MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 Desember 2018 12:59
Dumud, Budaya dari Zaman Kerajaan
RANGKAIAN MAULID: Kelompok Seni Al-Jirot mengiringi peringatan Budaya Dumud 2018 di Selumit, Tarakan Tengah, kemarin (21/12). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Peringatan maulid pada kegiatan Karnaval Budaya Dumud 2018 dipadati ratusan pengunjung. Puluhan seniman adat turut mempersembahkan tarian musim berselawat dan juga lagu adat Tidung diiringi bunyi rebana.

Imam Mansyur, pimpinan Kelompok Seni Al-Jirot mengungkapkan, perayaan maulid dengan konsep adat sebenarnya sudah dilakukan sejak turun temurun. Sehingga maulid sengaja digelar pada Karnaval Budaya Dumud ini mengingat selisih hari maulid nabi tidak berselang jauh.

“Dari dulu tidak berubah. Dari kai kami, orang tua dulu. Ini maulid suku Tidung. Kalau maulid kami ini budayanya lebih menampilkan tampilan seperti sistem perayaan kerajaan jadi masih kental budayanya. Seperti lagu daerah, pakaian adat, lagu dan alat musik daerah,” terangnya.

Selain membawakan selawat nabi, perayaan Maulid Dumud tersebut juga membawakan beberapa lagu adat yang sejak dulu menghiasi perayaan maulid suku Tidung sejak zaman kerajaan. Sehingga budaya tersebut tetap dipertahankan untuk menjaga kultur budaya lokal.

“Ini masih ada 6 lagu lagi. Lagu-lagu ini kasidah adat yang bahkan lagu ini sudah ada dari zaman Kerajaan Bulungan dulu dan sampai sekarang kami masih mendengarnya kalau ada kegiatan adat. Salah satunya lagu tahjazian,” terangnya.

Penabuh rebana oleh Kelompok Al-Jirot yang merupakan kumpulan suku asli Tidung yang dibentuk khusus untuk meramaikan acara. Selain itu, kelompok musik rebana ini dibentuk ini juga bertujuan agar generasi suku Tidung Ulun Pagun dapat mempertahankan budaya yang selama ini kian terkikis oleh pengaruh zaman.

“Kami mengajar itu tidak ada imbalan atau apapun, hanya semata kami senang karena generasi muda mau belajar. Sehingga, adat itu tetap hidup. Yang mau masuk kelompok ini kami bimbing. Tujuan kami mendirikan kelompok seni adat ini karena semakin banyak anak muda suku kami terjebak di pergaulan bebas,” ujarnya.

Meski perayaan maulid dengan konsep adat tersebut masih bertahan hingga kini, namun menurutnya perayaan maulid adat saat ini sudah sedikit mengalami pergeseran pada rangkaiannya. Di antaranya, adanya ceramah.

“Kalau dulu sistem perayaan maulid di adat kami, kami tidak mengenal ceramah karena dulu itu kami merayakan maulid nabi dihiasi puji-pujian kepada nabi besar Muhammad SAW. Tetapi karena semakin lama budaya-budaya itu semakin lama semakin memudar, orang-orang sekarang pakai ceramah,” tukasnya.

Sementara itu, Usman Hajrid Maulana, ketua panitia mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar tidak terlepas karena upaya pelestarian. “Gelar Karnaval Budaya Dumud 2018 ini merupakan gagasan Gawas (Gabungan Warga Selumit) dalam bahasa Tidung artinya luas. Dalam rangka peringatan hari ulang tahun Tarakan yang ke-21 yang setiap tahunnya akan digelar pergelaran adat budaya. Kebetulan hari ini tidak ada Iraw Tengkayu jadi masyarakat yang berada di Selumit, ingin menggelar Budaya Dumud.

Ia menerangkan, sebenarnya kegiatan tersebut rutin dijalankan oleh nenek moyang. Namun, karena rangkaian acara yang begitu panjang sehingga generasi saat ini enggan untuk melakukannya secara rutin. Meski demikian, ia menerangkan jika masih terdapat satu daerah di Kota Tarakan yang tetap menjalankannya.

“Dulu sudah sering diadakan, hanya sekarang masyarakat Tidung Ulun Pagun sudah jarang sekali menjalankannya mengingat rangkaian acaranya yang sangat panjang. Tapi untuk masyarakat Tidung di Juata Laut, mereka masih tetap konsisten dalam setiap rangkaian acara pasti ada unsur adat. Karena di sana kebudayaan masih kental,” ujarnya. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:28

Masjid Daarussa’aadah, Konstruksi Mirip Rumah Adat

Ragam ciri masjid di Kota Tarakan. Tak hanya bergaya Timur…

Senin, 20 Mei 2019 13:25

Empat Periode Berkat Doa Mustajab Seorang Ibu

Menjabat empat periode sebagai salah seorang wakil rakyat, tak semua…

Senin, 20 Mei 2019 12:55

Sopir Minibus Terbakar Belum Datangi Polisi

TARAKAN-Perkara terbakarnya satu minibus berwarna hitam di Jalan Kusuma Bangsa…

Senin, 20 Mei 2019 12:52

Minim Penyiringan Tanah, Timbunan Terbawa Air

TARAKAN -  Beberapa item pembangunan di lingkungan RT 59, Kelurahan…

Senin, 20 Mei 2019 11:35

Partai Kecil Wait and See

TARAKAN – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan satu dari tiga…

Senin, 20 Mei 2019 11:34

Penyelesaian Cinema XXI Sudah 85 Persen

TARAKAN – Dari luar gedung Grand Tarakan Mall (GTM) terlihat…

Senin, 20 Mei 2019 11:33

Jelang Mudik, Penambahan Kapasitas 76 Persen

TARAKAN – Menghadapi lonjakan penumpang, khususnya perantauan  yang ingin pulang…

Senin, 20 Mei 2019 11:32

Masjid Fastabiqul Khairat Dibangun dari Donasi Warga Tionghoa

Masjid Fastabiqul Khairat merupakan salah satu masjid terbesar Kelurahan Lingkas…

Senin, 20 Mei 2019 11:30

Effendhi: Lewat Doa, Mereka Rindu Orang Tua

Berkumpul dan berbuka bersama keluarga di Bulan Ramadan merupakan sebuah…

Senin, 20 Mei 2019 11:13

Penggunaan Rupiah di Perbatasan Capai 80 Persen

TARAKAN - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*