MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 19 Desember 2018 13:40
Ahli Waris Mengancam Lakukan Aksi Protes

Jika BPN Mengukur Lahan Tanpa Saksi dan Ahli Waris

BERDEBAT: Ahli waris dan pihak pemerintah adu argumen terhadap lahan yang ingin dilakukan pengukuran oleh BPN Nunukan. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Kisruh lahan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sebatik semakin memanas, antara ahli waris dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Terpaksa ribut saat ingin dilakukan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nunukan.

Anak dari Ahli waris lahan SKPT Sebatik, Azizul Rahim mengatakan, Pemkab Nunukan dalam hal ini Dinas Pertanahan telah membawa tim pengukur untuk lahan SKPT Sebatik dari BPN Nunukan. Untuk melakukan pengukuran lahan, namun pengukuran yang dilakukan apa adanya tanpa memanggil ahli waris, maupun saksi-saksi.  “Saya perhatikan saat mengukur memaksakan kehendak, bahkan batas lahan tak diketahui. Pemilik lahan kir, kanan, depan dan belakang tak dipanggil sebagai saksi,” kata Azizul Rahim.

Menurutnya, untuk melakukan pengukuran lahan dan menerbitkan sertifikat hak pakai yang baru harusnya melalui prosedur dari awal. Sebab, untuk melakukan pengukuran lahan perlu menghadirkan semua pihak yang terkait. Seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan menyerobot untuk melakukan pengukuran.

Pertama yang perlu dihadirkan, adalah ahli waris namun harus sepakat dengan berita acara. Namun, jika tidak ada persetujuan maka tidak dapat dilakukan pengukuran lahan. Karena yang mengetahui batas lahan adalah ahli waris. “Jika dipaksakan begini, perlu ada aksi dilakukan. Agar pemerintah tidak seenaknya untuk menindas masyarakat,” ujarnya.

Sesuai dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda, bahwa sertifikat hak pakai yang lama dicabut. Serta diminta untuk menerbitkan sertfikat hak pakai yang baru. Namun, perlu melalui persetujuan ahli waris. “Seharusnya ada persamaan persepsi dulu, baru dilakukan pengukuran. Karena jika tidak ada kata sepakat antara ahli waris. Maka tidak akan pernah selesai persoalan lahan SKPT Sebatik,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pertanahan Nunukan, Nana Sukarna saat mengatakan, bahwa terpaksa dilakukan pengukuran lahan sesuai dengan perintah kerja. Karena lahan SKPT Sebatik harus segera dilakukan pengukuran. “Ahli waris tidak setuju untuk dilakukan pengukuran, karena dianggap menang di PTUN Samrinda,” kata Nana Sukarna.

Dia menjelaskan, pengukuran lahan yang ingin dilakukan hanya mengeluarkan area makam sesuai dengan putusan PTUN Samarinda. Karena sertifikat hak pakai sebelumnya telah ada. Sisa dilakukan sesuai perintah putusan. Jika ahli waris merasa keberatan dengan pengukuran yang dilakukan, dapat menggugat kembali.

“Tidak menghalangi pengukuran yang dilakukan saat ini. Karena cara untuk menuntut kembali telah dibukakan ruang. Bahkan Pemkab Nunukan siap menerima tuntutan jika ada keputusan pengadilan nantinya. Pemkab Nunukan siap ganti rugi, asalkan ada keputusan dari pengadilan. Apapun keputusan pengadilan siap diikuti,” ujarnya. (nal/fly)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*