MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 Desember 2018 12:59
Dumud, Budaya dari Zaman Kerajaan
RANGKAIAN MAULID: Kelompok Seni Al-Jirot mengiringi peringatan Budaya Dumud 2018 di Selumit, Tarakan Tengah, kemarin (21/12). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Peringatan maulid pada kegiatan Karnaval Budaya Dumud 2018 dipadati ratusan pengunjung. Puluhan seniman adat turut mempersembahkan tarian musim berselawat dan juga lagu adat Tidung diiringi bunyi rebana.

Imam Mansyur, pimpinan Kelompok Seni Al-Jirot mengungkapkan, perayaan maulid dengan konsep adat sebenarnya sudah dilakukan sejak turun temurun. Sehingga maulid sengaja digelar pada Karnaval Budaya Dumud ini mengingat selisih hari maulid nabi tidak berselang jauh.

“Dari dulu tidak berubah. Dari kai kami, orang tua dulu. Ini maulid suku Tidung. Kalau maulid kami ini budayanya lebih menampilkan tampilan seperti sistem perayaan kerajaan jadi masih kental budayanya. Seperti lagu daerah, pakaian adat, lagu dan alat musik daerah,” terangnya.

Selain membawakan selawat nabi, perayaan Maulid Dumud tersebut juga membawakan beberapa lagu adat yang sejak dulu menghiasi perayaan maulid suku Tidung sejak zaman kerajaan. Sehingga budaya tersebut tetap dipertahankan untuk menjaga kultur budaya lokal.

“Ini masih ada 6 lagu lagi. Lagu-lagu ini kasidah adat yang bahkan lagu ini sudah ada dari zaman Kerajaan Bulungan dulu dan sampai sekarang kami masih mendengarnya kalau ada kegiatan adat. Salah satunya lagu tahjazian,” terangnya.

Penabuh rebana oleh Kelompok Al-Jirot yang merupakan kumpulan suku asli Tidung yang dibentuk khusus untuk meramaikan acara. Selain itu, kelompok musik rebana ini dibentuk ini juga bertujuan agar generasi suku Tidung Ulun Pagun dapat mempertahankan budaya yang selama ini kian terkikis oleh pengaruh zaman.

“Kami mengajar itu tidak ada imbalan atau apapun, hanya semata kami senang karena generasi muda mau belajar. Sehingga, adat itu tetap hidup. Yang mau masuk kelompok ini kami bimbing. Tujuan kami mendirikan kelompok seni adat ini karena semakin banyak anak muda suku kami terjebak di pergaulan bebas,” ujarnya.

Meski perayaan maulid dengan konsep adat tersebut masih bertahan hingga kini, namun menurutnya perayaan maulid adat saat ini sudah sedikit mengalami pergeseran pada rangkaiannya. Di antaranya, adanya ceramah.

“Kalau dulu sistem perayaan maulid di adat kami, kami tidak mengenal ceramah karena dulu itu kami merayakan maulid nabi dihiasi puji-pujian kepada nabi besar Muhammad SAW. Tetapi karena semakin lama budaya-budaya itu semakin lama semakin memudar, orang-orang sekarang pakai ceramah,” tukasnya.

Sementara itu, Usman Hajrid Maulana, ketua panitia mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar tidak terlepas karena upaya pelestarian. “Gelar Karnaval Budaya Dumud 2018 ini merupakan gagasan Gawas (Gabungan Warga Selumit) dalam bahasa Tidung artinya luas. Dalam rangka peringatan hari ulang tahun Tarakan yang ke-21 yang setiap tahunnya akan digelar pergelaran adat budaya. Kebetulan hari ini tidak ada Iraw Tengkayu jadi masyarakat yang berada di Selumit, ingin menggelar Budaya Dumud.

Ia menerangkan, sebenarnya kegiatan tersebut rutin dijalankan oleh nenek moyang. Namun, karena rangkaian acara yang begitu panjang sehingga generasi saat ini enggan untuk melakukannya secara rutin. Meski demikian, ia menerangkan jika masih terdapat satu daerah di Kota Tarakan yang tetap menjalankannya.

“Dulu sudah sering diadakan, hanya sekarang masyarakat Tidung Ulun Pagun sudah jarang sekali menjalankannya mengingat rangkaian acaranya yang sangat panjang. Tapi untuk masyarakat Tidung di Juata Laut, mereka masih tetap konsisten dalam setiap rangkaian acara pasti ada unsur adat. Karena di sana kebudayaan masih kental,” ujarnya. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*