MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 26 Desember 2018 10:54
Satgas Amankan 600 Kaleng Miras Ilegal
TEMUKAN BARANG BUKTI: Petugas Satgas Pamtas Ri-Mly Yonif Raider 613/Rja saat melakukan pemeriksaan dan menemukan ratusan kaleng berisi miras yang dibawa seorang pria menggunakan mobil, Minggu (23/12). SATGAS PAMTAS

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah personel Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) Ri-Mly Yonif Raider 613/Rja, mengamankan 600 kaleng berisi minuman keras (miras) ilegal di area Pos Tembalang, Desa Kekayap, Kecamatan Sebuku, Nunukan, saat melakukan operasi sweeping atau razia, Minggu (23/12).

Dalam operasi tersebut, setidaknya personel mengamankan mobil yang membawa miras ilegal serta empat orang yang berada di dalam mobil tersebut. Seluruhnya diamankan di pos Tembalang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja, Letkol Inf. Fardin Wardhana mengatakan, keberhasilan pihaknya ini setelah pihaknya menindak lanjut laporan masyarakat yang mengetahui sedang maraknya aktivitas penyelundupan miras ilegal jelang Natal dan tahun baru. “Ya, menindaklanjuti laporan tersebut kami langsung menyusun rencana melakukan sweeping terhadap sejumlah mobil yang melintas,” ujar Fardin kepada media ini.

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan pada sejumlah mobil yang melintasi di daerah pos Tembalang, personel akhirnya menemukan mobil dengan gerak-gerik pengemudi dan penumpang yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksan ditemukan tumpukan kardus kaleng miras dengan total 600 kaleng yang disimpan di belakang jok mobil. “Memang barang yang dibawa mencurigakan karena terbungkus plastik hitam dengan kardus tebal. Ternyata di dalamnya berisikan miras kaleng,” ungkap Fardin.

Sementara itu, empat orang di dalam mobil yang masing-masing berinisial PS, TY, MS dan NS, langsung dibawa ke pos tembalang untuk dimintai keterangan oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruhnya mengaku ratusan kaleng miras tersebut akan dibawa ke kota untuk diperjualbelikan. “Ya, dugaan sementara masih demikian. Kami tidak langsung mempercayai bisa saja alibinya. Kasus ini langsung kami serahkan ke polisi,” tambah Fardin.

Atas insiden tersebut, Fardin pun berencana terus menugaskan personelnya melakukan pembinaan terhadap masyarakat untuk melaporkan atau memberitahukan jika mengetahui adanya keberadaan barang terlarang dari Malaysia. “Yang jelas sudah kami peringatkan dan kami imbau untuk tidak menerima atau memasukkan barang terlarang seperti miras ke daerah kita lagi. Setelah ini kami pasti bakal gencar lagi melakukan razia dadakan,” beber Fardin. (raw/ash)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*