MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 02 Januari 2019 14:33
73 Km, Tanjakan Panjang di Tiga Desa

Cerita Touring Sepeda Ancam-Tanjung Selor

JALIN SILATURAHMI: Komunitas sepeda 6:15 saat menjajal rute Ancam-Tanjung Selor dengan jarak 73 km. DOKUMENTASI KOMUNITAS 6:15

PROKAL.CO, Jangan heran jika seseorang melakukan segalanya demi hobi. Itulah yang dilakukan komunitas sepeda Tarakan 6:15 yang menempuh jarak 73 km, demi bersilaturahmi dengan komunitas sepeda di Ibu Kota Kaltara Tanjung Selor.  

 

JANURIANSYAH

 

MUNGKIN sebagian orang menganggap bersepeda dari Ancam menuju Tanjung Selor merupakan hal gila. Tidak hanya jarak, tapi termasuk tantangan lain yang bisa menjadi menghambat seperti tanjakan sepanjang perjalanan dan terik matahari yang cukup menguras tenaga para goweser.

Berbekal keinginan untuk bersilaturahmi dengan goweser yang ada di Tanjung Selor, komunitas tersebut berangkat menggunakan speedboat pada Minggu (23/12) pada pukul 06.30 WITA.

Butuh waktu sekitar sejam hingga rombongan komunitas yang berjumlah 17 orang tersebut tiba di Ancam. Mereka pun memeriksa perlengkapan sebelum mengayuh sepeda. “Kami pastikan dulu, apakah ada yang ketinggalan. Kami jalan menuju Tanjung Selor pukul 08.00,” ujar Ketua komunitas 6:15, Bahar.

Dalam perjalanan awal yang melewati Jalan Trans Kaltara tersebut para goweser melewati Desa Ardi Mulyo dan Desa Panca Agung. Di simpang Desa Panca Agung, rombongan disambut salah satu komunitas sepeda Tanjung Selor yakni Enggang Bike Community (EBC). “Kami sebelum merencanakan Touring Sepeda Ancam-Tanjung Selor sudah berkoordinasi dulu dengan teman-teman dari EBC, dari komunikasi tersebut mereka siap menyambut kami di Desa Panca Agung untuk bersama-sama gowes ke Tanjung Selor,” ungkapnya.

Setelah menempuh jarak sekitar 20 km, para rombongan goweser tiba di Desa Pimping. Di desa ini para goweser beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. “Di Desa Pimping kami ke Balai Adat Dayak Pimping untuk lebih mengenal keanekaragaman budaya yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara),” ujarnya.

Pukul 09.30 WITA para goweser melanjutkan perjalanan kembali menyusuri Jalan Trans Kaltara, tantangannya mulai terasa. Kawasan perbukitan yang memiliki tanjakan yang cukup panjang. “Tanjakan-tanjakan tersebut cukup menguras stamina teman-teman, namun rute ini benar-benar memacu adrenalin,” ujarnya.

Tantangan lain yang harus dihadapi goweser, tidak lain terik matahari sepanjang perjalanan. Di sini masing-masing goweser di uji stamina dan mental untuk tetap melanjutkan perjalanan. “Sesekali kami istirahat di tepi jalan sambil mengecek sepeda masing-masing dan menikmati pemandangan yang ada, di mana jalan kanan dan kiri merupakan hutan hujan khas pulau Kalimantan yang masih asli dengan udara yang segar, sehingga menghibur setiap anggota,” ucapnya.

Selama perjalanan teman-teman goweser dari EBC menyediakan buah-buahan dan makanan untuk mengganti tenaga yang terkuras selama perjalanan. “Memasuki kawasan Sungai Urang jalan didominasi oleh tanjakan-tanjakan panjang, matahari serasa sejengkal di atas kepala. Beberapa goweser mengalami kram di kaki dan harus dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka,” bebernya.

Azan zuhur berkumandang, rombongan melintasi Gunung Putih, Tanjung Palas dan istirahat untuk makan siang. Sambil istirahat sebagian rombongan menuju Desa Antutan untuk mencari buah-buahan. “Setelah panas matahari berkurang rombongan melanjutkan perjalananan lewat jembatan Sungai Kayan menuju Jelarai kemudian memasuki Kota Tanjung Selor,” ujarnya.

Para rombongan baru tiba di Tanjung Selor pada pukul 16.15 dan menyempatkan berfoto bersama di Monumen Cinta Damai yang merupakan salah satu ikon Kaltara. “Kami menginap malamnya di salah satu rumah anggota EBC, keesokan harinya kami bersama teman-teman komunitas sepeda EBC, Bulungan Cycling Community (BCC) dan Cipta Karya Gowes (Cikago)  menjajal rute yang ada di Tanjung Selor yang jaraknya mencapai sekitar 30 km,” tuturnya.

Setelah menjajal rute yang ada di Tanjung Selor, komunitas sepeda 6:15 bertolak kembali pulang ke Tarakan pada siang harinya dengan menggunakan speedboat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari EBC, BCC dan Cikago yang sudah menerima kami dengan baik, semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan,” pungkasnya.(jnr/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*