MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Januari 2019 15:22
Tiga ASN Dalam Penyidikan Bawaslu
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan, Sulaiman. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Dugaan pelanggaran terhadap tiga orang diduga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut serta dalam kegiatan kampanye Sandiaga Uno, hingga kini masih dalam tahap penyidikan Bawaslu. Pasalnya, dalam aturan ditegaskan bahwa seorang ASN dilarang untuk berpihak pada salah satu peserta pemilu.

Kepada Radar Tarakan, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan, Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya masih mengirim surat kepada tiga anggota ASN tersebut untuk menanyakan kebenaran status jabatan ketiga orang tersebut dalam sebuah instansi.

Hingga kini pihaknya masih melakukan deteksi tentang keterlibatan tindakan ASN tersebut dalam proses kampanye Sandiaga Uno. Sebab pada dasarnya ASN memiliki beberapa larangan seperti berfoto langsung bersama peserta pemilu, memamerkan simbol jari yang merujuk pada angka salah satu peserta pemilu dan sebagainya.

“Kalau hadir dalam kampanye, saya pikir tidak. Tapi kalau sudah berfoto, baru melanggar,” bebernya.

Dari ketiga ASN tersebut, ada satu yang didalami oleh Bawaslu. Sebab alasan ASN tersebut menghadiri kampanye Sandiaga Uno adalah karena ASN tersebut merupakan pejabat daerah tersebut dan dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Sehingga ASN tersebut pergi untuk melihat lokasi tersebut.

“Tapi kami tetap dalami kasusnya. Yang jelas kalau kami tahu apa yang dikemukakan dengan tindakannya, kami bisa padukan jadi bisa memberikan keyakinan kepada kami, bahwa apa yang disampaikan dengan tindakannya benar-benar sejalan. Kalau sejalan, berarti tidak ada yang salah, tapi kalau tidak sejalan itu ada sesuatu,” jelasnya.

Hingga kini pihaknya belum melakukan klarifikasi terhadap tiga orang ASN tersebut. Bawaslu ingin memastikan bahwa ketiganya memang merupakan ASN. Untuk itu, Bawaslu sudah melakukan pengiriman surat kepada instansi terkait untuk mendapatkan jawaban status pekerjaan tiga orang yang diduga ASN tersebut.

“Kan dalam sebuah instansi itu ada honor, kalau itu tidak masalah. Tapi ASN-nya itu yang dilarang. Kami sudah kirimkan surat ke beberapa instansi,” ucapnya.

Dalam menyelesaikan kasus tersebut, Bawaslu memiliki waktu selama 1 minggu atau 7 hari kerja tak terhitung Sabtu dan Minggu. Sebab pada Sabtu dan Minggu tidak masuk dalam masa kerja Bawaslu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo mengatakan bahwa pasal 282 dan 283 UU nomor 7 tahun 2017 disebutkan bahwa pejabat negara struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang untuk mengadakan kegiatan yang mengarah pada kegiatan peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye.

“Artinya kalau mengadakan kegiatan dan ikut terlibat secara aktif yang mengarah, atau menguntungkan peserta pemilu tertentu maka dilarang. Itu jelas dalam aturan,” ujarnya.

Larangan tersebut dapat berupa pertemuan, ajakan, imbauan, seruan atau pemberian barang kepada ASN dalam lingkungan lingkup kerja, anggota keluarga dan masyarakat. Dalam kode etik UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah yang mengatur kode etik ASN telah ditegaskan agar setiap ASN bersikap netralitas dalam pelaksanaan pemilu.

Meski begitu, sebagai WNI, seorang ASN tetap memiliki hak untuk mengetahui visi dan misi peserta pemilu yang merupakan calon pemimpin Indonesia. Namun pada dasarnya, jika terlibat dalam pelaksanaan kampanye, menurut Teguh seorang ASN cenderung bersikap aktif sehingga hal ini akan memberatkan ASN.

“Dalam hal ini, ASN masih sama seperti penyelenggara. Penyelenggara masih punya hak pilih, tapi kalau terlibat di sana kan menjadi justifikasi negatif dari orang, makanya paling aman memantau dari jauh,” bebernya.

Jika hanya sekadar mencari visi dan misi peserta pemilu, seorang ASN masih memiliki banyak cara dan tidak harus berperilaku aktif dalam kegiatan kampanye. Sebab hal tersebut merupakan kode etik ASN. “Artinya jangan menimbulkan prasangka-prasangka keberpihakan. Itukan memang janji etik termasuk ASN, kalau sudah tahu rawan dan berisiko ya jangan lakukan,” tegasnya.

Menurut Teguh, jika hanya ingin mengetahui dengan jelas visi dan misi calon tertentu, maka setiap ASN dapat meminta bantuan kepada temannya yang bukan anggota ASN untuk merekam kegiatan kampanye maupun orasi dari peserta pemilu tanpa harus menghadiri langsung proses kampanye salah satu peserta pemilu. “Berpihak atau tidak, pada dasarnya ASN itu tahu dan sadar aturan,” ucapnya.

Menurut Teguh, pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Sandiaga Uno beberapa waktu lalu merupakan proses kampanye. Sebab bertatap langsung dengan masyarakat Kota Tarakan. Untuk itu, Teguh menginginkan agar setiap ASN dapat menjaga diri dan menjaga netralitasnya. (*/shy/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:29

Kampanye, Dilarang Menyoal Pancasila

TARAKAN - Jika pelaksanaan kampanye terbuka pada pemilihan kepala daerah…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:27

Kapolda: Jangan Bagi Berita Enggak Jelas Sumbernya

TARAKAN – Menjelang pelaksanaan pemungutan suara pada pemilihan legislatif dan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:16

Akun FB Dipolisikan, Iwan Sebut Kritikan

TANJUNG SELOR - Sahabat Irianto Lambire melaporkan akun media sosial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Curi Motor Teman Sendiri

TARAKAN – Nekat membawa kabur motor teman sendiri, wanita berinisial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Pencuri Spesialis Waktu Subuh Dibekuk Polisi

TARAKAN – Anggota reskrim di Kepolisian Kawasan Sektor Pelabuhan (KSKP)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:12

Jalan Terbelah, Pengendara Resah

TARAKAN - Terlihat ada jalan nyaris terbelah 2 di Jalan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:38

“Aldy Melawan Kejahatan Tingkat Tinggi”

TARAKAN – “Iyaaa mamiku.” Diakhiri dengan emoji penuh cinta. Itulah…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:34

Pemadaman Bergilir, RSUD Tarakan Paling Terdampak

TARAKAN – Selama pemadaman listrik bergilir diberlakukan  keluhan tidak hanya…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:32

Tanpa Izin Edar, Produk Beku Disita

TARAKAN – Penindakan terhadap produk beku di salah satu gedung…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:27

Divonis Mati, Dua Terpidana Sabu 4 Kg Banding

TARAKAN- Usia divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*