MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Desember 2018 14:32
Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan
ILUSTRASI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI-8342 dari Malinau menuju Binuang, Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, tergelincir saat pendaratan di Bandar Udara (Bandara) Perintis Binuang sekira pukul 15.00 WITA, Senin (17/12).

Pesawat dengan type PC-6 itu, mengangkut 6 orang penumpang dan 1 orang awak pesawat. Dalam kejadian itu kondisi sayap belakang sebelah kiri pesawat patah dan sayap depan sebelah kanan bengkok. Dan dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Camat Krayan Tengah Haberly mengatakan, seluruh penumpang dan juga awak pesawat (pilot, Red) selamat dalam kejadian tersebut, bahkan tidak ada yang terluka. Enam orang penumpang tersebut seluruhnya satu keluarga. Salah satunya adalah kepala adat Krayan Tengah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi korban semuanya baik-baik saja,” ungkap Haberly kepada Radar Tarakan, kemarin (17/12).

Ia menjelaskan, setelah dievakuasi dari pesawat, penumpang tersebut langsung dipulangkan, lantaran harus menghadiri acara adat. Keluarga tersebut awalnya berangkat dari Binuang ke Malinau belum lama ini dan harus kembali ke Binuang lantaran ada keluarga yang beduka.

Haberly menyampaikan, dugaan sementara kecelakaan pesawat lantaran kondisi runway yang sedang licin. Sebab, 20 menit sebelumnya terjadinya insiden, hujan lebat mengguyur Bandara Perintis Binuang.

“Ya, dugaan sementara karena licin. Namun saya tidak bisa pastikan hal demikian, ini hanya keterangan yang kami himpun informasinya seperti itu,” beber Haberly.

Terpisah, Kepala Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Pembantu Malinau Setio Utomo mengatakan, keadaan cuaca terbilang sangat baik sebelum pesawat meinggalkan Bandara Robert Atty Bessing, Malinau. Hingga saat ini, pihaknya belum memastikan penyebab atau dugaan sementara tergelincirnya pesawat Susi Air tersebut.

“Ya, untuk penyebabnya kami belum bisa pastikan. Sebaiknya menunggu dari hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saja,” kata Setio ketika dikonfirmasi.

Pesawat tersebut mengangkut 6 orang penumpang yang terdiri dari 4 orang lelaki dan 2 orang perempuan. Pesawat berangkat dari Malinau pada pukul 14.30 WITA. Sejauh ini, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak maskapai dan Airnav Cabang Balikpapan. (raw/lim)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:22

Ingin Proyek, Ikuti Aturan yang Berlaku

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura telah menegaskan kepada…

Jumat, 19 Juli 2019 09:18

Berdayakan Masyarakat untuk Keamanan, Poskamling Ditambah

NUNUKAN – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105…

Jumat, 19 Juli 2019 09:16

Warga Desa Harus Tanggap Bencana

NUNUKAN – Dalam menghadapi bencana secara sigap yang sewaktu-waktu bisa…

Jumat, 19 Juli 2019 09:14

Kemenhub RI Beri Bantuan Satu Unit Kapal Pelra

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerima bantuan satu unit…

Kamis, 18 Juli 2019 10:28

Tiga Tersangka Pengusaha Kayu ‘Dipulangkan’

NUNUKAN – Tiga tersangka pengusaha kayu N (51), RH (56),…

Kamis, 18 Juli 2019 10:15

Nyaris Lolos di Jalur Legal

NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan terpaksa membatalkan rencana keberangkatakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:14

Kurir Sabu Tujuan Palu Dibekuk

NUNUKAN – Seorang terduga kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu…

Kamis, 18 Juli 2019 10:13

Tangkapan Barang Bekas Dilimpahkan ke Bea Cukai

NUNUKAN – Barang bekas yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia…

Kamis, 18 Juli 2019 10:12

Kades Terduga Pemilik Ijazah Palsu Digugurkan

NUNUKAN - Seorang calon Kepala Desa (Kades) asal Sebatik berinisial…

Rabu, 17 Juli 2019 09:27

Kayunya Diamankan, Warga Protes, KLHK Jangan Tebang Pilih!

NUNUKAN – Puluhan warga mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*