MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 14:19
Guru Mengaji Agus Salim Dihadirkan

Terdakwa Tidak Pernah Dapat Ajaran Terorisme

DISIDANG: PH dari terdakwa Agus Salim menghadirkan saksi meringankan dalam sidang lanjutan di PN Tarakan kemarin (10/1). ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Penasehat Hukum (PH) dari Agus Salim, terdakwa teroris, menghadirkan saksi yang meringankan dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kemarin (10/1).

Agustan selaku PH Agus Salim mengungkapkan, adapun saksi yang meringankan bagi terdakwa tidak lain adalah guru mengaji terdakwa yaitu Samuri.

Dalam keterangan Samsuri, kata Agustan, saksi mengungkapkan bahwa selama di lingkup pendidikan bersamanya terdakwa Agus Salim tidak pernah mendapatkan ajaran terkait terorisme.  

Terkait ajaran tentang salafiyah yang didapatkan oleh Agus Salim, ia hanya mendapatkan ajaran tentang sunah wal jamaah. Tidak hanya itu, dalam kesaksian Samuri, ia mengungkapkan terdakwa tidak pernah menunjukkan adanya sikap yang sesat dan terdakwa selalu rajin mengikuti pengajian. “Dari keterangannya Samuri hanya bertemu Agus Salim dalam tiga kali pertemuan saja,” kata Agustan yang menceritakan kesaksian Samsuri di persidangan.

Diakui Agustan, pihaknya sengaja menghadirkan Samuri menjadi saksi yang meringankan, lantaran dari persidangan sebelumnya terdakwa mengakui pernah mengikuti aliran Salafi. Kemudian dari ajaran itu membuat Agus Salim ingin melakukan jihad. “Tapi dalam ajaran itu sama sekali tidak ada dalam ajarannya,” bebernya. Cuma ini saksi yang meringankan dan minggu depan akan dilakukan pemeriksaan agendakan mendengarkan keterangan terdakwa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Agus Salim ditangkap Densus 88 dibantu Polda Kaltara dan Polres Tarakan di rumah kontrakannya di Jalan Mulawarman pada Mei 2018, usai memposting video ancaman dengan menunjukkan senjata api dan pisau sangkur. Agus Salim terancam pidana penjara seumur hidup, sesuai Pasal 14 subsider pasal 7 Perpu No 01 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Pasal 45 ayat 4 UU No 11 2008 tentang ITE dan pasal 1 ayat 1 atau pasal 2 ayat 2 UU Darurat karena ada senjata dan pisau sangkur sebagai barang bukti. (zar/ash)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*