MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 13 Desember 2018 11:59
Harapkan Masyarakat Taati Perbup HET BBM
IKUTI ATURAN: Pihaknya berharap Perbup HET BBM dan Elpiji dapat diikuti oleh pedagang dan masyarakat. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Premium, Solar dan Liquified Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 Kilogram (Kg). Ditentukan harga premium Rp 8 ribu per liter, Solar Rp 6.700 per liter berlaku di kawasan Kecamatan Betayau, Sesayap Hilir (kawasan darat) dan Desa Tideng Pale, Sedulun hingga Gunawan di Kecamatan Sesayap.

“Silahkan saja kalau mau protes sebab Perbup Premium, Solar termasuk LPG sudah dikeluarkan dan ini harus dipatuhi. Jika memang merasa HET-nya tidak sesuai atau bagaimana silahkan, sebab kami pun tak segan-segan melakukan penertiban,” kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK), Sugeng Haryono, Rabu (12/12).

Dikatakan, sub penyalur yang ada di bawahnya pengecer dengan sebutan mitra dalam aturan perundang-undangan memang sudah dianggap melanggar dan tidak diperbolehkan. Sehingga protes yang diajukan oleh mereka ini dianggap sebagai rasa ketidakpuasan lantaran pengecer sudah terbiasa mendapatkan keuntungan besar. Sementara dengan dikeluarkannya Perbup tentu saja akan membatasi ruang dan gerak pengecer untuk terus mendapatkan keuntungan yang berlipat nantinya.

“Biasanya menjual dengan Rp 10 ribu dan takarannya pun diduga masyarakat memang tidak sesuai. Ini juga kami berharap dapat turun bersama-sama Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM bersama instansi pemerintah terkait lainnya agar dapat mengecek satu persatu mitra (pengecer, Red) ini supaya kita dapat mengetahui dengan pasti apakah takaran mereka ini benar-benar sudah pas atau memang masih belum pas sehingga akan menambah beban masyarakat yang membelinya,” jelasnya.

Lanjut kata dia, pengecer mengakui menjual dengan harga tinggi termasuk menyebut bahwa takaran dari Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) juga penyalur selalu kurang saat dijual ke pengecer. Sugeng menyatakan bahwa sebagai pengecer boleh melaporkan hal ini kepada pihaknya supaya APMS atau penyalur yang menjual di luar harga HET pun akan ditindak nantinya.

“Kalau memang alasan pengecer menjual tinggi karena dicurangi oleh APMS dan penyalur menjual dengan harga di atas HET termasuk takarannya, jangan diam. Ayo laporkan jadi kami punya dasar untuk melakukan tindakan terhadap APMS serta penyalur yang diduga menjual harga di atas HET kepada masyarakat karena ini subsidi semuanya sudah sesuai aturan. Tapi kalau Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi (industri) terserah mau dijual Rp 10 ribu per liter tidak menjadi masalah seperti pertalite,” ungkapnya.

Ditambahkannya, apa yang tertuang dalam aturan sebaiknya semua pihak baik APMS, penyalur, sub penyalur termasuk mitra sekalipun wajib mematuhinya sebab dengan sebelumnya tidak ada aturan HET tingkat sub penyalur membuat masyarakat terbebani saat beraktivitas setiap harinya. Ia mencontohkan nelayan yang turun melaut untuk mencari kehidupan bagi makan keluarga, juga biaya pendidikan buat anak-anak mereka harus mengeluarkan biaya operasional yang tinggi akibat membeli BBM ke pengecer. Sementara tidak ada kepastian apakah mereka akan mendapatkan hasil turun melaut nantinya.

“Jangan sampai satu atau beberapa pihak saja yang ingin mengambil keuntungan yang tidak mengambil berat soal kesulitan masyarakat. Yang penting dapat untung banyak sementara nelayan misalnya harus mengeluarkan biaya operasional tinggi ketika turun melaut lalu hasil lautnya masih dipertanyakan. Perbup ini untuk memberikan keringanan kepada masyarakat, tidak ada larangan mengambil keuntungan saat berjualan BBM ataupun LPG tapi yang sesuai aturan saja dan bukan mengambil keuntungan semaunya saja,” ujarnya.  (*/rko/fly)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*