MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 14:19
Guru Mengaji Agus Salim Dihadirkan

Terdakwa Tidak Pernah Dapat Ajaran Terorisme

DISIDANG: PH dari terdakwa Agus Salim menghadirkan saksi meringankan dalam sidang lanjutan di PN Tarakan kemarin (10/1). ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Penasehat Hukum (PH) dari Agus Salim, terdakwa teroris, menghadirkan saksi yang meringankan dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kemarin (10/1).

Agustan selaku PH Agus Salim mengungkapkan, adapun saksi yang meringankan bagi terdakwa tidak lain adalah guru mengaji terdakwa yaitu Samuri.

Dalam keterangan Samsuri, kata Agustan, saksi mengungkapkan bahwa selama di lingkup pendidikan bersamanya terdakwa Agus Salim tidak pernah mendapatkan ajaran terkait terorisme.  

Terkait ajaran tentang salafiyah yang didapatkan oleh Agus Salim, ia hanya mendapatkan ajaran tentang sunah wal jamaah. Tidak hanya itu, dalam kesaksian Samuri, ia mengungkapkan terdakwa tidak pernah menunjukkan adanya sikap yang sesat dan terdakwa selalu rajin mengikuti pengajian. “Dari keterangannya Samuri hanya bertemu Agus Salim dalam tiga kali pertemuan saja,” kata Agustan yang menceritakan kesaksian Samsuri di persidangan.

Diakui Agustan, pihaknya sengaja menghadirkan Samuri menjadi saksi yang meringankan, lantaran dari persidangan sebelumnya terdakwa mengakui pernah mengikuti aliran Salafi. Kemudian dari ajaran itu membuat Agus Salim ingin melakukan jihad. “Tapi dalam ajaran itu sama sekali tidak ada dalam ajarannya,” bebernya. Cuma ini saksi yang meringankan dan minggu depan akan dilakukan pemeriksaan agendakan mendengarkan keterangan terdakwa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Agus Salim ditangkap Densus 88 dibantu Polda Kaltara dan Polres Tarakan di rumah kontrakannya di Jalan Mulawarman pada Mei 2018, usai memposting video ancaman dengan menunjukkan senjata api dan pisau sangkur. Agus Salim terancam pidana penjara seumur hidup, sesuai Pasal 14 subsider pasal 7 Perpu No 01 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Pasal 45 ayat 4 UU No 11 2008 tentang ITE dan pasal 1 ayat 1 atau pasal 2 ayat 2 UU Darurat karena ada senjata dan pisau sangkur sebagai barang bukti. (zar/ash)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*