MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 Desember 2018 11:56
Tak Jelas, Pembelian N219 Terancam Batal
BERALIH: Pembelian pesawat N219 belum jelas hingga penghujung tahun ini akibat belum keluarnya izin terbang. Tampak miniatur pesawat N219. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membeli pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan jenis N219 terancam batal. Pasalnya, hingga saat ini sertifikasi izin terbang belum juga selesai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Taupan Majid menjelaskan,  sebelumnya PT DI berjanji sertifikasi itu akan keluar di pada Desember 2018. Namun berjalanya waktu PT DI meminta perpanjangan waktu hingga April 2019.

“Informasi terakhir di April itu pun pihak DI belum juga dapat mengeluarkan sertifikasi izin terbang itu,” ungkap Taupan kepada Radar Kaltara, Rabu (19/12).

Kemungkinan besar sertifikasi itu akan rampung pada Oktober 2019. Nantinya, kata Taupan, tergantung dari Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie saja, apakah tetap melanjutkan atau tidak. “Pesawat ini kan ada studi-nya. Untuk kelaikan memang pesawat N219 ini sudah laik. Tapi kita minta  beberapa opsi juga. Tapi Kalau memang pembelian pesawat ini nantinya menjadi komitmen, barangnya juga tidak ada kepastian mau tidak mau kita mencari alternatif lain,” kata Taupan.

Taupan menjelaskan, jika nantinya izin penerbangan N219 itu rampung. Tak serta merta pesawat itu langsung dibeli, sebab ada prosedur yang harus dilalui, salah satunya mengurus izin dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Dalam izin itu juga banyak item, seperti studi kelaikan dan izin terbang. “Jadi prosesnya itu masih panjang,” jelasnya.

Setelah semua izin selesai, tahap selanjutnya melakukan lelang, karena sesuai aturan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) jika penyedia jasa lebih dari satu harus melalui tahap lelang. “Kalau hanya satu akan dilakukan penunjukan langsung kompetitornya,” ujarnya.

Sebenarnya bukan hanya dari Pt DI saja yang menjadi opsi dalam pembelian pesawat, sebelumnya ada juga beberapa opsi lainnya yang ditawarkan. Dari opsi itu nanti akan dilakukan perbandingan, produksi mana yang sudah ready (siap). “Tapi untuk spesifikasi pesawat tidak ada yang berbeda dengan pesawat N219. Artinya, meskipun beralih ke produksi lain jenis pesawat akan sama dan sesuai kebutuhan di Kaltara,” jelasnya.

Menyoal anggaran pembelian di tahun 2019, ia mengaku akan tetap dianggarkan. Namun, untuk berapa angka pastinya ia belum mengetahui jumlahnya. “Yang jelas anggaranya sangat kecil,” pungkasnya. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*