MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Januari 2019 14:45
Numpuk di Kota, Guru Siap Dikirim ke Pedalaman
DIPINDAHKAN: Di 2019, Disdikbud Nunukan segera melakukan pemerataan Guru. Khusunya guru berstatus ASN untuk ditempatkan di wilayah pedalaman. Tampak, salah seorang guru yang sedang mengajar di ruang kelasnya. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Penumpukan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah perkotaan menjadi persoalan serius yang dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan saat ini.

Tak ayal, pelajar yang berada di wilayah pedalaman akhirnya dididik guru-guru yang berstatus honorer saja. Walaupun guru sebenarnya kualitas guru honorer ini tetap mampu bersaing dengan guru berstatus ASN.  

Kepala Disdikbud Nunukan H. Junaidi tak menampik persoalan itu. Ia bahkan membenarkan hal itu terjadi seperti yang ditemukan di lapangan kala melakukan pemantauan langsung. Contohnya, di SMPN 1 Pembeliangan, Kecamatan Sebuku. Di sekolah itu hanya ada 2 guru ASN. Yakni, kepala sekolah dan seorang guru agama. Sementara pelajarnya jumlahnya ratusan dengan belasan kelas belajar. Nah, untuk menutupi kekurangan itu maka kepala sekolah mengambil kebijakan untuk merekrut guru honorer yang sumber penggajiannya dari dana bantuan operasional sekolah (Bos). “Sementara di wilayah kota, seperti di Kecamatan Nunukan itu bertumpuk guru ASN. Jadi, memang harus ada pemerataan biar anak-anak harapan bangsa di wilayah pedalaman itu mendapatkan tenaga pengajar yang baik pula,” ungkap H. Junaidi kepada media ini kemarin.

Dikatakan, meskipun adanya dana BOS itu menjadi solusi kekurangan guru di wilayah pedalaman, namun bukan berarti harus diterima begitu saja. Namun sebagai penyedia dan pelayanan masyarakat di bidang pendidikan ini tetap wajib menyediakan dan memikirkan penambahan guru berstatus ASN tersebut. “Mungkin, salah satu solusinya itu sekolah yang memiliki dua guru mata pelajaran yang sama dipindahkan ke sekolah yang belum memiliki,” jelasnya.

Menurutnya, pemerataan guru saat ini sedang dalam proses. Pihaknya sedang menunggu hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru saja berlangsung untuk menyesuaikan guru mata pelajaran apa saja yang dibutuhkan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah tiga. “Kami masih mendata untuk menginventarisir dan mengetahui guru apa saja yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tak dipungkiri jika selama ini guru berstatus ASN itu lebih banyak mengajar di wilayah kota saja. Sehingga, sumber daya manusia (SDM) guru itu akhirnya tidak merata. Bukan berarti guru honorer tidak baik dan ingin dikurangi, namun demi perbaikan pendidikan, maka guru-guru yang dianggap berlebih di setiap sekolah akan disebar ke sekolah yang lebih memerlukan. “Selain kebutuhan sekolah, pemerataan guru ini juga demi kepentingan guru yang dimaksud. Karena, sudah banyak guru di wilayah kota akhirnya jam mengajar untuk mendapatkan angka kredit tidak mencukupi. Imbasnya, pangkat mereka tertunda,” jelasnya. (oya/udn)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*