MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 15:04
BBM Langka, Dihisap Rekomendasi Lama

Masih Dilayani Sejumlah APMS

ILUSTRASI

PROKAL.CO, TARAKAN- Sejumlah pemilik agen premium dan minyak solar (APMS) dipanggil Polres Tarakan lantaran banyaknya keluhan nelayan yang kesulitan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, kemarin (10/1). Sejumlah pemilik APMS hadir dalam rapat koordinasi bersama kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan dan perwakilan dari Pertamina Depo.

Kepolisian akan bekerja sama mengawasi pendistribusian BBM bersubsidi, khususnya solar yang diperuntukkan bagi nelayan. “Dari hulu sampai dengan hilir, agar tepat guna dan tepat sasaran. Subjek fokus kami adalah jeritan para nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM untuk pergi melaut,” kata Kepala Bagian (Kabag) Operasi Polres Tarakan AKP Argo Budi Sarwono kepada Radar Tarakan, kemarin (10/1).

Dalam pertemuan itu pihaknya menegaskan tugas pokok dan fungsi Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selanjutnya akan bersama-sama dengan Pemkot mengawasi. Apalagi pihaknya tidak menginginkan terjadi sesuatu yang menganggu keamanan, akibat langkanya BBM untuk nelayan.

Adapun dalam rapat koordinasi itu pihak Pertamina menyampaikan bahwa selama ini distribusi BBM sudah sangat lancer menuju Tarakan, hingga ke APMS dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mengenai kuota, lebih dari yang dibutuhkan. “Dari APMS juga menerima kuota yang semestinya. Dari sini akan kami pelajari bersama-sama dan akan kami rumuskan lebih lanjut, karena tidak mungkin hanya Polri sepihak,” imbuhnya.

Argo menegaskan, apabila adanya oknum pengetap yang bermain dan mengakibatkan nelayan tidak mendapatkan BBM, maka pihaknya akan melakukan penyelidikan. Polisi sebagai aparat hukum akan memastikan para pengetap akan diproses apabila didapati nantinya. Tidak hanya pengetap, namun pihaknya juga akan mendalami dugaan adanya oknum yang memalsukan surat rekomendasi dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP).

“Kami dari Polri siap membantu (pengawasan) dan kami akan mengupayakan polemik ini tidak berkepanjangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdagkop-UKM Tarakan Tajuddin Tuwo mengungkapkan, dalam rapat itu pihaknya mempertanyakan masih ada APMS yang tidak menyalurkan BBM ke nelayan. “Mereka mengatakan tidak memiliki rekomendasi yang ditujukan ke APMS untuk menyalurkan kepada nelayan,” ungkapnya.

Diakui Tajuddin, salah satu tindaklanjut yang akan dilakukan bersama Polres Tarakan adalah turun langsung ke lapangan dan melihat langsung penyaluran BBM dari APMS ke nelayan. Pihaknya juga meminta kepada DPPP membuat formulasi surat rekomendasi nelayan yang berhak. “Sebenarnya minyak di Tarakan sudah lebih. Saya sampaikan untuk ke depannya tidak ada pembatasan lagi,” bebernya.

Ditambahkan pengawas APMS Bengal Jaya, Dewi Santi, selama ini pihaknya selalu melayani nelayan yang membawa surat rekomendasi untuk membeli BBM di APMS Bengal Jaya. Pihaknya juga tidak akan melayani nelayan yang tidak memiliki surat rekomendasi untuk membeli BBM di APMS Bengal Jaya. “Setiap rekomendasi itu hanya berlaku sesuai dengan bulan dan tahun yang sama dalam surat itu. Di luar itu kami tidak layani,” sebutnya.

Untuk di APMS Bengal Jaya, pihaknya pernah mendapati adanya oknum yang memalsukan surat rekomendasi untuk mendapatkan BBM. Bahkan dirinya juga secara langsung pernah mendapati bahwa yang membeli BBM di tempatnya merupakan pengetap. “Pernah saya dapatkan dan saya laporkan ke kepolisian,” bebernya.

Ia memaparkan, adapun  jumlah BBM yang akan dibeli oleh nelayan berdasarkan dengan surat dari rekomendasi tersebut. Rata-rata para nelayan dijatah 200 liter hingga 300 liter, jumlah tersebut merupakan jatah sebulan yang didapatkan oleh nelayan. Setiap harinya APMS Bengal Jaya melayani 20 hingga 30 nelayan. “Kami berikan mereka jatah per hari, mereka kan biasanya tidak tiap hari melaut,” katanya.

Untuk setiap bulannya pihaknya menerima solar dari Pertamina sebanyak 65 kilo liter (KL). Dari kuota itu, Dewi mengungkapkan, masih kurang untuk bisa dibagikan kepada nelayan. “Kami sudah mengajukan penambahan, tapi belum dapat lagi, karena memang solar terbatas,” pungkasnya.

Sales Executive Retail III Pertamina Tarakan Andi Reza Ramadan menuturkan, pihaknya akan mendukung usulan yang digagas oleh Polres Tarakan terkait pengawasan penyaluran BBM jenis solar yang diperuntukkan bagi nelayan. “Kalau memang ada apa-apa bisa langsung disampaikan. Kami juga berharap masyarakat tidak tinggal diam, namun memberikan informasi,” tegasnya.

Terhadap APMS yang tidak direkomendasi menjual BBM ke nelayan, pihaknya menegaskan keputusan rekomendasi APMS menyalurkan solar ke nelayan merupakan kewenangan DPPP. Kemudian dari surat rekomendasi yang diberikan DPPP, akan diteruskan ke Pertamina.

“Nelayan ini tidak sedikit juga yang tidak mengurus rekomendasi dan tidak layak mendapatkan rekomendasi. Artinya ada nelayan punya kapal dan tidak, kemudian yang tidak punya kapal masa harus mendapatkan rekomendasi juga,” bebernya.

Untuk di Tarakan terdapat 5 APMS yang memiliki rekomendasi untuk melayani nelayan dalam penjualan BBM subsidi berjenis solar. Sementara itu, lanjut Andi, mengacu pada 2018 lalu. Setiap bulannya direkomendasi sekira 420 KL. Sesuai dengan rekomendasi yang diterbitkan DPPP terhadap kebutuhan BBM nelayan. “Kalau kami mengacu realisasi dari APMS selama sebulan, itu kurang lebih 600 KL dengan asumsi kurang lebih 280 itu untuk umum. Namun akan kami krocek di lapangan apakah memang segitu,” jelasnya. (zar/lim)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…

Selasa, 25 Juni 2019 10:00
Aktivitas Pengangkutan Buruh Dihentikan Sementara

“Bagaimana Kami Menafkahi Keluarga”

TARAKAN – Ratusan buruh Pelabuhan SDF Tarakan protes. Sejak dikeluarkannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*