MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Desember 2018 12:48
Minim Suntikan PAD

Perusda Sebut Tak Maksimal karena Kondisi Keuangan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kontribusi PT Nusa Serambi Persada (NSP) kepada pemerintah daerah kembali disorot dan dipertanyakan masyarakat.

Sebab, sebagai perusahaan daerah (perusda), badan usaha milik daerah (BUMD) ini belum terlihat nyata dalam memberikan solusi membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah kondisi keuangan yang sedang defisit.

Harapan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid agar perusda dapat berkontrbusi dalam meningkatkan PAD tampaknya harus tertanam kembali karena sampai saat ini belum dapat bangkit dari keterpurukannya. Bahkan, penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk PT NSP ini tak dilakukan sama sekali.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) 1, Muktar SH membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kontribusi perusda Nunukan ini memang tidak terlihat sejak pergantian dirut yang baru. “Iya, memang belum terlihat hasilnya. Rencana yang disampaikan belum ada yang terealisasikan,” kata Muktar kepada media ini.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Perusda saat ini. Memang sejak pergantian dirut belum pernah terlihat apa yang dihasilkan. “Sudah saatnya dievaluasi kembali. Karena Perusda itu diharapkan dapat menghasilkan. Bukan menghabiskan,” ungkap Muktar saat ditemui di kantornya.

Ia membeberkan, secara lisan pihaknya sudah pernah mempertanyakan apa kendala PT NSP sampai saat belum bertindak. Sejumlah usualan usaha-usaha atau kegiatan yang diharapkan dapat mengembalikan administari keuangnnya yang sedang sakit saat ini telah diberikan. Namun, solusi dan saran itu tak diterima sama sekali.

 “Jika memang harus diganti lagi, terpaksa dilakukan. Karena, apa yang ingin diharapkan jika yang sekarang ini sama saja dengan yang dulu,” bebernya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT NSP Nunukan, membenarkan kondisi perusda yang sedang tak bergairah ini. Ia mengaku, pihaknya sampai saat ini memang belum dapat  berbuat banyak untuk menjadi penghasil PAD. Kondisi keuangan yang dialami sejak pertama kali menjabat ditambah tak adanya suntikan dana dari Pemkab Nunukan membuat persoalan tersebut semakin besar.

Namun, Rismanto membantah jika Perusda yang ditangani tidak melakukan sejumlah upaya dalam memberikan kontribusi kepada pemda. Sebab, di tengah kondisi keuangan yang sangat terbatas, pihaknya harus berjuang menghidupi perusahaan yang selama ini dikelola tidak sehat.

“Hal ini juga telah diketahui bupati. Bahkan, bupati sendiri sampai turun tangan bertemu dengan direktur bisnis reginonal Kalimantan PLN Pusat Jakarta agar membantu perusda NSP ini. Makanya, bupati ingin paras perbatasan yang dibangun itu dikelola perusda agar ada income yang diterima,” ungkap Rismanto saat dikonfirmasi. 

Mengenai penyertaan modal sebesar Rp 2,5 miliar yang dinyatakan belum dilaporkan pertanggungjawabannya dibantah. Apalagi penyertaan modal itu diberikan dilakukan periode 2003-2009 ketika dirinya belum menjabat. Rismanto menjelaskan, penyertaan modal Rp 2,5 miliar itu diberikan secara bertahap. Awalnya, Rp 500 juta, lalu menyusul Rp 1 miliar kemudian diberikan lagi Rp 1 miliar. Jadi, sangat tidak masuk akal jika laporan pertanggungjawabannya tidak ada.

 “Kalau ada dana diberikan sebesar Rp 2,5 miliar ke perusda saat ini, saya yakin perusda akan maju. Saya hanya membeli rumput laut ketika turun dan menjualnya ketika harga naik. Lalu, mengkreditkan pupuk ke petani sawit,” ujarnya.

Menurutnya, segala upaya telah dilakukan untuk dapat memberikan kontribusi ke pemerintah. Mulai pengelolaan parkir, air minum dan juga rumput laut telah dilakukan. Namun, semuanya tidak dapat terealisasi karena kondisi keuangan yang tidak stabil.

“Jadi, untuk jangka pendeknya, kami akan mencoba mengelola paras perbatasan agar dapat mengumpulkan modal. Lalu, jangka panjangnya tetap ingin menjalankan bisnis jual beli gas karena bisnis ini sangat positif untuk Perusda,” pungkasnya. (oya/nri)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:09

Anggota PPK Terancam Disanksi

NUNUKAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas di Kecamatan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*