MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

OLAHRAGA

Senin, 17 Desember 2018 11:22
Gubernur: Saya Lihat Tuan Rumah PON Belum Siap
BERI MASUKAN:Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie saat memberikan sambutannya di pembukaan Musorprov beberapa waktu lalu. IST

PROKAL.CO, BULUNGAN - Saat ini beberapa cabang olahraga tengah mempersiapkan skuatnya jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Namun untuk penetapan cabor yang akan dipertandingkan masih belum dipastikan. Koni pusat menetapkan untuk jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan berkisar 55 cabor sedangkan tuan rumah hanya 45 cabor yang dipertandingkan dikarenakan keterbatasan venue dari Papua. Dengan adanya hal ini Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie mewacanakan untuk mengusulkan agar Kemenpora untuk memanggil seluruh Gubernur se-Indonesia serta Provinsi Papua untuk menanyakan kesiapannya sebagai tuan rumah PON 2020 mendatang.

Hal ini kata Irianto harus diusulkan sesegera mungkin. Kemenpora harus segera melakukan pertemuan dengan seluruh provinsi yang akan bersaing di PON nantinya. "Saya mengusulkan untuk mengumpulkan Koni serta para gubernur di Jakarta atau ditempat lain untuk melakukan evaluasi keseluruhan kesiapan Papua dan Papua Barat yang nanti bakal menjadi tuan rumah PON 2020 mendatang," ujarnya.

Orang nomor satu di pemerintahan Kalimantan Utara ini menilai usulan tersebut dilakukan secara objektif terkait dengan persiapan Papua menjadi tuan rumah. "Pertimbangannya memang hal yang objektif, kenapa? Saya sudah pernah ke Papua Barat yakni Kota Sorong beberapa waktu lalu. Memang yang saya lihat tuan rumah PON XX belum siap, saya pengalaman waktu PON Kalimantan Timur 2008 silam, kala itu Kaltim sudah sangat siap dengan anggaran dan fasilitas yang akan digunakan. Yang saya khawatirkan seperti apa fasilitasnya, transportasinya, dan keamanannya saat berada di sana nantinya. Tentunya jarak di Papua itu sangat jauh sehingga membutuhkan anggaran yang cukup besar nantinya," lanjutnya.

Irianto Lambrie juga mengatakan untuk dua lokasi yang menjadi tuan rumah yakni Papua dan Papua Barat sebagai tuan rumah PON 2020 mendatang berjarak cukup jauh sehingga akan memakan waktu serta anggaran yang besar. Serta aspek keamanan di Papua juga harus dipertimbangkan. "Jelas kalau dibatalkan pasti ada marah besar, namun kalau untuk kepentingan nasional jelas harus ada pertimbangan yang besar. Kalau memang Papua siap secara fasilitas serta pelayanannya terhadap provinsi yang hadir, jelas kita setuju saja. Takutnya nanti akan berpengaruh ke prestasi para atlet," tambahnya.(puu/udn)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 11:38

Puluhan Taksi Gelap ‘Ditegur’

<p><strong>TARAKAN</strong> &ndash; Selain razia kendaraan roda dua dan empat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*