MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 14:19
Guru Mengaji Agus Salim Dihadirkan

Terdakwa Tidak Pernah Dapat Ajaran Terorisme

DISIDANG: PH dari terdakwa Agus Salim menghadirkan saksi meringankan dalam sidang lanjutan di PN Tarakan kemarin (10/1). ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Penasehat Hukum (PH) dari Agus Salim, terdakwa teroris, menghadirkan saksi yang meringankan dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kemarin (10/1).

Agustan selaku PH Agus Salim mengungkapkan, adapun saksi yang meringankan bagi terdakwa tidak lain adalah guru mengaji terdakwa yaitu Samuri.

Dalam keterangan Samsuri, kata Agustan, saksi mengungkapkan bahwa selama di lingkup pendidikan bersamanya terdakwa Agus Salim tidak pernah mendapatkan ajaran terkait terorisme.  

Terkait ajaran tentang salafiyah yang didapatkan oleh Agus Salim, ia hanya mendapatkan ajaran tentang sunah wal jamaah. Tidak hanya itu, dalam kesaksian Samuri, ia mengungkapkan terdakwa tidak pernah menunjukkan adanya sikap yang sesat dan terdakwa selalu rajin mengikuti pengajian. “Dari keterangannya Samuri hanya bertemu Agus Salim dalam tiga kali pertemuan saja,” kata Agustan yang menceritakan kesaksian Samsuri di persidangan.

Diakui Agustan, pihaknya sengaja menghadirkan Samuri menjadi saksi yang meringankan, lantaran dari persidangan sebelumnya terdakwa mengakui pernah mengikuti aliran Salafi. Kemudian dari ajaran itu membuat Agus Salim ingin melakukan jihad. “Tapi dalam ajaran itu sama sekali tidak ada dalam ajarannya,” bebernya. Cuma ini saksi yang meringankan dan minggu depan akan dilakukan pemeriksaan agendakan mendengarkan keterangan terdakwa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Agus Salim ditangkap Densus 88 dibantu Polda Kaltara dan Polres Tarakan di rumah kontrakannya di Jalan Mulawarman pada Mei 2018, usai memposting video ancaman dengan menunjukkan senjata api dan pisau sangkur. Agus Salim terancam pidana penjara seumur hidup, sesuai Pasal 14 subsider pasal 7 Perpu No 01 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Pasal 45 ayat 4 UU No 11 2008 tentang ITE dan pasal 1 ayat 1 atau pasal 2 ayat 2 UU Darurat karena ada senjata dan pisau sangkur sebagai barang bukti. (zar/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*