda atau pelajar. “Saat ini jumlah orang yang meninggal dunia karena narkoba lebih dari 30 orang per harinya,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang diluncurkan oleh BNN, pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 4,5 juta jiwa. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba. Di antaranya selain menangkap bandar narkoba, juga akan dimiskinkan. “Kita tangkap bandarnya, dan kita akan miskinkan mereka,” tegas Heru Winarko. Selain itu, sesusai melakukan kunjungan ke Sebatik, Kabuapten Nunukan dan Kabupaten Bulungan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, BNN mewacanakan akan membangun posko penjagaan khususnya di titik atau jalur tikus yang selama ini dijadikan pintu masuk oleh para pengedar narkoba.

“Mulai tahun ini kita akan bangun posko penjagaan sementara, tahun 2020 kita buat posko permanen. Kita berdayakan kepala desa, Babinsa, Babin Kamtibmas,” katanya. Lanjut Heru, terkait pemberantasan narkoba harus ada peran aktif dari semua pihak,  khususnya semua lapisan masyarakat. “Jika ada masyarakat yang mengetahui ada transaksi narkoba? Langsung saja ditangkap,  lalu serahkan ke polisi atau BNN,” serunya. “Kalau ada yang mengancam? masyarakat harus kompak, jangan takut. Karena kapolda dan panglima TNI, dan panglima Kodam akan menjamin keamanan di desa atau kelurahan. Kita akan berdayakan Babinsa dan Babinkamtibmas, karena mereka siap bersama masyarakat,” ujar Heru Winarko. (app/adv)     

 


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*