MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Desember 2018 12:15
Laporan Warga Asing Dominan Illegal Fishing
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Beberapa perusahaan yang ada di Kaltara memakai jasa ahli atau tenaga kerja asing (TKA). Sebagai bentuk pengawasan, saat ini pemerintah memiliki Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) di setiap daerah. Khusus wilayah Kaltara, hanya Kabupaten Bulungan yang belum membentuk tim ini.

Dibeberkan Kepala Imigrasi Tarakan Perdemuan Sebayang, pada 2019 mendatang pihaknya akan lebih memperketat pengawasan orang asing di Bulungan meski belum adanya Tim Pora. Untuk itu, Imigrasi Tarakan akan melakukan kerjasama dengan Pemda Bulungan.

Untuk pengawasan orang asing, sebenarnya ada beberapa stakeholder yang bisa melakukannya, seperti kepolisian, imigrasi, dinas tenaga kerja, kejaksaan, pengadilan. Maka dari itu, Perdemuan mengharapkan adanya kerjasama baik yang ditunjukkan oleh sejumlah stakeholder yang bisa melakukan pengawasan terhadap orang asing, khususnya di Kaltara.

“Di dalam Tim Pora ini biasanya saling menukar informasi dan mempermudah bagaimana menggalang satu kekuatan untuk mencegah tenaga kerja asing (TKA) ilegal masuk ke Kaltara,” jelasnya.

Ditambahkannya, apabila adanya penemuan TKA ilegal maka perusahaan bersangkutan harus dicek terkait pengajuan izin terhadap pemakaian TKA. Untuk izin sendiri merupakan kewenangan dari Kementerian Tenaga Kerja. Namun, terkait orang asingnya merupakan urusan keimigrasian.

“Kalau ada tindakan pidana maka akan diproses pihak kepolisian. Setelah diproses dan akhirnya kami di Imigrasi akan melakukan deportasi. Terkait dengan di luar administrasi, begitu inkrah setelah menjalani hukuman dan bebas, kami akan deportasi,” bebernya.

Untuk saat ini Imigrasi Tarakan yang membawahi wilayah Bulungan, Tarakan, Malinau dan Tana Tidung. Beberapa kali menerima laporan soal TKA ilegal. Kebanyakan laporan terkait orang asing yang bermasalah oleh Tim Pora, merupakan kasus illegal fishing. Menurutnya, mungkin karena kasus illegal fishing sangat mudah ditemukan pelanggaran. Pihaknya juga sudah beberapa kali mendeportasi orang asing yang bermasalah kasus illegal fishing.

“Di Tarakan juga memiliki banyak perusahaan yang bergerak di bidang perikanan, dengan investornya dari asing. Namun, tidak menggunakan TKA yang banyak, kecuali memang memiliki keahlian khusus,” bebernya.

Terkait TKA yang bekerja secara ilegal dan tidak mendapatkan izin dari Kementerian Tenaga Kerja, maka bisa saja perusahaan yang bersangkutan akan diberikan sanksi.

Biasanya, nanti sanksi ini akan berkaitan dengan izin kepada perusahaan tersebut.

“Kalau ada yang bermasalah akan kita deportasi, tapi deportasi itu harus ada persetujuan atau rekomendasi dari Tim Pora,” ungkapnya. (zar/lim)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*