MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 31 Desember 2018 10:58
Dua IRT Jual Miras Ilegal Asal Malaysia

Lokasi Sabung Ayam Dibongkar dan Dibakar

DIAMANKAN: Miras ilegal asal Malaysia dari dua IRT di Malinau ini diamankan oleh pihak Dinas Satpol PP dan Damkar Malinau sebagai barang bukti. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, MALINAU – Peredaran minuman keras (miras) asal Malaysia yang dilakukan secara ilegal hingga kini masih saja terjadi di wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini.

Seperti yang terungkap baru-baru ini di Kabupaten Malinau, dalam kegiatan razia gabungan yang terdiri dari petugas Satpol PP Malinau, Polsek Malinau Kota, Polsek Malinau Utara, Polsek Malinau Barat dan Polsek Mentarang serta dibantu jajaran Polres Malinau yang dipimpin secara langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Satuan Pamong Praja (Sapol PP) dan Pemadam Kabakaran (Damkar) Kabupaten Malinau, Marson.R. Langub SH.MM.

Dalam razia itu berhasil mendapati dua orang warga dari Desa Malinau Kota, yang berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Keduanya berinisial De dan Ha yang terbukti memiliki puluhan rak botol dan kaleng miras yang diperoleh dari Malaysia.

Dijelaskan Marson, terungkapnya kasus ini tak lepas dari kerja sama seluruh instansi terkait dan masyarakat. Dan tentunya, pihaknya akan secara serius dalam mengawal proses dari kasus tersebut. Sebab, perdagangan miras secara ilegal ini merupakan salah satu penyakit masyarakat (pekat) yang harus diberantas. “Prosesnya ini kami pastikan akan terus berjalan. Meski pada Januari nanti keduanya baru akan dipanggil untuk diproses lebih lanjut,’’ ungkap Marson kepada Radar Tarakan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/12).

Disinggung mengenai pasal yang dilanggar terhadap dua IRT ini, pria yang pernah menjabat sebagai Camat di Malinau Kota dan Mentarang ini menyebutkan bahwa keduanya diketahui melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2002 tentang larangan peredaran miras.

“Kami melakukan penindakan tentu ada dasar hukumnya. Mereka melanggar Perda Nomor 13 Tahun 2002 tentang larangan peredaran miras,’’ ujar pria kelahiran Tanjung Lapang, 17 Agustus 1964 silam ini.

Lanjut dikatakannya, keduanya juga bukan merupakan warga atau masyarakat baru yang terlibat dalam kasus perdagangan miras asal Malaysia. Sebab, sebelumnya mereka sempat diamankan lantaran kasus serupa. Artinya, keduanya merupakan pemain lama dan terbilang cukup profesional. “Dengan terungkapnya kembali kasus ini dan pelakunya pun sama. Ini tentu menjadi catatan kami dalam memberikan sanksi hukuman kepada keduanya nanti,’’ kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik di Pemkab Malinau.

Mengenai sasaran penjualan miras kedua IRT tersebut, ayah dari tiga orang anak ini menerangkan bahwa berdasarkan pengakuan keduanya, dijual kepada siapa saja yang hendak membeli. Tidak terbatas, seperi masyarakat biasa, para pelajar ataupun kalangan lainnya. “Menjualnya tidak memandang siapa saja si konsumen ini. Dijual secara bebas, tapi secara sembunyi-sembunyi,’’ ungkapnya. “Apalagi, ini memang mendekati perayaan malam tahun baru. Bisa saja miras-miras itu memang dipersiapkan bagi pelanggannya yang hendak berpesta pora di malam pergantian tahun,’’ sambung Marson yang juga pernah menjabat Kepala Bidang (Kabid) Penagihan Dispenda Malinau.

Dalam hal ini, Marson mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang merayakan malam tahun baru, agar mengisinya dengan cara yang baik dan bukan berpesta pora. Menurutnya, dalam menyambut tahun baru tidak harus dengan penuh suka cita dengan mengonsumsi miras, yang sejatinya dapat merusak diri dan bahkan mengganggu orang lain. “Ini juga sebagaimana arahan dari Kapolri langsung. Intinya, janganlah berlebihan dalam merayakan di malam pergantian tahun itu,’’ tuturnya.

Pasca didapatinya dua IRT penjual miras asal Malaysia ini, tim gabungan kembali mendapat informasi dari salah seorang warga terkait aktivitas pekat lainnya. Kali ini soal aksi sabung ayam antara warga di Desa Loso dan Sembuak Warot. Kemudian, dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang terjalin secara maksimal, tim gabungan yang juga dipimpin kembali Kadis Sat Pol PP dan Damkar Malinau Marson.R. Langub SH.MM langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Diketahui, dengan cara mengendus lokasi itu, secara tiba-tiba tim gabungan bersama aparat desa dan warga setempat itu melakukan penggerebekan. Terdapat belasan warga yang tengah melakukan aksi sabung ayam tersebut.

Alhasil, saat itu secara otomatis TKP sabung ayam langsung porak poranda. Para pelaku rerata berhasil melarikan diri dengan melajukan kendaraannya masing-masing. Hanya, ayam-ayam mereka yang digunakan untuk sabung itu tak terbawa.

Sehingga petugas di lapangan langsung mengamankan ayam-ayam itu yang berjumlah sekitar 13 ekor. Namun, 6 di antaranya mati dan 7 yang tersisa. “Kami sebelum melakukan aksi penggerebekan sudah pasti melakukan koordinasi kepada pihak aparat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat dan RT terkait serta lainnya. Dan memang semuanya sudah sepakat untuk dilakukan pemberantasan soal sabung ayam itu,’’ jelas Marson.

“Artinya, langkah yang sudah kami lakukan ini sudah sesuai dengan jalur yang sudah ada. Soal barang bukti (BB) seperti ayam dan terpal serta lainnya pun semua kami amankan di kantor,’’ lanjut Marson.

Terkait lokasi tempat sabung ayam itu, pihaknya mengakui bukan kali pertama saja digelar aksi sabung ayam. Melainkan, itu sudah berkali-kali. Namun, mereka tak mengindahkan akan imbauan larangan yang sudah diberikan. “Kami bersama tokoh adat dan pemerintah desa sebelumnya sudah memberitahu larangannya. Tapi, tak diindahkan, ya kami bubarkanlah,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, agar lokasi itu tidak kembali dijadikan area sabung ayam oleh masyarakat,  dilakukan pembongkaran sekaligus pembakaran area tersebut. Hal ini disaksikan secara langsung oleh seluruh instansi dan stake holder terkait. “Kami tegas saja, agar tak mengulang pada kasus yang sama,’’ jelasnya. (omg/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:04

Puluhan Massa Serang Kantor KPU

MALINAU – Disinyalir ada kesalahan perhitungan dan mengakibatkan salah satu…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:03

Mencari Cara Pendistribusian Logistik Pemilu

MALINAU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malinau masih berupaya untuk…

Senin, 18 Maret 2019 08:20

Pendistribusian Terkendala Biaya Transportasi

MALINAU – Gerak cepat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malinau,…

Senin, 18 Maret 2019 08:18

Blangko KIA Kurang 17 Ribu

MALINAU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Malinau…

Selasa, 12 Maret 2019 11:39

Pelaku Pembangunan Harus Kuasai Program Unggulan

MALINAU – Sebagai pelaku pembangunan Kabupaten Malinau, Satuan Tugas (Satgas)…

Selasa, 12 Maret 2019 11:36

Satgas Gerdema Harus Mengerti Visi Daerah

MALINAU – Kabupaten Malinau di era periode kedua kepemimpinan Dr.…

Selasa, 12 Maret 2019 11:31

Pemkab Gelar Evaluasi RAPBDes

MALINAU – Untuk memadukan, menyinkronisasi serta menjamin keselarasan pelaksanaan program…

Senin, 11 Maret 2019 13:25

Pemimpin Harus Berkarakter dan Berdaya Saing

TAMPUSU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan bahwa…

Senin, 11 Maret 2019 13:23

Satgas Gerdema Menjadi Agen Persatuan dan Kesatuan

MALINAU – Tidak hanya bertugas untuk mendampingi desa, Satuan Tugas…

Senin, 11 Maret 2019 13:22

Wabup Tutup Pelaksanaan MTQ

MALINAU – Setelah dibuka Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*