MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08
Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk
MIRIP SPBU: Dispenser pada salah satu penjual BBM eceran di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan dispenser layaknya di stasium pengisian bahan bakar umum (SPBU) ternyata tak mengantongi perizinan. Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengungkapkan, saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai status perizinan beroperasinya sejumlah dispenser BBM di luar dua SPBU saat ini. “Saya juga belum tahu itu, kami juga malah nanya ke Pertamina, dan Pertamina bilang  tidak ada. Kami juga belum terima laporan. Dari mana asal muasal perizinan bersangkutan itu,” terangnya, Jumat (14/12).

Ia menerangkan, jika saat ini pihaknya belum menerima pengajuan perizinan dari pelaku usaha BBM eceran. Selain itu, Tajuddin menerangkan jika pihaknya tidak memiliki wewenang dalam perizinan tersebut. Menurutnya segala jenis perizinan harus melalui Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Tarakan.

“Belum ada yang pernah mengajukan perizinannya, kemungkinan di KPPT sekarang perizinannya ada di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan jika pelaku usaha apapun yang menggunakan penakaran wajib melalui tahap tera. Hal tersebut dikarenakan guna menjamin hak konsumen agar tidak dicurangi. “Yang jelasnya kalau dia menggunakan dispenser seperti itu wajib tera, itu jangan sampai ada kekurangan yang tidak menjamin konsumen. Bisa-bisa kalau terjadi masalah di situ bisa berurusan dengan perlindungan konsumen. Tapi seharusnya kan perlu dipertanyakan legalitasnya. Pasti semua yang berbentuk meteran, kiloan, berat, liter itu wajib ditera guna memberikan jaminan kepada konsumen bahwa itu betul-betul valid,” ujarnya.

Mengenai adanya rencana melakukan tera, ia menjelaskan jika pihaknya baru akan melakukan pengujian jika BBM eceran menggunakan dispenser telah berstatus legal dan diakui.

“Selama ini kan yang melaksanakan tera ulang itu yang diketahui bahwa ini ada di sini. Kalau tidak ada legalitasnya bagaimana caranya kami mau tera,” bebernya.

Sementara itu, Andi Hendra salah satu pedagang sekaligus produsen dispenser di Tarakan mengaku saat ia belum pernah mendapatkan pengarahan di Pemerintah Kota (Pemkot) sehingga membuatnya tidak tahu harus melakukan perizinan ke mana.

“Namanya kami ini hanya mencari uang, sebenarnya kami tidak mau melanggar aturan. Cuma sampai sekarang kami belum ada arahan, jadi kami harus mengurus perizinan ke mana. Kalau ada arahan, kami akan ikuti prosedur lah pastinya,” tukasnya.

Mengenai keamanan, ia menerangkan jika mesin dispenser tersebut dijamin sesuai dengan standar takaran. Hal tersebut dikarenakan dispenser rakitannya menggunakan sistem komputerisasi yang menggunakan sensor sehingga sistem tersebut dapat mendeteksi ukuran liter.

“Untuk takaran dijamin aman. Karena ini pakai teknologi sistem sensor. Jadi bisa diuji. Saya malah berharap kalau ada petugas datang untuk melakukan tera. Karena selama ini kami mau melakukan uji tera tapi belum diakui,” tuturnya.

“Mesin ini saya yang buat sendiri, dulu awalnya ini kan yang ciptakan mahasiswa ITB. Nah saya pas ke sana belajar diajari cara merakitnya akhirnya saya buat sendiri pertamini ini. Sebenarnya pertamini sudah lama, tapi kalau dengan sistem sensor dan penampungan terpisah itu baru sekitar 4 atau 5 tahun lalu,” tuturnya.

 

Sebagai pedagang sekaligus perajin dispenser, ia berharap semoga pemerintah bersedia membimbing mengenai legalitas.

“Tolonglah, jangan hanya bilang kami tidak berizin, tapi bimbinglah kami supaya mendapatkan izin. Kami mau mengurus izin, tapi tidak ada arahan harus ke mana. Karena di sini kami hanya mencari nafkah dengan menggunakan dispenser supaya lingkungan tidak kelihatan kumuh,” ujarnya. (*/zac/lim)

 

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:27

Kapolda: Jangan Bagi Berita Enggak Jelas Sumbernya

TARAKAN – Menjelang pelaksanaan pemungutan suara pada pemilihan legislatif dan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:16

Akun FB Dipolisikan, Iwan Sebut Kritikan

TANJUNG SELOR - Sahabat Irianto Lambire melaporkan akun media sosial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Curi Motor Teman Sendiri

TARAKAN – Nekat membawa kabur motor teman sendiri, wanita berinisial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Pencuri Spesialis Waktu Subuh Dibekuk Polisi

TARAKAN – Anggota reskrim di Kepolisian Kawasan Sektor Pelabuhan (KSKP)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:12

Jalan Terbelah, Pengendara Resah

TARAKAN - Terlihat ada jalan nyaris terbelah 2 di Jalan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:38

“Aldy Melawan Kejahatan Tingkat Tinggi”

TARAKAN – “Iyaaa mamiku.” Diakhiri dengan emoji penuh cinta. Itulah…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:34

Pemadaman Bergilir, RSUD Tarakan Paling Terdampak

TARAKAN – Selama pemadaman listrik bergilir diberlakukan  keluhan tidak hanya…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:32

Tanpa Izin Edar, Produk Beku Disita

TARAKAN – Penindakan terhadap produk beku di salah satu gedung…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:27

Divonis Mati, Dua Terpidana Sabu 4 Kg Banding

TARAKAN- Usia divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:15

Berlakukan Satu Arah

TARAKAN - Tingginya tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*