MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 24 Desember 2018 09:07
Berkas MN Masih Tertahan
Kasi Intelijen Kejari Bulungan, Denny Iswanto. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Berkas perkara oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tana Tidung (KTT), berinisial MN belum dapat dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Pasalnya, masih ada beberapa berkas perkara yang belum selesai. Oleh karenanya, saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan terus berupaya menyelesaikan beberapa berkas yang belum selesai tersebut. “Insya Allah awal Januari 2019 mendatang berkas sudah rampung,” kata Denny Iswanto, Kepala Seksi Intelijen didampingi Andi Aulia Rahman, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bulungan kepada Radar Kaltara, Jumat (21/12).

Apabila berkas sudah lengkap, tahap selanjutnya berkas akan langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Ada juga beberapa dokumen yang sudah berhasil disita. “Salah satu dokumen yang kami sita yakni bukti penyerahan tanda penerimaan hadiah atau janji terkait tertabraknya pelabuhan Kecamatan Sesayap, KTT tahun 2015 silam,” bebernya.

Namun, kata Denny, dari dokumen itu masih ada beberapa dokumen yang belum lengkap. Sesuai janji dari Dishub KTT paling lambat pekan depan berkas sudah siap. “Jadi sembari menunggu berkas dari Dishub itu kita juga terus mempersiapkan beberapa berkas yang belum rampung,” ucapnya.

Menyoal apakah nantinya akan ada tersangka lain dalam dugaan Tipikor penyerahan tanda penerimaan hadiah atau janji itu. Denny menjelaskan, sejauh ini memang hanya satu saja. Tapi tidak menutup kemungkinan berjalanya proses persidangan akan ada tersangka lainya. “Kita tunggu saja hasil persidangan nanti seperti apa,” bebernya.

MN sendiri saat ini masih mendekam di Rumah Tahanan (rutan) Polres Bulungan, sembari menunggu semua dokumen lengkap. Untuk diketahui, kejadian itu berawal saat MN mengaku sebagai otoritas yang berhak dalam proses ganti rugi pelabuhan itu. Padahal ganti rugi seharusnya melalui kementerian, karena pelabuhan itu merupakan proyek kementerian.

“Tapi berapa angka pasti kerugian negara dalam kasus ini, saya belum tahu secara pasti karena jumlah pastinya akan disampaikan saat persidangan,” ujarnya.

Sementara untuk proses sidang lanjutan kasus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Long Tunggu, Kecamatan Peso Hilir, Kabupaten Bulungan, dengan terdakwa ES telah menjalani sidang lanjutan pada Rabu (19/12) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. “Dalam persidangan itu Jaksa Penutut Umum (JPU) menghadirkan delapan orang saksi,” ungkapnya.

Dari apa yang sudah disampaikan kedelapan saksi itu, ES membenarkan keterangan kedelapan saksi tersebut. Selama proses persidangan yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu ES tidak menyangkal apa yang sudah disampaikan para saksi. “Kalau tidak ada kendala pekan depan ES akan kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan ES,” pungkasnya. (*/jai/eza)

Belum Lengkap, Berkas MN Belum Dilimpahkan


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*