MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 14:02
Jalankan Program Gerdema, Bupati Yakin Terjadi Perubahan
KUNJUNGAN KERJA: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si bersama rombongan disambut hangat warga dan ikut menari dalam penyambutan kunjungan kerja di Kecamatan Mentarang Hulu beberapa waktu lalu. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan bahwa Gerakan Desa Membangun (Gerdema) bukan hanya sebuah konsep seorang Yansen, tapi konsep masyarakat yang dirinya aplikasikan dalam sebuah teori yang bernama Gerdema.

Maka dari itu, ia yakin apabila konsep tersebut dijalankan, maka akan terjadi perubahan. Hal itu pun ditegaskannya kembali dalam sebuah kesempatan akhir tahun 2018 lalu di hadapan masyarakat Kecamatan Mentarang Hulu. “Saya berpikir bahwa sesungguhnya Gerakan Desa Membangun itu bukan sebuah konsep Yansen, tapi konsep masyarakat yang saya aplikasikan dalam sebuah teori yang namanya Gerakan Desa Membangun,” tegasnya.

Diceritakannya, para profesor yang menguji dirinya saat mengambil program doktoral, sempat menanyakan apakah berani menerapkan konsep Gerdema tersebut dalam sebuah pemerintahan. “Saya tidak pernah berpikir menjadi Bupati. Sama sekali (tidak berpikir). Ada 9 profesor yang menguji saya, semua bertanya sama (berani tidak menerapkan Gerdema), karena keyakinan saya dengan konsep ini jalan, lalu mereka berkata kami yakin kamu bisa. Saya katakan ini bukan soal yakin, tapi kalau kita jalankan konsep ini, saya yakin akan terjadi perubahan,” ujarnya.

Oleh sebab itulah, ada penegasan darinya seperti yang ia selalu sampaikan. “Jadi, bukan tempat yang mengubah kita, tapi kitalah yang mengubah tempat,” ungkapnya.

Orang yang tinggal di hutan dan pedalaman, kata Bupati, selalu diidentikan dengan tertinggal. Namun, dengan konsep Gerdema, semua punya kesempatan yang sama, terutama membangun desanya masing-masing. Sehingga, saat ini, orang yag tinggal di pedalaman dan perbatasan tidak bisa disamaratakan bahwa tertinggal. “Saya katakan, mulai hari ini jangan lagi beranggapan bahwa orang yang tinggal di hulu, di hutan dan pedalaman itu tertinggal,” tukasnya. (ags/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*