MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Desember 2018 11:31
“Kesannya seperti Resmi”

Dispenser BBM Eceran Harus Ditera

ADA ATURANNYA: Sebagai hak perlindungan konsumen, para pedagang yang menggunakan alat ukur/takar harus melalui uji tera agar yang diberi ke pelanggan sesuai. 2019 nanti, pemerintah menyiapkan tim UML untuk melakukan pengawasan. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Belum adanya unit khusus yang menangani pengujian tera dan masih banyaknya alat pedagang yang belum melewati uji tera, membuat Dinas Perdagangan dan Koperasi Ukm (Disdagkop) Kota Tarakan segera membentuk tim khusus dalam  menjalankan pengawasan.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagkop Kota Tarakan, Hidayat menerangkan, karena semakin besarnya pertanyaan masyarakat mengenai status perizinan dan uji tera dispenser BBM eceran. Menurutnya, dispenser BBM eceran yang selama ini sudah beroperasi hanyalah inovasi dari pedagang bensin eceran atau yang lebib akrab disebut bentol (bensin botol).

"Sebenarnya kurang lebih saja dengan bentol karena dia punya merek dan model dalam pelayanan memakai dispenser sehingga kesannya seperti resmi. Tapi sebenarnya tidak ada sama sekali kita buat perizinannya," ungkapnya, Sabtu (15/12).

 

2019, Tarakan Miliki Unit Metrologi Legal

Ia melanjutkan, meski alat  yang digunakan pedagang belum mendapatkan pengukuran tera, namun ia menegaskan jika semua alat ukur yang digunakan dalam aktivitas jual beli wajib melalui uji tera terlebih dahulu termasuk dinpenser BBM eceran. Hal tersebut dikarenakan untuk mencegah adanya kecurangan pada konsumen. "Kalau misalnya dia menggunakan angka, itu sebenarnya bisa dilakukan tera juga untuk melindungi konsumen. Sebenarnya begini, itu semua sudah masuk di datanya perlindungan konsumen. Kita sebenarnya telah membentuk UML (Unit Metrologi Legal) yang khusus menangani masalah ini, itu sudah terbentuk mudah-mudahan 2019 ini kita sudah bisa action," bebernya.

Meski demikian, nantinya tim tersebut tidak hanya menguji tera alat dari pedagang pasar swalayan saja. Namun unit tersebut juga berwenang dalam mengawasi ukur pendistribusian sumber daya. Seperti pada meteran seperti meteran listrik dan air.

"Semua yang menggunakan alat ukur timbang, wajib kita periksa. Karena, termasuk dalam hal ini meteran air meteran gas, meteran listrik itu bisa kita periksa. Apalagi bensin dispenser ini," tukasnya.

Ia menerangkan, selama ini Disdagkop Kota Tarakan hanya bergantung pada bantuan dinas terkait dalam melakukan pengawasan. Sehingga menurutnya Disdagkop wajib memiliki unit sendiri agar tidak selalu bergantung kepada instansi luar daerah. Hal tersebut dikarenakan, untuk meminta bantuan tim tersebut tentunya memerlukan biaya besar. "Karena terus terang hingga saat ini kami masih dibantu dari Banjarmasin. Kalau kita terus meminta bantuan biaya operasionalnya ini tidak sedikit. Itu nanti dari naungan Disdagkop dan kapan pun kita bisa lakukan pemeriksaan. Kalau misalnya ada yang membeli minyak atau bensin dan merasa ukurannya dipermainkan bisa melapor. Kita bisa langsung sidak ke lapangan," ujarnya.

Ia menerangkan, upaya pembentukan unit tersebut bukanlah inisiatif Dosdagkop karena kebutuhan pengawasan. Namun, pembentukan tersebut di dasari atas aturan yang tertera dalam undang-undang yang mengharuskan badan pengawas resmi perdagangan memiliki unit tersebut. "Sebenarnya ini karena kita harus mengikuti prosedur yang ada. Maksudnya syarat-syarat badan pengawas di suatu kabupaten/kota. karena sesuai dengan undang-undang no 23 2014 dan Permendag (peraturan menteri perdagangan) 77-78 tentang kewenangan penuh pelaksanaan teknis pengawasan diserahkan ke kabupaten/kota tentu dengan unit metrologi ini," tuturnya.

Sebelum diresmikan, tentunya Disdagkop akan menerima bantuan alat yang digunakan untuk pengawasan dalam waktu dekat ini. Selain itu, ia menerangkan jika upaya tersebut tidak mengalami kendala kemungkinan besar pihaknya sudah dapat menurunkan unit tersebut ke lapangan tahun depan nanti.

"Mungkin tanggal 20 itu alatnya sudah ada. Bersamaan itu dengan persyaratannya artinya begitu barang datang tim kita sudah ada dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa melakukan pemeriksaan kalau tidak ada kendala administrasi," pungkasnya. (*/zac/udn)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*