MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 14:48
Bapak Tua Ini Ditolak Panti Dinsos, Kenapa..??
Sukiman

PROKAL.CO, TARAKAN - Derita Sukiman, kakek 74 tahun yang hidup sebatang kara dengan penyakitnya belum dapat diakomodasi panti milik Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan mengaku kecewa karena tak ada panti yang dapat menampung Sukiman.

Ketua Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos mencari tempat layak bagi Sukiman. Namun upaya tersebut tidak menemukan titik temu karena panti Dinsos tidak dapat menerima pasien lansia yang membutuhkan perawatan ekstra.

“Sudah setahun ini, tapi memang baru beberapa bulan ini semakin parah. Dinsos tidak bisa menampung orang lansia kalau membutuhkan perawatan ekstra seperti itu,” tuturnya, kemarin (10/1).

Sehingga, dengan kondisi tersebut membuat Baznas Tarakan berinisiatif dengan memperkerjakan seseorang untuk mengurus Sukiman yang memang harus membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu.

Selain mencari pengasuh Sukiman, ia menerangkan jika pihaknya juga memberikan kebutuhan Sukiman setiap bulan. Walau begitu pihaknya tetap berupaya untuk mencari keberadaan keluarga Sukiman.

“Selain bantuan uang tunai satu juta setengah untuk gaji perawat, dtambah sembako rutin untuk makanan sehari-hari. Kalau misalnya beliau apa-apa kami tetap bantu biaya. Beliau kan kebetulan sudah punya BPJS yah. Nah kalau pun nanti keluarganya sudah ditemukan dan keluarga beliau bersedia merawat beliau. Beliau bisa kami antarkan ke keluarganya,” imbuhnya.

Meski demikian, menurutnya jika Sukiman mendapat pelayanan di panti jompo, tentu dapat membuatnya lebih baik. Tentunya Sukiman mendapat berbagai program pelayanan dari panti seperti bimbingan spritiual dan lainnya.

Kepala Bidang Sosial pada Dinsos Tarakan Eko P. Susanto membenarkan jika sudah selayaknya para lansia yang terlantar mendapat perlindungan. “Kalau kami lihat dari satu dimensi, lansia dan ketelantarannya dia wajib mendapatkan pelayanan rujukan. Dan rujukan ini diharapkan kepada lembaga atau panti yang memang memiliki kapasitas sesuai kompetensi kasusnya. Namun ada kewenangan yang membuat kami tidak bisa melakukan penampungan itu,” tuturnya.

Ia menerangkan, saat ini panti Dinsos dalam proses peralihan dari Pemkot ke Pemprov Kaltara sehingga pihaknya belum dapat berbuat banyak.

“Sebenarnya panti itu segera diserahkan oleh provinsi. Saat ini sedang dalam proses penuntasan berita acara P3D (pembiayaan, peralatan, personil dan dokumen) dan nanti akan dilakukan serah terima. Kalau nanti sudah dilakukan, ada kejelasan sebagai dasar. Saat ini memang kondisi masih transisi yang akhirnya para petugas di panti agak kesulitan membuat kebijakan-kebijakan,” tuturnya.

Meski demikian, ia menerangkan jika hal tersebut bukanlah faktor utama panti tidak dapat menerima pasien tertentu. Melainkan, panti tersebut tidak memiliki petugas yang bisa melayani pasien yang membutuhkan perawatan ekstra.

“Tapi titik krusial di sini sebenarnya tidak terletak pada itu. Titik krusialnya, panti kita di sana tidak memiliki tenaga yang memang berkompeten memberikan perawatan secara intens untuk itu. Nah itu yang barangkali masih menjadi kendala. Kalau nanti sudah menjadi kewenangan provinsi, mudah-mudahan ini juga  segera dituntaskan persoalannya,” ujarnya.

Walau begitu, ia menerangkan jika pernah menyampaikan kasus tersebut kepada pemerintah pusat. Namun, tindakan pengambilan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung namun harus mengikuti mekanisme yang ada.

“Saya sebenarnya sudah pernah sampaikan ini langsung kepada kepala Dinsos provinsi, cuma kan di provinsi ada UPT-nya sendiri. Ini juga masih dibicarakan. Kami hanya menunggu realisasi dari koordinasi ini,” jelasnya. (*/zac/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 12:26

Program Jalan, Butuh Anggaran Lebih

Sabtu 8 Juni lalu, merupakan 100 hari pemerintahan Wali Kota…

Senin, 17 Juni 2019 12:25

Pengamat: Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi

PENGAMAT ekonomi menilai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan…

Senin, 17 Juni 2019 12:24

Antusias Produk UMKM Menurun

TARAKAN – Pengembangan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)…

Senin, 17 Juni 2019 12:23

Buat Pesanan Kaligrafi dan Lukisan di Balik Jeruji Besi

Narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan mendapatkan keterampilan,…

Senin, 17 Juni 2019 12:22

Penumpang Jatuh Tak Ditemukan

TARAKAN - Pencarian atas laporan penumpang Kapal Lambelu yang hilang…

Senin, 17 Juni 2019 12:07

Asyik Bungkus Sabu, Digerebek Petugas

TARAKAN – IW, warga Jalan Hang Tuah RT 10 Kelurahan…

Senin, 17 Juni 2019 12:05

Baru Keluar Lapas, RN Dibekuk Lagi

TARAKAN - Baru saja tahun ini keluar dari Lembaga Permasyarakatan…

Senin, 17 Juni 2019 12:01

Gerah dengan Mitra yang Jualan di Atas HET

TARAKAN – Bulog Tarakan akan menindak tegas oknum pedagang yang…

Senin, 17 Juni 2019 12:00

BPS Mulai Persiapan Sensus Penduduk 2020

TARAKAN – Persiapan Sensus Penduduk 2020 sudah dilakukan tahun ini,…

Senin, 17 Juni 2019 11:58

BUMD Penyiaran Harapkan Bisa Menyumbang PAD

TARAKAN- Gagasan Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, untuk melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*