MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08
Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk
MIRIP SPBU: Dispenser pada salah satu penjual BBM eceran di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan dispenser layaknya di stasium pengisian bahan bakar umum (SPBU) ternyata tak mengantongi perizinan. Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengungkapkan, saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai status perizinan beroperasinya sejumlah dispenser BBM di luar dua SPBU saat ini. “Saya juga belum tahu itu, kami juga malah nanya ke Pertamina, dan Pertamina bilang  tidak ada. Kami juga belum terima laporan. Dari mana asal muasal perizinan bersangkutan itu,” terangnya, Jumat (14/12).

Ia menerangkan, jika saat ini pihaknya belum menerima pengajuan perizinan dari pelaku usaha BBM eceran. Selain itu, Tajuddin menerangkan jika pihaknya tidak memiliki wewenang dalam perizinan tersebut. Menurutnya segala jenis perizinan harus melalui Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Tarakan.

“Belum ada yang pernah mengajukan perizinannya, kemungkinan di KPPT sekarang perizinannya ada di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan jika pelaku usaha apapun yang menggunakan penakaran wajib melalui tahap tera. Hal tersebut dikarenakan guna menjamin hak konsumen agar tidak dicurangi. “Yang jelasnya kalau dia menggunakan dispenser seperti itu wajib tera, itu jangan sampai ada kekurangan yang tidak menjamin konsumen. Bisa-bisa kalau terjadi masalah di situ bisa berurusan dengan perlindungan konsumen. Tapi seharusnya kan perlu dipertanyakan legalitasnya. Pasti semua yang berbentuk meteran, kiloan, berat, liter itu wajib ditera guna memberikan jaminan kepada konsumen bahwa itu betul-betul valid,” ujarnya.

Mengenai adanya rencana melakukan tera, ia menjelaskan jika pihaknya baru akan melakukan pengujian jika BBM eceran menggunakan dispenser telah berstatus legal dan diakui.

“Selama ini kan yang melaksanakan tera ulang itu yang diketahui bahwa ini ada di sini. Kalau tidak ada legalitasnya bagaimana caranya kami mau tera,” bebernya.

Sementara itu, Andi Hendra salah satu pedagang sekaligus produsen dispenser di Tarakan mengaku saat ia belum pernah mendapatkan pengarahan di Pemerintah Kota (Pemkot) sehingga membuatnya tidak tahu harus melakukan perizinan ke mana.

“Namanya kami ini hanya mencari uang, sebenarnya kami tidak mau melanggar aturan. Cuma sampai sekarang kami belum ada arahan, jadi kami harus mengurus perizinan ke mana. Kalau ada arahan, kami akan ikuti prosedur lah pastinya,” tukasnya.

Mengenai keamanan, ia menerangkan jika mesin dispenser tersebut dijamin sesuai dengan standar takaran. Hal tersebut dikarenakan dispenser rakitannya menggunakan sistem komputerisasi yang menggunakan sensor sehingga sistem tersebut dapat mendeteksi ukuran liter.

“Untuk takaran dijamin aman. Karena ini pakai teknologi sistem sensor. Jadi bisa diuji. Saya malah berharap kalau ada petugas datang untuk melakukan tera. Karena selama ini kami mau melakukan uji tera tapi belum diakui,” tuturnya.

“Mesin ini saya yang buat sendiri, dulu awalnya ini kan yang ciptakan mahasiswa ITB. Nah saya pas ke sana belajar diajari cara merakitnya akhirnya saya buat sendiri pertamini ini. Sebenarnya pertamini sudah lama, tapi kalau dengan sistem sensor dan penampungan terpisah itu baru sekitar 4 atau 5 tahun lalu,” tuturnya.

 

Sebagai pedagang sekaligus perajin dispenser, ia berharap semoga pemerintah bersedia membimbing mengenai legalitas.

“Tolonglah, jangan hanya bilang kami tidak berizin, tapi bimbinglah kami supaya mendapatkan izin. Kami mau mengurus izin, tapi tidak ada arahan harus ke mana. Karena di sini kami hanya mencari nafkah dengan menggunakan dispenser supaya lingkungan tidak kelihatan kumuh,” ujarnya. (*/zac/lim)

 

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk


BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…

Selasa, 18 Juni 2019 12:22

Karya Menembus Ajang Bergengsi Nasional

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan…

Selasa, 18 Juni 2019 11:51

Tarakan Dapat 55 Titik PJUTS

TARAKAN - Sebanyak 300 unit lampu penerangan jalan umum tenaga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:49

Gagal Memerkosa, Pelaku Curi HP

TARAKAN – Personel dari unit Jatanras, Satreskrim Polres Tarakan berhasil…

Selasa, 18 Juni 2019 11:47

Pejalan Kaki Keluhkan Tidak Adanya Trotoar

TARAKAN – Pejalan kaki yang melewati Jalan Dipenogoro mengeluhkan tidak…

Selasa, 18 Juni 2019 11:46

Transaksi Tunai Capai Rp 643,4 Miliar

TARAKAN – Selama Ramadan hingga Idulfitri 1440 H, jumlah transaksi…

Selasa, 18 Juni 2019 11:45

Samsat Keliling Mulai Beroperasi

TARAKAN – Samsat Keliling yang dimiliki Kantor Pelayanan Samsat Induk…

Selasa, 18 Juni 2019 11:44

Pasar Kampung Empat Terkendala Jalan

TARAKAN - Pasar yang berada di Kelurahan Kampung Empat hingga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:43

Masyarakat Butuh Penerangan Jalan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*