MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 13:56
Korban Kebakaran Segel Rumah Pemilik APMS

Tuntut Ganti Rugi Rp 4,9 Miliar

MINTA GANTI RUGI: Korban kebakaran terpaksa menyegel rumah pemilik APMS karena dinilai belum merealisasikan tanggungjawabnya. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Kebakaran APMS yang berdampak pada kebakaran rumah dan kios di sekitar APMS berbuntut panjang. Sebab, para korban kebakaran menuntut ganti rugi yang totalnya mencapai Rp 4,9 miliar.

Angka tersebut harus dibayarkan kepada 12 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran 11 September 2015.

Karena ganti rugi belum direalisasikan pemilik APMS, dalam hal ini H. Deni.  Para korban kebakaran  menyegel rumah pemilik APMS tersebut.

Juru bicara korban kebakaran, Nasrun (40) mengatakan, dalam persidangan pihak APMS mengakui kesalahannya sehingga menyebabkan kebakaran rumah dan kios milik warga sekitar APMS.

Namun hingga saat ini  pemilik APMS belum pernah menemui para korban.

“Jika memang H.Deni mempunyai itikad baik harusnya dia bertemu langsung dengan kami jangan melalui orang lain yang menyampaikan bahwa akan ada ganti rugi sebesar Rp 500 juta saja,” ungkap Nasrun saat ditemui di lokasi penyegelan, Kamis (10/1).

Padahal saat di persidangan telah dirincikan total ganti rugi yang harus dibayar pemilik APMS, yakni sebesar 4,9 miliar.

Berbagai upaya sudah dilakukan korban kebakaran. Termasuk telah melakukan pertemuan dengan pemerintah dan DPRD .

Ini dilakukan karena korban kebakaran geram dengan pemilik APMS yang sama sekali tidak memberikan bantuan tali asih.

 “Kalau mau ketemu H. Deni, katanya ketemu di persidangan. Kalau mau mediasi, ketemu di Tanjung Selor. Pihak korban yang menanggung biaya ke sana. Pada intinya, pemilik APMS tidak punya itikad baik. Jadi kami terlanjur basah, dan hingga saat ini sudah berapa tahun belum juga ada ganti ruginya,makanya kami melakukan aksi ini (segel) untuk mempertanyakan kapan ganti rugi rumah kami yang terbakar,” ujarnya.

“Dalam aksi ini kami tidak anarkis hanya semata-mata ingin H. Deni bertanggung jawab atas maslalah ini, itu saja. Mengingat ini sudah hampir 4 tahun lamanya,” sambungnya.

Nasrun pun menegaskan, para korban akan tetap menuntut ganti rugi hingga tuntutan mereka terpenuhi. Ganti rugi bisa melalui pemilik APMS atau pihak Pertamina yang mempunyai andil menyalurkan minyak dan memberikan izin ke APMS.

“Kami juga masih menunggu langkah dari Pertamina untuk menyelidiki hal ini dengan turun langsung ke lapangan,” bebernya.

Sementara terkait laporan ke kepolisian sudah dilakukan. Polres Bulungan telah memberitahukan kepada para korban terkait hasil penyelidikan musibah ini.

Korban lainnya, Armansyah (56) mengungkapkan harapannya agar mereka mendapatkan pertanggungjawaban dari pemilik APMS.

“Harapan kami hanya kontrakan dan kios yang habis terbakar, sementara anak kuliah. Harapan kami ada penyelesaian yang baik, jangan sembunyi ketemu lah dengan kami jangan seperti ini,” ungkapnya.

 

Hal serupa juga disampaikan oleh korban lainnya, M. Said (44). “Kerugian kami cukup besar, 5 rumah terbakar, dan 2 rumah rusak, mencakup 12 kepala kepala keluarga (KK) mencapai miliaran rupiah, dengan perkiraan kerugian antara Rp 750 juta hingga Rp 2,5 miliar,” kata Said.

Sementara itu, H.Deni ketika akan dikonfirmasi tidak berada di rumahnya. (*/rko/ana)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*