MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Desember 2018 14:28
KPU: Kardus Tak Berbeda dari Aluminium
TRANSPARAN: Petugas KPU Tarakan, Senin (17/12) menunjukkan kotak suara yang akan dipergunakan pada Pemilu 2019 mendatang. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggunakan kotak suara berbahan kardus pada Pemilu 2019 mendatang, ditanggapi sinis. Melalui hal tersebut, KPU menegaskan tentang tidak adanya perbedaan penggunaan kotak suara berbahan aluminium maupun berbahan kardus saat pemilihan nanti.

Kepada Radar Tarakan, Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo mengatakan, bahwa proses pengadaan kotak suara berbahan kardus memiliki dua sisi pertimbangan, yakni aspek hukum yang berdasarkan pada UU yang mengharuskan berbahan transparan. “Kemudian dibuatlah kotak suara berbahan kardus, tapi ada satu sisi yang dari plastik mika, jadi kelihatan,” ujarnya.

Proses penetapan kotak suara berbahan kardus tersebut sudah melalui proses, sebab pada dasarnya penyusunan kotak suara berbahan kardus memiliki dasar hukum Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang dibahas bersama DPR RI dan pemerintah. “Semuanya sudah klir, jadi tidak ada masalah dari aspek hukum,” tuturnya.

Teguh menilai, hingga kini kotak suara berbahan kardus tidak memiliki masalah, namun menjadi masalah bagi masyarakat yang tidak memahami hal tersebut. Sementara itu, dari sisi teknis, dalam melakukan rancangan terhadap sebuah bahan yang akan digunakan saat pemilu, KPU dipastikan telah melakukan telaah dan studi yang benar dengan melibatkan para pakar secara teknis. “Mungkin kita tidak paham secara teknis, tapi itulah hasilnya dan disetujui oleh beberapa pihak,” bebernya.

Di tahun 2018 ini, telah dilaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) di beberapa daerah Indonesia. Nah penggunaan kotak suara berbahan kardus telah digunakan salah satunya pada pilkada. Hasilnya tidak ada masalah yang ditimbulkan.

Disinggung soal kerusakan kotak suara yang dikarenakan banjir yang terjadi di daerah lain di Indonesia, Teguh menyatakan bahwa bencana alam seperti banjir merupakan sesuatu yang bersifat force majeure yang dapat merubuhkan tembok. Dalam hal ini, menurut Teguh jika pihaknya menggunakan kotak suara berbahan aluminium pun akan tetap rusak.

“Kalau hanya karena banjir, lalu takut kotak suaranya rusak, apakah harus berpikir kalau begitu surat suaranya pakai aluminium? Kan enggak efektif, inilah phobia yang berlebihan,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, KPU akan melakukan langkah-langkah perawatan kotak suara berbahan kardus, misalkan dengan membungkusnya dengan menggunakan plastik, ketika harus melakukan distribusi kotak suara melalui jalur laut, pihaknya harus menutup kotak suara tersebut dengan baik agar lebih aman dari air.

Di sisi lain, jika melakukan pendistribusian, biasanya KPU membungkus kotak suara dengan plastik. Nah, jika kotak suara yang digunakan berbahan aluminium, maka potensi kerusakan pada penutup plastik akan besar terjadi, dibandingkan dengan penggunaan kotak suara berbahan kardus dikarenakan bahan kardus yang lembut.

“Sekarang apa bedanya kardus dengan aluminium dalam potensi kecurangan? Kardus mudah dirusak, memangnya aluminium tidak mudah dirusak? Kalau ada sabotase di jalan, berarti yang masalah bukan kardus atau aluminium, tapi penjagaannya yang tidak ketat,” katanya.

“Mau kardus atau aluminium, tapi kalau niatnya jelek, ya hasilnya sama, kecongkel besi, selesai,” sambungnya.

Untuk itu, saat ini dibutuhkan integritas pengawal dan saksi dalam melakukan pengawalan terhadap kotak suara. Sehingga menurut Teguh, apapun bahan kotak suara baik aluminium maupun kardus akan memberikan hasil yang sama dan memiliki peluang yang sama.

Selanjutnya, pemakaian kardus akan dilakukan sekali. Untuk itu, setelah masa penyimpanan kardus selesai, maka kardus tersebut akan dilelang. Sedangkan kotak suara berbahan aluminium akan dilelang dan dimasukkan ke dalam kas negara.

“Artinya tidak ada yang dirugikan dari sisi teknis, hukum maupun finansial, bahkan bahan kardus lebih murah,” pungkasnya.

Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan Zulfauzi Hasly mengatakan, bahwa potensi kerusakan kotak suara tidak pernah terjadi selama masa pemilihan, baik yang terbuat dari aluminium maupun kardus.

Penggunaan kotak suara berbahan kardus sudah dilaksanakan sejak 2014 lalu, sehingga pihaknya tidak terlalu fokus pada pengamanan kotak suara, namun keamanan pendistribusian kotak suara yang menjadi fokus Bawaslu. “Kotak suara itu tidak pernah terlepas dari pantauan teman-teman PPS dan itu kewajiban dari KPPS, jadi kalau persoalan kotak suara yang terbuat dari kardus tidak menjadi masalah, karena selama ini tidak ada masalah,” singkatnya. (*/shy/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 27 Juni 2019 10:45

Masih Meramu Win-Win Solution

TARAKAN – Rencana penghentian aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tengkayu…

Kamis, 27 Juni 2019 10:41

Butuh Sepekan Rilis Hasil Olah TKP

TARAKAN – Kepolisian kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)…

Kamis, 27 Juni 2019 10:39

Alasan Go Green, Kenalkan Motor Listrik

TARAKAN – Kendaraan roda dua biasanya menggunakan bahan bakar minyak…

Kamis, 27 Juni 2019 10:16

Ngga Diminati Lagi, Populasi Angkot Mengalami Penurunan

TARAKAN - Semakin majunya perkembangan zaman, disertai dengan maraknya pertumbuhan…

Kamis, 27 Juni 2019 10:15

UMKM Harus Segera Urus Izin

TARAKAN – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang…

Kamis, 27 Juni 2019 10:00

Drainase Dangkal, Air Mudah Meluap

TARAKAN – Perihal dangkalnya drainase masih menjadi permasalahan serius di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*