MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 22 Januari 2019 14:57
Bagasi Berbayar Diberlakukan

Harga Ditentukan Sesuai Rute Penerbangan

BAWA BARANG : Sejumlah penumpang salah satu maskapai domestik tiba di Bandar Udara Juwata Tarakan, Senin (21/1). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Bagasi gratis sebesar 20 kilogram (kg) sudah tidak lagi diberlakukan. Mulai hari ini maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air sudah memberlakukan bagasi berbayar, Selasa (22/1). Sebelumnya ketentuan ini sudah disosialisasikan beberapa waktu lalu, beriringan dengan kenaikan harga tiket pesawat.

Salah satu penumpang maskapai Lion Air yang akan berangkat ke Makasar, Aris (33) mengatakan, merasa kurang setuju dengan adanya kebijakan bagasi berbayar. Aris yang bekerja di Tarakan dan akan menghabiskan waktu cuti ke Makassar.

“Saat ini saya memang belum terkena bagasi berbayar, hanya saja kalau pulang dari Makassar pasti akan terkena bagasi,” ungkapnya.

Apalagi jika harus pulang dari Makasar ke Tarakan tentunya akan membawa banyak barang sebagai oleh-oleh untuk keluarga. “Kalau begini masih pikir-pikir lagi yang mana paling murah. Tergantung dari harga tiketnya lagi sih,” pungkasnya.

Terpisah, Airport Manager Lion Air, Muhammad Arief mengatakan jangka waktu dari penundaan sampai pemberlakuan hari ini memang dilakukan untuk sosialisasi kepada seluruh pelanggan maskapai Lion Air. Sosialisasi itu menginformasikan adanya bagasi berbayar yang akan segera diterapkan.

“Pada prinsipnya masyarakat sudah mulai memahami Lion air akan menerapkan bagasi berbayar khusus untuk Lion Air dan Wings Air,” katanya.

Untuk di Tarakan, penerbangan pertama pagi hari ini di Tarakan- Balikpapan akan mulai awal diberlakukan. Pihaknya berharap penumpang sudah memiliki persiapan, mulai dari prepaid bagasi atau membeli tiket include dengan bagasi lebih awal, sehingga saat tiba di counter check in penumpang tidak perlu kaget dengan biaya yang harus ditanggung.

“Karena itu selama dua pekan ini kami gencar mensosialisasikan, baik lewat media sosial, cetak maupun media lainnya yang bisa sampai kepada seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Untuk prepaid bagasi, penentuannya agar bisa lebih murah dihitung per 5 kg, batas per orang per satu kode booking  maksimal 30 kg. Tetapi jika terkena di counter, maka akan dikenakan penghitungan per kilonya.

Jika kelebihan satu kilo, dan tidak melakukan pembelian di awal, maka saat sampai di counter chek in akan tetap ditagihkan. Arif menyebutkan, jika ingin murah, maka penumpang diharapkan membeli bagasi lebih awal minimal 6 jam sebelum keberangkatan.

“Tetapi jika merasa merepotkan, maka sebaiknya jika berangkat dua hari yang akan datang dan hari ini beli tiket, prepaid bagasi sesuai dengan jumlah yang akan dibawa,” tuturnya.

Diharapkan penumpang benar-benar hanya membawa kebutuhan dasar. Jadi jikalau ingin membawa 20 kilo, sebaiknya prepaid bagasi untuk keberangkatan.

“Selama ini dari sebagian masyarakat juga sudah paham untuk cara membeli bagasi. Bahkan dari online juga sudah muncul caranya, termasuk di bandara juga sudah dibuka untuk prepaid bagasi,” jelasnya.

Untuk prepaid bagasi sendiri, penumpang hanya memperkirakan barang apa saja yang akan dibawa. Untuk menentukan berapa kilo barang yang akan dibawa, sehingga lebih dahulu di lakukan prepaid. Untuk pembayaran di counter maka akan dihitung per kilonya, sedangkan untuk prepaid bagasi maka dikenakan setiap lima kilonya.

“Jadi rute-rute ini harganya lebih murah jika prepaid bagasi dibandingkan harus tiba hari keberangkatan baru melakukan proses pembayaran,” ungkapnya.

Untuk pembayaran bagasi di counter pembayarannya masih dilakukan secara tunai, penumpang datang dan membayar langsung di counter check in. Sementara ini pihaknya akan mempersiapkan sistem membayar non tunai, tetapi masih dalam tahap sosialisasi.

“Sementara ini masih dalam menggunakan tunai, jadi langsung ke kasir. Setelah penumpang check in dan langsung mengetahui berapa jumlah yang dibayarkan dan langsung diarahkan ke kasir,” tuturnya.

Dengan adanya aturan ini, pihaknya mengikuti arahan manajemen pusat. Untuk kebijakan ini tentunya sudah dipertimbangkan secara matang sehingga pihaknya tentunya harus melaksanakannya.

“Dampaknya secara langsung maupun tidak langsung pasti ada, tetapi saya yakin dampaknya akan positif termasuk pengiriman lewat kargo. Hanya saja, kami belum bisa memberikan penilaian karena belum berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, maskapai lainnya seperti Sriwijaya Air hingga kini belum melakukan hal yang sama. “Sementara kami masih sama untuk allowance bagasinya, belum ada arahan perubahan,” tutur Dandy Harianto Santosa, District Manager Sriwijaya Tarakan.

TARIF ANGKUTAN UDARA PENGARUHI INFLASI

Selain soal bagasi berbayar, menyoal harga tiket saat ini masih tinggi,  dan mempengaruhi inflasi di Kota Tarakan. Inflasi di Tarakan tahun 2018 mencapai 5,0 dan melebihi dari inflasi nasional yang hanya 3,13. Pengaruh tertinggi didapatkan dari harga tiket angkutan udara yang melambung tinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Imam Sudarmaji mengatakan inflasi di tahun 2018 penyumbang terbesar yakni angkutan udara. Di Desember 2018 inflasi Tarakan sebesar 1,6, 1 persennya yakni angkutan udara. “Jadi angkutan udara memang sudah mempengaruhi besar terhadap inflasi sejak Desember lalu,” katanya.

Untuk keadaan ekonomi, jika memandang inflasi tidak harus pada perubahan harga, tetapi juga pada tingkatan harga. Seperti pada daging ayam yang harganya sempat mencapai Rp 60 ribu Desember lalu, dan saat harga menurun maka muncullah deflasi. Kendati itu, tetap saja harganya lebih tinggi dari daerah lainnya.

Saat ini, yang menjadi tantangan Provinsi Kalimantan Utara selain inflasi yang perubahan harganya bergejolak, tingkat harganya perlu diperhatikan karena masih tinggi. Perlunya perhatian pada tingkatan harga juga nantinya akan mempengaruhi angka garis kemiskinan.

“Jika garis kemiskinannya tinggi maka produk miskinnya juga akan banyak. Jika garis kemiskinan rendah dengan harga yang tidak jauh beda dengan daerah lain maka penduduk miskin juga akan turun,” jelasnya.

Tantangan saat ini, selain menstabilkan perubahan harga yang memperhitungkan inflasi, juga harus pada tingkat harga yang juga harus dihitung ulang. Dalam artinya pedagang dapat diuntungkan, dan masyarakat juga tidak terlalu tinggi untuk belanja.

Seperti harga pesawat yang saat ini dinilai sangat tinggi, naik dua kali lipat dibandingkan biasanya. Masyarakat tentu akan kaget, karena dana yang ada seharusnya dapat dibelanjakan untuk dua kebutuhan, sekarang hanya bisa untuk satu. Sehingga daya beli dari masyarakat akan menurun.

“Apalagi kebutuhan lainnya juga masih naik, seperti bawang merah, daging ayam, dan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, garis kemiskinan di Kaltara masih tertinggi se Indonesia. Tarakan menjadi yang paling tinggi di Kaltara yakni mencapai 514 ribu garis kemiskinannya. Hal ini dipengaruhi dari harga yang semakin melonjak naik.

“Barang-barang yang biasa digunakan masyarakat harganya naik, makanya garis kemiskinannya juga cukup tinggi,” tuturnya.

Imam mengimbau, kepada pemerintah agar harga yang sudah ada dievaluasi sehingga masyarakat nyaman. Begitu juga untuk distribusi barang yang harus disiapkan agar masyarakat tidak terlalu banyak kehilangan pendapatannya. (*/naa/nri)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*