MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Desember 2018 11:31
“Kesannya seperti Resmi”

Dispenser BBM Eceran Harus Ditera

ADA ATURANNYA: Sebagai hak perlindungan konsumen, para pedagang yang menggunakan alat ukur/takar harus melalui uji tera agar yang diberi ke pelanggan sesuai. 2019 nanti, pemerintah menyiapkan tim UML untuk melakukan pengawasan. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Belum adanya unit khusus yang menangani pengujian tera dan masih banyaknya alat pedagang yang belum melewati uji tera, membuat Dinas Perdagangan dan Koperasi Ukm (Disdagkop) Kota Tarakan segera membentuk tim khusus dalam  menjalankan pengawasan.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagkop Kota Tarakan, Hidayat menerangkan, karena semakin besarnya pertanyaan masyarakat mengenai status perizinan dan uji tera dispenser BBM eceran. Menurutnya, dispenser BBM eceran yang selama ini sudah beroperasi hanyalah inovasi dari pedagang bensin eceran atau yang lebib akrab disebut bentol (bensin botol).

"Sebenarnya kurang lebih saja dengan bentol karena dia punya merek dan model dalam pelayanan memakai dispenser sehingga kesannya seperti resmi. Tapi sebenarnya tidak ada sama sekali kita buat perizinannya," ungkapnya, Sabtu (15/12).

 

2019, Tarakan Miliki Unit Metrologi Legal

Ia melanjutkan, meski alat  yang digunakan pedagang belum mendapatkan pengukuran tera, namun ia menegaskan jika semua alat ukur yang digunakan dalam aktivitas jual beli wajib melalui uji tera terlebih dahulu termasuk dinpenser BBM eceran. Hal tersebut dikarenakan untuk mencegah adanya kecurangan pada konsumen. "Kalau misalnya dia menggunakan angka, itu sebenarnya bisa dilakukan tera juga untuk melindungi konsumen. Sebenarnya begini, itu semua sudah masuk di datanya perlindungan konsumen. Kita sebenarnya telah membentuk UML (Unit Metrologi Legal) yang khusus menangani masalah ini, itu sudah terbentuk mudah-mudahan 2019 ini kita sudah bisa action," bebernya.

Meski demikian, nantinya tim tersebut tidak hanya menguji tera alat dari pedagang pasar swalayan saja. Namun unit tersebut juga berwenang dalam mengawasi ukur pendistribusian sumber daya. Seperti pada meteran seperti meteran listrik dan air.

"Semua yang menggunakan alat ukur timbang, wajib kita periksa. Karena, termasuk dalam hal ini meteran air meteran gas, meteran listrik itu bisa kita periksa. Apalagi bensin dispenser ini," tukasnya.

Ia menerangkan, selama ini Disdagkop Kota Tarakan hanya bergantung pada bantuan dinas terkait dalam melakukan pengawasan. Sehingga menurutnya Disdagkop wajib memiliki unit sendiri agar tidak selalu bergantung kepada instansi luar daerah. Hal tersebut dikarenakan, untuk meminta bantuan tim tersebut tentunya memerlukan biaya besar. "Karena terus terang hingga saat ini kami masih dibantu dari Banjarmasin. Kalau kita terus meminta bantuan biaya operasionalnya ini tidak sedikit. Itu nanti dari naungan Disdagkop dan kapan pun kita bisa lakukan pemeriksaan. Kalau misalnya ada yang membeli minyak atau bensin dan merasa ukurannya dipermainkan bisa melapor. Kita bisa langsung sidak ke lapangan," ujarnya.

Ia menerangkan, upaya pembentukan unit tersebut bukanlah inisiatif Dosdagkop karena kebutuhan pengawasan. Namun, pembentukan tersebut di dasari atas aturan yang tertera dalam undang-undang yang mengharuskan badan pengawas resmi perdagangan memiliki unit tersebut. "Sebenarnya ini karena kita harus mengikuti prosedur yang ada. Maksudnya syarat-syarat badan pengawas di suatu kabupaten/kota. karena sesuai dengan undang-undang no 23 2014 dan Permendag (peraturan menteri perdagangan) 77-78 tentang kewenangan penuh pelaksanaan teknis pengawasan diserahkan ke kabupaten/kota tentu dengan unit metrologi ini," tuturnya.

Sebelum diresmikan, tentunya Disdagkop akan menerima bantuan alat yang digunakan untuk pengawasan dalam waktu dekat ini. Selain itu, ia menerangkan jika upaya tersebut tidak mengalami kendala kemungkinan besar pihaknya sudah dapat menurunkan unit tersebut ke lapangan tahun depan nanti.

"Mungkin tanggal 20 itu alatnya sudah ada. Bersamaan itu dengan persyaratannya artinya begitu barang datang tim kita sudah ada dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa melakukan pemeriksaan kalau tidak ada kendala administrasi," pungkasnya. (*/zac/udn)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*