MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 15:04
BBM Langka, Dihisap Rekomendasi Lama

Masih Dilayani Sejumlah APMS

ILUSTRASI

PROKAL.CO, TARAKAN- Sejumlah pemilik agen premium dan minyak solar (APMS) dipanggil Polres Tarakan lantaran banyaknya keluhan nelayan yang kesulitan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, kemarin (10/1). Sejumlah pemilik APMS hadir dalam rapat koordinasi bersama kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan dan perwakilan dari Pertamina Depo.

Kepolisian akan bekerja sama mengawasi pendistribusian BBM bersubsidi, khususnya solar yang diperuntukkan bagi nelayan. “Dari hulu sampai dengan hilir, agar tepat guna dan tepat sasaran. Subjek fokus kami adalah jeritan para nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM untuk pergi melaut,” kata Kepala Bagian (Kabag) Operasi Polres Tarakan AKP Argo Budi Sarwono kepada Radar Tarakan, kemarin (10/1).

Dalam pertemuan itu pihaknya menegaskan tugas pokok dan fungsi Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selanjutnya akan bersama-sama dengan Pemkot mengawasi. Apalagi pihaknya tidak menginginkan terjadi sesuatu yang menganggu keamanan, akibat langkanya BBM untuk nelayan.

Adapun dalam rapat koordinasi itu pihak Pertamina menyampaikan bahwa selama ini distribusi BBM sudah sangat lancer menuju Tarakan, hingga ke APMS dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mengenai kuota, lebih dari yang dibutuhkan. “Dari APMS juga menerima kuota yang semestinya. Dari sini akan kami pelajari bersama-sama dan akan kami rumuskan lebih lanjut, karena tidak mungkin hanya Polri sepihak,” imbuhnya.

Argo menegaskan, apabila adanya oknum pengetap yang bermain dan mengakibatkan nelayan tidak mendapatkan BBM, maka pihaknya akan melakukan penyelidikan. Polisi sebagai aparat hukum akan memastikan para pengetap akan diproses apabila didapati nantinya. Tidak hanya pengetap, namun pihaknya juga akan mendalami dugaan adanya oknum yang memalsukan surat rekomendasi dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP).

“Kami dari Polri siap membantu (pengawasan) dan kami akan mengupayakan polemik ini tidak berkepanjangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdagkop-UKM Tarakan Tajuddin Tuwo mengungkapkan, dalam rapat itu pihaknya mempertanyakan masih ada APMS yang tidak menyalurkan BBM ke nelayan. “Mereka mengatakan tidak memiliki rekomendasi yang ditujukan ke APMS untuk menyalurkan kepada nelayan,” ungkapnya.

Diakui Tajuddin, salah satu tindaklanjut yang akan dilakukan bersama Polres Tarakan adalah turun langsung ke lapangan dan melihat langsung penyaluran BBM dari APMS ke nelayan. Pihaknya juga meminta kepada DPPP membuat formulasi surat rekomendasi nelayan yang berhak. “Sebenarnya minyak di Tarakan sudah lebih. Saya sampaikan untuk ke depannya tidak ada pembatasan lagi,” bebernya.

Ditambahkan pengawas APMS Bengal Jaya, Dewi Santi, selama ini pihaknya selalu melayani nelayan yang membawa surat rekomendasi untuk membeli BBM di APMS Bengal Jaya. Pihaknya juga tidak akan melayani nelayan yang tidak memiliki surat rekomendasi untuk membeli BBM di APMS Bengal Jaya. “Setiap rekomendasi itu hanya berlaku sesuai dengan bulan dan tahun yang sama dalam surat itu. Di luar itu kami tidak layani,” sebutnya.

Untuk di APMS Bengal Jaya, pihaknya pernah mendapati adanya oknum yang memalsukan surat rekomendasi untuk mendapatkan BBM. Bahkan dirinya juga secara langsung pernah mendapati bahwa yang membeli BBM di tempatnya merupakan pengetap. “Pernah saya dapatkan dan saya laporkan ke kepolisian,” bebernya.

Ia memaparkan, adapun  jumlah BBM yang akan dibeli oleh nelayan berdasarkan dengan surat dari rekomendasi tersebut. Rata-rata para nelayan dijatah 200 liter hingga 300 liter, jumlah tersebut merupakan jatah sebulan yang didapatkan oleh nelayan. Setiap harinya APMS Bengal Jaya melayani 20 hingga 30 nelayan. “Kami berikan mereka jatah per hari, mereka kan biasanya tidak tiap hari melaut,” katanya.

Untuk setiap bulannya pihaknya menerima solar dari Pertamina sebanyak 65 kilo liter (KL). Dari kuota itu, Dewi mengungkapkan, masih kurang untuk bisa dibagikan kepada nelayan. “Kami sudah mengajukan penambahan, tapi belum dapat lagi, karena memang solar terbatas,” pungkasnya.

Sales Executive Retail III Pertamina Tarakan Andi Reza Ramadan menuturkan, pihaknya akan mendukung usulan yang digagas oleh Polres Tarakan terkait pengawasan penyaluran BBM jenis solar yang diperuntukkan bagi nelayan. “Kalau memang ada apa-apa bisa langsung disampaikan. Kami juga berharap masyarakat tidak tinggal diam, namun memberikan informasi,” tegasnya.

Terhadap APMS yang tidak direkomendasi menjual BBM ke nelayan, pihaknya menegaskan keputusan rekomendasi APMS menyalurkan solar ke nelayan merupakan kewenangan DPPP. Kemudian dari surat rekomendasi yang diberikan DPPP, akan diteruskan ke Pertamina.

“Nelayan ini tidak sedikit juga yang tidak mengurus rekomendasi dan tidak layak mendapatkan rekomendasi. Artinya ada nelayan punya kapal dan tidak, kemudian yang tidak punya kapal masa harus mendapatkan rekomendasi juga,” bebernya.

Untuk di Tarakan terdapat 5 APMS yang memiliki rekomendasi untuk melayani nelayan dalam penjualan BBM subsidi berjenis solar. Sementara itu, lanjut Andi, mengacu pada 2018 lalu. Setiap bulannya direkomendasi sekira 420 KL. Sesuai dengan rekomendasi yang diterbitkan DPPP terhadap kebutuhan BBM nelayan. “Kalau kami mengacu realisasi dari APMS selama sebulan, itu kurang lebih 600 KL dengan asumsi kurang lebih 280 itu untuk umum. Namun akan kami krocek di lapangan apakah memang segitu,” jelasnya. (zar/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*