MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Desember 2018 13:00
Temukan Dua Kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Di Tengah Upaya Mengejar Target 95 Persen Imunisasi MR

DEMI KEKEBALAN ANAK: Imunisasi yang dilakukan di Kaltara tak cukup menggembirakan, khususnya di Tarakan yang masih jauh dari target nasional. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Tarakan belum cukup menggembirakan, masih sekira 60-an persen. Di tengah upaya mengejar target Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP-KIPI) Kaltara menemukan dua kasus kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

 

KASUS KIPI sejatinya tak diharapkan. Menurut Komda KIPI Kaltara, dua kejadian yang ditemukan telah ditangani langsung oleh pihak rumah sakit.

“Sudah kami tangani, KIPI yang terjadi juga bukan kategori KIPI berat, hanya KIPI ringan saja,” tutur Ketua Komda PP-KIPI Kaltara, Franky Sientoro kepada pewarta, Minggu (16/12).

Dirinya menjelaskan kejadian KIPI kali ini terjadi di dua lokasi yakni Long Beluah, Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan, untuk yang Long Beluah anak tersebut mengalami infeksi saat dilakukan penyuntikan pada imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus (DPT). Sementara untuk yang di Tarakan, anak tersebut mengalami infeksi saat dilakukan penyuntikan pada imunisasi measles dan rubella (MR).

“Untuk kasus saat ini baru dua saja yang kami temukan, kami berharap hingga selesainya pelaksanaan imunisasi MR pada akhir Desember tahun ini, tidak ditemukan lagi kasus KIPI,” tuturnya.

Terkait pelaksanaan imunisasi MR yang diperpanjang hingga akhir Desember tahun ini, dirinya nilai untuk merealisasi cakupan hingga 95 persen untuk Kaltara dirinya nilai cukup berat. “Saya rasa cukup berat untuk memenuhi target 95 persen tersebut, sekarang saja cakupannya hanya sekitar 60 persen,” ujarnya.

Dirinya menilai sulitnya mencapai target cakupan 95 persen untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun tersebut, tidak lepas sudah terbangunnya opini negatif di masyarakat sebelumnya terkait imunisasi MR. “Susah juga kalau sudah terbangun opini negatif, padahal sosialisasi kepada masyarakat sebelumnya sudah maksimal terkait hal ini,” tuturnya.

Dirinya menganggap keberhasilan mencapai target 95 persen imunisasi MR kembali lagi kepada keinginan orang tua anak untuk memberikan anaknya imunisasi.

“Segala upaya sudah kami lakukan secara maksimal, kini tinggal kembali ke orang tuannya lagi, mau atau tidak, saya menganggap imunisasi MR ini penting untuk menjaga kekebalan anak dari penyakit measles dan rubella di masa depan, bila hal tersebut tidak dilakukan, anak rentan terserang penyakit measles dan rubella,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan Subono Samdudi menganggap masih rendahnya cakupan imunisasi MR di Tarakan tidak lain karena opini negatif yang sudah terbentuk di awal-awal rencana pelaksanaannya. Mulai dari persoalan halal dan haram hingga persoalan KIPI yang menyebabkan cacat, lumpuh bahkan meninggal dunia.

“Persoalan masih sama seperti kemarin, halal dan haramnya imunisasi MR hingga berita-berita hoaks terkait KIPI,” ungkapnya.

Dirinya menilai persoalan halal dan haram imunisasi MR sudah ada penyelesaiannya dengan dikeluarkannya Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pengunaan Vaksin MR Produk dari Serum Institute of Indonesia untuk Imunisasi, di mana dalam fatwa tersebut memberikan penjelasan bahwa penggunaan vaksin MR diperbolehkan karena kondisi darurat syariah, adanya keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya menyatakan bahwa terdapat bahaya yang bisa timbulkan bila tidak diimunisasi, serta belum ditemukan adanya vaksin MR yang halal dan suci hingga saat ini.

“Padahal sudah ada fatwa dari MUI, namun perkembangannya bisa dilihat saat ini, meskipun diperpanjang tetap masih lambat,” bebernya.

Terkait sosialisasi imunisasi MR ke sekolah-sekolah atau menjemput bola ke rumah-rumah warga, dirinya nilai hal tersebut sulit dilakukan, karena mengingat mendekati akhir tahun, tiap-tiap puskesmas sibuk untuk menjalankan program lainnya untuk memenuhi untuk memenuhi target standar pelayanan minimal (SPM). “Tiap-tiap puskesmas saat ini sedang sibuk memenuhi target SPM, total ada 12 SPM yang harus dipenuhi salah satunya juga imunisasi,” ujarnya.

Meski begitu, pemberian imunisasi MR tetap dilakukan bila ada orang tua yang menginginkan anaknya mendapatkan imunisasi MR ketika mendatangi puskesmas, pemberian imunisasi MR juga bisa dilakukan bila ada permintaan dari pihak sekolah yang memang cakupan imunisasi MR masih kurang.

“Saya rasa upaya yang dilakukan puskesmas dalam pelaksanaan imunisasi MR tahun ini sudah dilakukan maksimal. Tinggal dari orang tuanya saja yang mau atau tidak anaknya mendapatkan imunisasi MR. Padahal program ini merupakan upaya pemerintah memberikan kekebalan terhadap penyakit measles dan rubella kepada generasi penerusnya,” ujarnya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*