MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Januari 2019 15:14
INGAT..!! Kalau Cuma Bermesin Satu, Izin Trayek Tak Diberikan

Dishub Berpedoman Aturan, Berlaku Pada Speedboat Non Reguler

WAJIB DUA: Speedboat bermesin satu tidak laik menyeberangi antar kabupaten kota. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hingga saat ini speedboat non reguler yang beroperasi di perairan Kalimantan Utara (Kaltara), belum juga mendapatkan izin trayek dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara.

Izin itu tidak diberikan lantaran speedboat masih bermesin satu. Izin akan diberikan apabila speedboat sudah bermesin dua. “Kami tidak berani memberikan izin trayek kalau speedboat itu masih bermesin satu, karena sesuai aturan yang ada speedboat harus bermesin dua,” ungkap Taupan Majid, Kepala Dishub Kaltara kepada Radar Kaltara.

Sebenarnya yang dikhawatirkan untuk speedboat bermesin satu ketika terjadi kerusakan mesin. Sehingga tak ada cadangan mesin yang bisa digunakan. “Kalau mesinnya dua kan ada satu mesin yang digunakan,” ujarnya.

Sesuai peruntukannya, speedboat non reguler bermesin satu ini hanya untuk transportasi antar kecamatan saja, bukan transportasi antar kabupaten/kota. “Kalau menyeberangi sungai, laut atau antara kabupaten kota wajib bermesin dua,” jelasnya.

Yang lebih fatal, speedboat bermesin satu ini kerap digunakan hingga ke Derawan. Artinya, sudah berbeda provinsi. Tentunya hal itu sangat fatal sekali. Tidak hanya itu, ada juga motoris yang nekat membawa penumpang saat malam hari dan tidak menggunakan penerangan. Apalagi ketika tiket speedboat reguler di Pelabuhan Kayan II habis. Kondisi tersebut banyak dimanfaatkan motoris speedboat bermesin satu.

“Tapi sekarang ini kami (Dishub) hanya bisa mengimbau saja, karena kami juga tahu untuk mengubah itu tidak semudah yang dibayangkan, kami juga terus melakukan pendekatan kepada pemilik speedboat untuk segera mengubah speedboat menjadi bermesin dua,” ujarnya.

Meski begitu, Taupan mengatakan, dirinya tetap berpegang teguh pada aturan yang ada. Tidak akan menerbitkan izin trayek speedboat bermesin satu untuk berlayar menuju Tarakan dan kabupaten lainnya, selama belum ada penambahan mesin.

Apalagi jika mengacu pada peraturan Kementerian Perhubungan, standar speedboat bodinya harus terbuat dari besi, sedangkan yang ada saat ini hanya dari fiber. “Tapi kalau untuk mengubah semua itu susah,” jelasnya. Jadi dapat dikatakan, speedboat bermesin satu belum layak digunakan untuk menyeberang antar kabupaten/kota.

Untuk pengawasan, sambung Taupan, bukan kewenangan Dishub Kaltara. Melainkan pengawasan ada di Dishub masing-masing kabupaten/kota. "Jadi untuk pengawasan sepenuhnya menjadi kewenangan Dishub di kabupaten kota,” bebernya.

Diakui lagi, pengawasan belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan personel yang dimiliki. Sehingga aktivitas di luar aturan tidak dapat terpantau secara langsung. "Kalau Dishub Kaltara hanya mengeluarkan izin trayek saja,” jelasnya.

Taupan menambahkan, sebenarnya keberadan speedboat non reguler ini cukup membantu masyarakat. Utamanya ketika tiket speedboat reguler habis. "Secara tidak langsung keberdaan speedboat non reguler ini juga sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Namun, masyarakat juga harus bisa memilih mana transportasi yang laik dan tidak laik, jangan sampai menggunakan jasa transportasi yang tidak laik, tentu itu akan sangat membahayakan.

Sebelumnya, Kepala Kepala Pos Pelabuhan Kayan II Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor Mulyono mengatakan, selama ini speedboat dengan mesin tunggal 200 paar de kraff (PK) tak ada pengawasan dari petugas. “Siapa nanti yang bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan laut,” kata Mulyono

Lanjut dikatakan, speedboat reguler di Dermaga Kayan II Tanjung Selor yang dalam pengawasan petugas saja masih bisa mengalami kecelakaan, apalagi yang tidak diawasi. “Siapa yang akan bertanggung jawab? Pasti tidak akan ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Bahkan, menurutnya, dari 20 unit speedboat tersebut tak ada yang laik berlayar untuk rute Tanjung Selor-Tarakan, sebab hanya memiliki mesin tunggal. “Kalau digunakan bolak balik itu akan membuat mesin panas,” ungkapnya.

Harusnya, speedboat kecil hanya dikhususkan untuk transportasi sungai bukan di laut. Apalagi belum memiliki izin dan surat-surat laik jalan. “Untuk izin menyeberangi lautan saja belum ada,” sebutnya.

Tidak hanya itu, akibat tidak ada pengawasan banyak dimanfaatkan oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan besar tanpa memikirkan keselamatan penumpang. “Kapasitas hanya 18 penumpang, yang dibawa lebih dari kapasitas,” jelasnya, seraya mengatakan, life jacket juga tidak dimiliki semua speedboat. Hal seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk lebih mengawasi.

“Kita harus sama-sama belajar dari kejadian yang sebelumnya,” jelasnya.

Terpisah, Acong (45) salah seorang motoris speedboat membantah apabila speedboat di pelabuhan kulteka tidak ada yang laik. Dengan tegas dikatakannya, meski tak ada pengawasan, tidak pernah terjadi kecelakaan di laut, justru yang dalam pengawasan kerap mengalami kecelakaan. “Jadi petugasnya ke mana, bahkan kerap ada penumpang yang

tidak terdaftar di manifest, itukah yang dilakukan pengawasan,” tukasnya.

Menurutnya, speedboat terbuka jauh lebih aman dari speedboat tertutup, sebab bila terjadi sesuatu penumpang bisa lebih mudah menyelamatkan diri. Berbeda dengan speedboat tertutup, penumpang pasti sulit keluar dari dalam speedboat karena saling berebutan untuk menyelamatkan diri masing masing.

“Kalau speedboat yang terbuka asalkan tetap menggunakan life jacket atau jaket pelampung pasti aman,” katanya.

Dia juga memastikan, selama ini selalu mengingatkan penumpang agar menggunakan life jacket. “Tidak ada penumpang yang tidak mengunakan life jacket,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bulungan Hasan Pema mengatakan, selama ini Dishub selalu melakukan pengawasan, dan selalu mengingatkan kepada setiap penumpang agar menggunakan life jacket.

“Jadi tidak ada yang tidak diawasi, kita selalu awasi hanya saja untuk perizinan yang tidak lengkap itu kewenangan Dishub Provinsi,” singkatnya. (*/jai/fly)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:09

Dinsos Tegaskan Zero Prostitusi

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara menegaskan tahun ini…

Jumat, 18 Januari 2019 12:08

Peredaran Narkotika Memprihatinkan

TANJUNG SELOR – Berada di daerah yang berbatasan langsung dengan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:05

185 Ha Lahan KBM Akan Dibebaskan

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:03

Sirkulasi Siklonik, Sebabkan Hujan Lebat

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas…

Jumat, 18 Januari 2019 12:02

DED Rampung, Pembangunan Fisik Mandek

TANJUNG SELOR – Menyikapi ruas Jalan Jalan Aki Balak Kota…

Jumat, 18 Januari 2019 12:00

Dihadiahi Timah Panas, Pelaku Curat Tersungkur

TANJUNG SELOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan menuntaskan…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49

Tujuh Menit, 11 kg Sabu Musnah

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Jumat, 18 Januari 2019 09:47

Di Kaltara, Pemilih Pemula Mencapai 28.350 Jiwa

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:45

1 Februari, CPNS 2017 Terima SK 100 Persen

TANJUNG SELOR - Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya…

Jumat, 18 Januari 2019 09:43

Tak Berfungsi Karena Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*