MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 13 Desember 2018 13:20
Menhan: Ancaman Nyata NKRI dari Dalam Negara
BERBICARA: Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu memberikan pengarahan kepada sejumlah prajurit TNI di hanggar Lanud Anang Busra Tarakan, Rabu (12/12). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Sekitar 300 anggota TNI mendapatkan arahan langsung dari Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu di Lanud Anang Busra saat melakukan kunjungan kerja di Tarakan, kemarin (12/12). Dalam arahannya, Menhan mengatakan bahwa saat ini musuh negara yang dihadapi oleh anggota TNI dan Polri bukanlah dari negara lain, namun musuh dari dalam negara sendiri.

Rymizard menyampaikan untuk terjadinya konflik di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) saat ini sangat minim. Bahkan ia memprediksi hingga sepuluh tahun kemudian tidak akan ada terjadinya konflik dan mengakibatkan perang senjata antara negara di kawasan ASEAN.

Apalagi saat ini negara di kawasan ASEAN sudah memiliki perjanjian untuk menempuh jalur perdamaian apabila terjadinya konflik. Beberapa negara yang menyepakati itu adalah Indonesia, Malaysia dan Filipina. Serta selalu menggelar latihan bersama, yang biasa disebut dengan Indomalphi.

“Kita di ASEAN sudah 51 tahun hidup damai dan tidak ada konflik. Jadi saya sekarang melihat tidak ada ancaman itu (perang antar Negara, Red),” ungkapnya.

Meski ia menilai tidak adanya perang antar negara yang terjadi, namun kepada anggota TNI, Rymizard menyatakan saat ini sejumlah prajurit TNI dan Polri dihadapkan musuh dari dalam negara Indonesia sendiri. Seperti terorisme, pemberontakan dan narkoba. Hal tersebut dapat terlihat dengan adanya beberapa kali serangan teroris yang terjadi di Indonesia tahun ini dan terjadinya pemberontakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua saat ini.

“Ancaman yang nyata saat ini yaitu teroris ini yang berulang-ulang terjadi. Kemudian bencana alam, pemberontakan dan masalah perbatasan merupakan ancaman nyata saat ini,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, dengan adanya ancaman dari dalam negara sendiri maka Rymizard mengharapkan khususnya kesiapan anggota TNI dalam menghadapinya. Meski ancaman dari dalam merupakan ancaman yang nyata saat ini sering terjadi, ia meminta kepada anggota TNI untuk selalu siap dan bersama dengan Polri untuk dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jadi semua harus melaksanakan tugas negara. Polisi berbuat apa dan tentara berbuat apa, itu tugas dan tanggung jawab kita semua,” bebernya.

Terhadap para prajurit TNI, Ryamizard juga mengungkapkan, saat ini perang dari dalam negara yang nyata yaitu perang terhadap pihak yang mengubah ideologi negara Indonesia. Dipaparkannya, ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila, merupakan salah satu  dasar negara yang harus dipertahankan. Terlebih lagi saat ini pihak yang ingin mengubah ideologi negara sudah muncul secara terang-terangan.

“Salah satunya sisa-sisa PKI yang sudah bermunculan dan itu banyak. Kalau dibiarkan maka akan makin besar, jadi tugas kita sebagai TNI dan Polisi untuk menghentikan,” tegas Rymizard.

Ditambahkannya, menjelang Pemilu 2019 mendatang ia juga mengharapkan netralitas dan profesional harus ditunjukkan oleh semua anggota TNI. Ia meminta kepada prajurit TNI yang ada di Kaltara untuk selalu bersama Polri menjaga agar Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman dan damai. “Tunjukkan kalau TNI itu profesional dan ikuti aturan yang ada,” ucapnya.

Sementara kepada sejumlah awak media, Ryamizard mengungkapkan, ia selaku Menteri Pertahanan sangat berwenang untuk menyampaikan keamanan dan situasi negara saat ini. “Saat ini memang teroris, pemberontakan dan narkoba yang harus kita waspadai,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai alat utama sistem senjata (alutsista) yang ada di Kaltara, ia menyebutkan saat ini masih belum maksimal.Namun pihaknya berusaha akan memaksimalkan untuk kedepannya. “Paling tidak harus ada drone biar bisa melihat perbatasan. Kemudian patok berbatasan harus ada sinyal biar tidak berubah,” pungkasnya. (zar/eza)

Menhan: Ancaman Nyata NKRI dari Dalam Negara

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*