MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 23 Januari 2019 14:22
Desak Penetapan Tersangka

Dua Tahun Bergulir, Kasus Dugaan Penggelapan Uang Koperasi

MENDESAK: Puluhan karyawan PT. Idec Wood saat menunggu hasil konsolidasi antara perwakilan dan pihak kepolisian, di Polres Tarakan kemarin (22/1). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, class="m2023675103953792382ydp54f9c12bmsonormal">TARAKAN – Kemarin pagi, puluhan karyawan PT. Idec Wood mendatangi Polres Tarakan, untuk menanyakan kepastian hukum terhadap pelaku penggelapan koperasi yang dinaungi perusahaan yang hingga kini belum jelas.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan. Dalam pertemuan itu, kepolisian memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara berdiskusi. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah penyidik Satreskrim Polres Tarakan akan mengirimkan berkas ke Kejaksaan dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

Ketua Serikat Buruh PT. Idec Wood Suparianto mengatakan, selama ini para buruh merasa tidak adanya penegasan hukum yang pasti mengingat kasus tersebut telah bergulir sejak dua tahun lalu.

"Kami menuntut hak keadilan kami dari koperasi yang sudah berjalan dua setengah tahun. Status pelaku saat ini belum jelas yang terduga yang tersangka itu siapa. Kami tidak mau hukum dibuat main-main. Kita tidak menduga jumlah pelakunya yang jelas jajaran pada koperasi itu sekitar 8 orang kita hanya fokus mencari pelakunya saja. Sampai saat ini kan statusnya tidak jelas. Karena hak kami harus kami tuntut," terangnya selasa, (22/1).

Selain, itu para buruh juga menuntut kejelasan ganti rugi atas saham modal yang mereka tanamkan kepada koperasi yang totalnya mencapai Rp 10 miliar. Sedikitnya sekitar 500 karyawan yang menanamkan saham pada koperasi tersebut. "Karena karyawan juga masih punya saham yang belum diganti," ujarnya.

Menurutnya hingga saat ini, mereka merasa tidak adanya keseriusan dalam penindakan ini. Sebab hingga kini, pihaknya belum mendapat konfirmasi terkait hal-hal yang harus dilengkapi dalam melanjutkan proses peradilan.

"Kemarin alasan pengadilan berkasnya tidak lengkap. Tapi tidak ada penjelasan yang kurang apanya yang bagaimana sehingga kami binggung harus melengkapi apanya. Kalau ada informasi kita tahu apa yang harus kita lengkapi,” tuturnya.

Mereka akan terus mendesak bergulirnya proses peradilan. Karena hingga saat ini, pelaku masih menikmati udara bebas tanpa tersentuh hukum yang belaku. "Sampai kapan pun kami terus menuntut kepastian hukum terhadap pelaku. Jangan sampai karena tidak adanya kepastian pelakunya masih bebas menghirup udara bebas di luar," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim AKP Choirul Jusuf mengatakan, pihaknya akan segera melengkapi berkas perkara tersebut dalam kurun waktu dua pekan ke depan, sesuai target yang sudah disepakati. Dalam proses  penyidikan kasus tersebut, sebenarnya berkas sudah disiapkan oleh penyidik dan tinggal memilah-milah kelengkapan berkas yang ada sebelum diserahkan ke Kejaksaan. “Kemarin kami lama, karena mengalami kendala terhadap pemeriksaan ahli dan audit,” bebernya.

Diakui Choirul, dalam pemeriksaan ahli audit terdapat perbedaan nilai angka yang muncul, sehingga penyidik harus melakukan klarifikasi kembali. Kemudian dalam pemeriksaan ahli, pihaknya juga tidak melakukan hanya sekali melainkan berkali-kali.

“Persoalan di internal koperasi juga cukup lama sebelum dilaporkan ke Polres Tarakan. Kemudian kita juga tidak mudah untuk mendapatkan bukti yang detail dalam melakukan penyidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) anggota Koperasi PT. Idec Wood, Darwis Manurung saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya menilai kasus tersebut tidak ada perkembangan sejak dilaporkan dua tahun yang lalu. Pihaknya berharap, kesepakatan yang sudah didiskusikan dengan Kapolres akan segera dilakukan.

 “Jadi tadi dinyatakan bahwa dalam waktu dua minggu ke depan kasusnya sudah ada yang tersangkanya sudah ada segera diajukan ke Kejaksaan,” jelasnya.

Lebih lanjut lelaki yang juga merupakan akademisi hukum di Universitas Borneo Tarakan ini melanjutkan, untuk kasus yang dalam pengembangan penyidik agar segera dilakukan gelar perkara dan melakukan penyidikan baru untuk menetapkan tersangka baru.

 “Kami akan kawal terus dan kami akan datang dengan jumlah yang banyak lagi kalau dua minggu kedepan tidak ada kejelasan. Untuk di koperasi ini anggotanya ada dua ribu,” tegasnya. (*/zac/zar/nri)

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:28

Masjid Daarussa’aadah, Konstruksi Mirip Rumah Adat

Ragam ciri masjid di Kota Tarakan. Tak hanya bergaya Timur…

Senin, 20 Mei 2019 13:25

Empat Periode Berkat Doa Mustajab Seorang Ibu

Menjabat empat periode sebagai salah seorang wakil rakyat, tak semua…

Senin, 20 Mei 2019 12:55

Sopir Minibus Terbakar Belum Datangi Polisi

TARAKAN-Perkara terbakarnya satu minibus berwarna hitam di Jalan Kusuma Bangsa…

Senin, 20 Mei 2019 12:52

Minim Penyiringan Tanah, Timbunan Terbawa Air

TARAKAN -  Beberapa item pembangunan di lingkungan RT 59, Kelurahan…

Senin, 20 Mei 2019 11:35

Partai Kecil Wait and See

TARAKAN – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan satu dari tiga…

Senin, 20 Mei 2019 11:34

Penyelesaian Cinema XXI Sudah 85 Persen

TARAKAN – Dari luar gedung Grand Tarakan Mall (GTM) terlihat…

Senin, 20 Mei 2019 11:33

Jelang Mudik, Penambahan Kapasitas 76 Persen

TARAKAN – Menghadapi lonjakan penumpang, khususnya perantauan  yang ingin pulang…

Senin, 20 Mei 2019 11:32

Masjid Fastabiqul Khairat Dibangun dari Donasi Warga Tionghoa

Masjid Fastabiqul Khairat merupakan salah satu masjid terbesar Kelurahan Lingkas…

Senin, 20 Mei 2019 11:30

Effendhi: Lewat Doa, Mereka Rindu Orang Tua

Berkumpul dan berbuka bersama keluarga di Bulan Ramadan merupakan sebuah…

Senin, 20 Mei 2019 11:13

Penggunaan Rupiah di Perbatasan Capai 80 Persen

TARAKAN - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*