MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 14:48
Bapak Tua Ini Ditolak Panti Dinsos, Kenapa..??
Sukiman

PROKAL.CO, TARAKAN - Derita Sukiman, kakek 74 tahun yang hidup sebatang kara dengan penyakitnya belum dapat diakomodasi panti milik Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan mengaku kecewa karena tak ada panti yang dapat menampung Sukiman.

Ketua Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos mencari tempat layak bagi Sukiman. Namun upaya tersebut tidak menemukan titik temu karena panti Dinsos tidak dapat menerima pasien lansia yang membutuhkan perawatan ekstra.

“Sudah setahun ini, tapi memang baru beberapa bulan ini semakin parah. Dinsos tidak bisa menampung orang lansia kalau membutuhkan perawatan ekstra seperti itu,” tuturnya, kemarin (10/1).

Sehingga, dengan kondisi tersebut membuat Baznas Tarakan berinisiatif dengan memperkerjakan seseorang untuk mengurus Sukiman yang memang harus membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu.

Selain mencari pengasuh Sukiman, ia menerangkan jika pihaknya juga memberikan kebutuhan Sukiman setiap bulan. Walau begitu pihaknya tetap berupaya untuk mencari keberadaan keluarga Sukiman.

“Selain bantuan uang tunai satu juta setengah untuk gaji perawat, dtambah sembako rutin untuk makanan sehari-hari. Kalau misalnya beliau apa-apa kami tetap bantu biaya. Beliau kan kebetulan sudah punya BPJS yah. Nah kalau pun nanti keluarganya sudah ditemukan dan keluarga beliau bersedia merawat beliau. Beliau bisa kami antarkan ke keluarganya,” imbuhnya.

Meski demikian, menurutnya jika Sukiman mendapat pelayanan di panti jompo, tentu dapat membuatnya lebih baik. Tentunya Sukiman mendapat berbagai program pelayanan dari panti seperti bimbingan spritiual dan lainnya.

Kepala Bidang Sosial pada Dinsos Tarakan Eko P. Susanto membenarkan jika sudah selayaknya para lansia yang terlantar mendapat perlindungan. “Kalau kami lihat dari satu dimensi, lansia dan ketelantarannya dia wajib mendapatkan pelayanan rujukan. Dan rujukan ini diharapkan kepada lembaga atau panti yang memang memiliki kapasitas sesuai kompetensi kasusnya. Namun ada kewenangan yang membuat kami tidak bisa melakukan penampungan itu,” tuturnya.

Ia menerangkan, saat ini panti Dinsos dalam proses peralihan dari Pemkot ke Pemprov Kaltara sehingga pihaknya belum dapat berbuat banyak.

“Sebenarnya panti itu segera diserahkan oleh provinsi. Saat ini sedang dalam proses penuntasan berita acara P3D (pembiayaan, peralatan, personil dan dokumen) dan nanti akan dilakukan serah terima. Kalau nanti sudah dilakukan, ada kejelasan sebagai dasar. Saat ini memang kondisi masih transisi yang akhirnya para petugas di panti agak kesulitan membuat kebijakan-kebijakan,” tuturnya.

Meski demikian, ia menerangkan jika hal tersebut bukanlah faktor utama panti tidak dapat menerima pasien tertentu. Melainkan, panti tersebut tidak memiliki petugas yang bisa melayani pasien yang membutuhkan perawatan ekstra.

“Tapi titik krusial di sini sebenarnya tidak terletak pada itu. Titik krusialnya, panti kita di sana tidak memiliki tenaga yang memang berkompeten memberikan perawatan secara intens untuk itu. Nah itu yang barangkali masih menjadi kendala. Kalau nanti sudah menjadi kewenangan provinsi, mudah-mudahan ini juga  segera dituntaskan persoalannya,” ujarnya.

Walau begitu, ia menerangkan jika pernah menyampaikan kasus tersebut kepada pemerintah pusat. Namun, tindakan pengambilan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung namun harus mengikuti mekanisme yang ada.

“Saya sebenarnya sudah pernah sampaikan ini langsung kepada kepala Dinsos provinsi, cuma kan di provinsi ada UPT-nya sendiri. Ini juga masih dibicarakan. Kami hanya menunggu realisasi dari koordinasi ini,” jelasnya. (*/zac/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…

Selasa, 25 Juni 2019 10:00
Aktivitas Pengangkutan Buruh Dihentikan Sementara

“Bagaimana Kami Menafkahi Keluarga”

TARAKAN – Ratusan buruh Pelabuhan SDF Tarakan protes. Sejak dikeluarkannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*