MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 02 Januari 2019 14:33
73 Km, Tanjakan Panjang di Tiga Desa

Cerita Touring Sepeda Ancam-Tanjung Selor

JALIN SILATURAHMI: Komunitas sepeda 6:15 saat menjajal rute Ancam-Tanjung Selor dengan jarak 73 km. DOKUMENTASI KOMUNITAS 6:15

PROKAL.CO, Jangan heran jika seseorang melakukan segalanya demi hobi. Itulah yang dilakukan komunitas sepeda Tarakan 6:15 yang menempuh jarak 73 km, demi bersilaturahmi dengan komunitas sepeda di Ibu Kota Kaltara Tanjung Selor.  

 

JANURIANSYAH

 

MUNGKIN sebagian orang menganggap bersepeda dari Ancam menuju Tanjung Selor merupakan hal gila. Tidak hanya jarak, tapi termasuk tantangan lain yang bisa menjadi menghambat seperti tanjakan sepanjang perjalanan dan terik matahari yang cukup menguras tenaga para goweser.

Berbekal keinginan untuk bersilaturahmi dengan goweser yang ada di Tanjung Selor, komunitas tersebut berangkat menggunakan speedboat pada Minggu (23/12) pada pukul 06.30 WITA.

Butuh waktu sekitar sejam hingga rombongan komunitas yang berjumlah 17 orang tersebut tiba di Ancam. Mereka pun memeriksa perlengkapan sebelum mengayuh sepeda. “Kami pastikan dulu, apakah ada yang ketinggalan. Kami jalan menuju Tanjung Selor pukul 08.00,” ujar Ketua komunitas 6:15, Bahar.

Dalam perjalanan awal yang melewati Jalan Trans Kaltara tersebut para goweser melewati Desa Ardi Mulyo dan Desa Panca Agung. Di simpang Desa Panca Agung, rombongan disambut salah satu komunitas sepeda Tanjung Selor yakni Enggang Bike Community (EBC). “Kami sebelum merencanakan Touring Sepeda Ancam-Tanjung Selor sudah berkoordinasi dulu dengan teman-teman dari EBC, dari komunikasi tersebut mereka siap menyambut kami di Desa Panca Agung untuk bersama-sama gowes ke Tanjung Selor,” ungkapnya.

Setelah menempuh jarak sekitar 20 km, para rombongan goweser tiba di Desa Pimping. Di desa ini para goweser beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. “Di Desa Pimping kami ke Balai Adat Dayak Pimping untuk lebih mengenal keanekaragaman budaya yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara),” ujarnya.

Pukul 09.30 WITA para goweser melanjutkan perjalanan kembali menyusuri Jalan Trans Kaltara, tantangannya mulai terasa. Kawasan perbukitan yang memiliki tanjakan yang cukup panjang. “Tanjakan-tanjakan tersebut cukup menguras stamina teman-teman, namun rute ini benar-benar memacu adrenalin,” ujarnya.

Tantangan lain yang harus dihadapi goweser, tidak lain terik matahari sepanjang perjalanan. Di sini masing-masing goweser di uji stamina dan mental untuk tetap melanjutkan perjalanan. “Sesekali kami istirahat di tepi jalan sambil mengecek sepeda masing-masing dan menikmati pemandangan yang ada, di mana jalan kanan dan kiri merupakan hutan hujan khas pulau Kalimantan yang masih asli dengan udara yang segar, sehingga menghibur setiap anggota,” ucapnya.

Selama perjalanan teman-teman goweser dari EBC menyediakan buah-buahan dan makanan untuk mengganti tenaga yang terkuras selama perjalanan. “Memasuki kawasan Sungai Urang jalan didominasi oleh tanjakan-tanjakan panjang, matahari serasa sejengkal di atas kepala. Beberapa goweser mengalami kram di kaki dan harus dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka,” bebernya.

Azan zuhur berkumandang, rombongan melintasi Gunung Putih, Tanjung Palas dan istirahat untuk makan siang. Sambil istirahat sebagian rombongan menuju Desa Antutan untuk mencari buah-buahan. “Setelah panas matahari berkurang rombongan melanjutkan perjalananan lewat jembatan Sungai Kayan menuju Jelarai kemudian memasuki Kota Tanjung Selor,” ujarnya.

Para rombongan baru tiba di Tanjung Selor pada pukul 16.15 dan menyempatkan berfoto bersama di Monumen Cinta Damai yang merupakan salah satu ikon Kaltara. “Kami menginap malamnya di salah satu rumah anggota EBC, keesokan harinya kami bersama teman-teman komunitas sepeda EBC, Bulungan Cycling Community (BCC) dan Cipta Karya Gowes (Cikago)  menjajal rute yang ada di Tanjung Selor yang jaraknya mencapai sekitar 30 km,” tuturnya.

Setelah menjajal rute yang ada di Tanjung Selor, komunitas sepeda 6:15 bertolak kembali pulang ke Tarakan pada siang harinya dengan menggunakan speedboat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari EBC, BCC dan Cikago yang sudah menerima kami dengan baik, semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan,” pungkasnya.(jnr/lim)

 


BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…

Selasa, 18 Juni 2019 12:22

Karya Menembus Ajang Bergengsi Nasional

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan…

Selasa, 18 Juni 2019 11:51

Tarakan Dapat 55 Titik PJUTS

TARAKAN - Sebanyak 300 unit lampu penerangan jalan umum tenaga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:49

Gagal Memerkosa, Pelaku Curi HP

TARAKAN – Personel dari unit Jatanras, Satreskrim Polres Tarakan berhasil…

Selasa, 18 Juni 2019 11:47

Pejalan Kaki Keluhkan Tidak Adanya Trotoar

TARAKAN – Pejalan kaki yang melewati Jalan Dipenogoro mengeluhkan tidak…

Selasa, 18 Juni 2019 11:46

Transaksi Tunai Capai Rp 643,4 Miliar

TARAKAN – Selama Ramadan hingga Idulfitri 1440 H, jumlah transaksi…

Selasa, 18 Juni 2019 11:45

Samsat Keliling Mulai Beroperasi

TARAKAN – Samsat Keliling yang dimiliki Kantor Pelayanan Samsat Induk…

Selasa, 18 Juni 2019 11:44

Pasar Kampung Empat Terkendala Jalan

TARAKAN - Pasar yang berada di Kelurahan Kampung Empat hingga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:43

Masyarakat Butuh Penerangan Jalan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*