MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 14:48
Bapak Tua Ini Ditolak Panti Dinsos, Kenapa..??
Sukiman

PROKAL.CO, TARAKAN - Derita Sukiman, kakek 74 tahun yang hidup sebatang kara dengan penyakitnya belum dapat diakomodasi panti milik Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan mengaku kecewa karena tak ada panti yang dapat menampung Sukiman.

Ketua Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos mencari tempat layak bagi Sukiman. Namun upaya tersebut tidak menemukan titik temu karena panti Dinsos tidak dapat menerima pasien lansia yang membutuhkan perawatan ekstra.

“Sudah setahun ini, tapi memang baru beberapa bulan ini semakin parah. Dinsos tidak bisa menampung orang lansia kalau membutuhkan perawatan ekstra seperti itu,” tuturnya, kemarin (10/1).

Sehingga, dengan kondisi tersebut membuat Baznas Tarakan berinisiatif dengan memperkerjakan seseorang untuk mengurus Sukiman yang memang harus membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu.

Selain mencari pengasuh Sukiman, ia menerangkan jika pihaknya juga memberikan kebutuhan Sukiman setiap bulan. Walau begitu pihaknya tetap berupaya untuk mencari keberadaan keluarga Sukiman.

“Selain bantuan uang tunai satu juta setengah untuk gaji perawat, dtambah sembako rutin untuk makanan sehari-hari. Kalau misalnya beliau apa-apa kami tetap bantu biaya. Beliau kan kebetulan sudah punya BPJS yah. Nah kalau pun nanti keluarganya sudah ditemukan dan keluarga beliau bersedia merawat beliau. Beliau bisa kami antarkan ke keluarganya,” imbuhnya.

Meski demikian, menurutnya jika Sukiman mendapat pelayanan di panti jompo, tentu dapat membuatnya lebih baik. Tentunya Sukiman mendapat berbagai program pelayanan dari panti seperti bimbingan spritiual dan lainnya.

Kepala Bidang Sosial pada Dinsos Tarakan Eko P. Susanto membenarkan jika sudah selayaknya para lansia yang terlantar mendapat perlindungan. “Kalau kami lihat dari satu dimensi, lansia dan ketelantarannya dia wajib mendapatkan pelayanan rujukan. Dan rujukan ini diharapkan kepada lembaga atau panti yang memang memiliki kapasitas sesuai kompetensi kasusnya. Namun ada kewenangan yang membuat kami tidak bisa melakukan penampungan itu,” tuturnya.

Ia menerangkan, saat ini panti Dinsos dalam proses peralihan dari Pemkot ke Pemprov Kaltara sehingga pihaknya belum dapat berbuat banyak.

“Sebenarnya panti itu segera diserahkan oleh provinsi. Saat ini sedang dalam proses penuntasan berita acara P3D (pembiayaan, peralatan, personil dan dokumen) dan nanti akan dilakukan serah terima. Kalau nanti sudah dilakukan, ada kejelasan sebagai dasar. Saat ini memang kondisi masih transisi yang akhirnya para petugas di panti agak kesulitan membuat kebijakan-kebijakan,” tuturnya.

Meski demikian, ia menerangkan jika hal tersebut bukanlah faktor utama panti tidak dapat menerima pasien tertentu. Melainkan, panti tersebut tidak memiliki petugas yang bisa melayani pasien yang membutuhkan perawatan ekstra.

“Tapi titik krusial di sini sebenarnya tidak terletak pada itu. Titik krusialnya, panti kita di sana tidak memiliki tenaga yang memang berkompeten memberikan perawatan secara intens untuk itu. Nah itu yang barangkali masih menjadi kendala. Kalau nanti sudah menjadi kewenangan provinsi, mudah-mudahan ini juga  segera dituntaskan persoalannya,” ujarnya.

Walau begitu, ia menerangkan jika pernah menyampaikan kasus tersebut kepada pemerintah pusat. Namun, tindakan pengambilan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung namun harus mengikuti mekanisme yang ada.

“Saya sebenarnya sudah pernah sampaikan ini langsung kepada kepala Dinsos provinsi, cuma kan di provinsi ada UPT-nya sendiri. Ini juga masih dibicarakan. Kami hanya menunggu realisasi dari koordinasi ini,” jelasnya. (*/zac/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*