MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 02 Januari 2019 13:33
Oknum ASN Didakwa Pasal Perlindungan Anak
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Jaksa Penuntut Umu (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan mendakwa seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya hingga hasil dua kali.

Keluarga korban yang tidak terima dengan perbuatannya akhirnya melaporkan terdakwa ke pihak kepolisian. Hingga akhirnya ia berada di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Nunukan telah menjalani sidang perdana dakwaan dari JPU Kejari Nunukan.

JPU Kejari Nunukan, Husni mengatakan pihaknya mendakwa terdakwa dengan pidana Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Dakwaan tersebut sesuai dengan perbuatan terdakwa yang mengakibatkan korban hamil dua kali juga ancaman akan membunuh korban jika memberitahukan kepada orang lain,” ujar Husni.

Disidang dakwaan tersebut, terdakwa yang berinisial IK menerima dakwaan JPU tanpa lakukan pembelaan. Majelis hakim pun telah mencatat dakwaan JPU untuk dipertimbangkan. Sidang pun kembali akan digelar Kamis (6/1) 2019 mendatang.

Untuk diketahui, oknum ASN ini ditahan pada (28/7) lalu lantaran melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya sejak 2016 lalu. Untuk memuluskan aksinya, pelaku memanfaatkan kondisi saat korban sedang tidur. Ia juga mengancam korban akan membunuhnya jika melaporkan perbuatannya ke orang lain.

Perilaku bejat IK ini membuat korbanya hamil hingga dua kali kemudian kehamilan korban berhasil digugurkan. Setelah diperiksa, oknum ASN berinisial IK tersebut mengakui segala perbuatan yang melanggar hukum terhadap korban khususnya dugaan pencabulan dan ancaman pembunuhan.

Sementara itu, statusnya sebagai ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Nunukan telah diberhentikan sementara oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan. Terdakwa pun dipastikan bakal menjalani Hukuman Disiplin (Hukdis). Hukdis tersebut menunggu vonis yang bersangkutan pasca menjalani persidangan di pengadilan nantinya. (raw/zia)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…

Senin, 18 Maret 2019 10:40

ADUHHH..!! Kualitas Gizi Anak 6-14 Tahun Rendah

NUNUKAN – Tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kembali…

Senin, 18 Maret 2019 10:34

Pengetahuan Warna Surat Suara Minim

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak sisa 30 hari lagi,…

Senin, 18 Maret 2019 10:33

Lahan Seluas 10 Hektare Terbakar Lagi

NUNUKAN – Kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Sei Jepun,…

Senin, 18 Maret 2019 10:28

Polis Marine Malaysia Tangkap Speedboat Reguler

NUNUKAN – Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0911 Nunukan…

Senin, 18 Maret 2019 09:36

Peluang Terangkat ASN Hilang

NUNUKAN – Selain dihapus, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018…

Senin, 18 Maret 2019 09:35

SDM Menipis, Usulan Tambahan Nihil

NUNUKAN – Jumlah SDM  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*