MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Januari 2019 15:17
Kurangi Sampah Plastik, Pemkot Siapkan Perwali
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Peredaran sampah plastik yang sudah semakin mengkhawatirkan lingkungan mengharuskan pemerintah berpikir lebih serius. Di Tarakan, berbagai jenis sampah plastik sering ditemukan. Sehingga mengurangi sampah plastik menjadi bagian yang penting untuk dilakukan.

Wali Kota Tarakan, Sofian Raga mengatakan hal pertama yang akan dilakukan yakni mengurangi penggunaan sampah plastik. Dengan membuat peraturan wali kota, diharapkannya secara bertahap sampah, khususnya plastik akan semakin berkurang.

“Sebelum menerbitkan Perwali, akan dilaksanakan sosialisasi terlebih dahulu. Komunikasi terlebih dahulu kepada masyarakat di 20 kelurahan,” katanya.

Untuk sosialisasi akan dilakukan paling lama satu sampai dengan dua pekan dan nantinya akan diundang setiap masyarakat untuk berdialog terkait sampah plastik. Setelah itu, nantinya akan dilakukan penerbitan dari Perwali.

Pelaksanaan ini akan dilakukan secara bertahap, sampai pada saatnya seluruh masyarakat Tarakan siap untuk tidak menggunakan barang berbahan plastik. Dia berharap secepatnya dapat diterapkan, meski tidak 100 persen. Karena lebih baik adanya awal keinginan dan komitmen untuk memulai memerangi penggunaan terhadap plastik.

Untuk penerapannya, pihaknya nantinya akan menyiapkan tas yang dapat dimiliki setiap rumah tangga. Terutama untuk setiap ibu rumah tangga. “Karena mereka orang yang sering berinteraksi di pasar atau tempat perbelanjaan,” ungkapnya.

Sehingga diharapkan bisa setiap keluarga memiliki tas belanja ramah lingkungan yang bisa dibawa ke tempat perbelanjaan. Jadi tidak perlu lagi menggunakan plastik yang bisa menjadi sampah. Jika semua masyarakat bisa menerapkan hal ini, diyakininya pengurangan akan bisa dilakukan sampai pada saatnya ada Perwali yang mengaturnya. “Pada saatnya akan dilakukan pelarangan untuk menggunakan plastik yang bisa merusak lingkungan sekitar,” ucapnya.

Untuk saat ini dilakukan secara bertahap terlebih dahulu, secara awal. Sofian juga optimis, Tarakan ke depannya akan bisa bebas dari sampah plastik. Apalagi Tarakan sebagai kota pulau, penduduk yang semakin bertambah terus menerus dan bisa menghasilkan sampah yang sangat banyak.

“Jika tidak diatur dengan baik dan sedemikian rupa, maka bisa hidup dengan dikelilingi sampah. Efek kerusakan bukan hanya dirasakan manusia, tetapi juga terhadap lingkungan dan hewan,” jelasnya.

Pengurangan sampah plastik ini tentunya akan dimulai bukan hanya saat semua sudah siap saja, tetapi secara pelan-pelan harus langsung dilakukan. Karena seperti pemberlakuan sampah semesta yang dilakukan secara perlahan dan perlu waktu. Karena saat ini sudah mulai berjalan, meski harus lebih banyak dibina dan dikawal lagi.

“Kepedulian masyarakat sudah mulai tumbuh, jadi harus dimulai sekarang. Nanti saat sudah siap baru bisa diterbitkan pelarangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, Supriono mengatakan, rencana Perwali yang nanti akan diterbitkan yakni pengurangan penggunaan plastik. Karena upaya yang dilakukan saat ini yakni mengurangi sampah plastik. Untuk itu, pihaknya juga akan menyediakan tas belanja yang mampu bertahan cukup lama untuk digunakan secara efektif yang dapat mengurangi sampah plastik.

“Apapun upaya yang dilakukan, yang pasti untuk mengurangi volume sampah plastik,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, selain menyusun Perwali juga akan menyusun Perwali tentang kebijakan dan strategi daerah dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Dalam perwali itu juga akan disusun target-target tentang sampah, mulai tahun 2018, sampai 2025. Yang diharapkan sampah akan berkurang hingga 30 persen.

“Mudah-mudahan sampah khususnya plastik bisa dikurangi, sehingga target dari 30 persen bisa lebih banyak dikurangi dan akan menuju Tarakan sebagai kota yang bebas sampah,” jelasnya.

Begitu juga untuk penggunaan kantong plastik untuk membungkus sampah yang ada di lingkungan, harus mulai dikurangi. Bisa dengan menggunakan ember cat yang sudah tidak digunakan, untuk dapat menaruh di setiap lingkungan. Sehingga bisa digunakan lama dan mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Ini sudah dilakukan oleh masyarakat di lingkungan Kampung Satu, di kawasan Pepabri. Di mana masyarakatnya menyiapkan tong sampah sekaligus ada tutupnya di setiap rumah. Jadi lebih hemat dan tidak perlu mengotori lingkungan dengan kantong plastik,” pungkasnya. (*/naa/eza)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*